Gangguan tidur akan mengganggu aktivitas dan meningkatkan risiko bahaya
Gangguan tidur akan mengganggu kualitas tidur Anda, beberapa di antaranya dapat berakibat fatal

Dalam kasus tidur normal, siklus tidur terdiri dari REM (Rapid Eye Movement) dan 4 fase non-REM (NREM) yang terjadi dalam beberapa kali dalam satu malam. Fase 1 dari NREM adalah tidur ringan, sedangkan fase 4 adalah paling lelap.

Jika siklus tidur Anda terganggu secara terus menerus dan tidak dapat melalui secara normal tipe-tipe dan tahapan-tahapan tidur ini, Anda akan merasa lelah, letih, dan sulit berkonsentrasi atau fokus di pagi harinya. Kurang tidur dapat meningkatkan risiko bahaya saat berkendara atau kecelakaan lainnya.

Jenis-Jenis Gangguan Tidur

1. Gangguan Ritme Sirkadian

Ritme sirkadian adalah kinerja jam biologis tubuh yang merupakan bagian kecil dari otak yang terletak di atas saraf-saraf yang berdekatan dengan belakang bola mata manusia. Cahaya dan olahraga akan menyetel jam ini dengan pergeseran maju atau mundur. Gangguan tidur muncul ketika terjadi gangguan pada bagian ini, seperti jet lag, jam kerja malam, sindrom fase tidur yang tertunda (tidur dan bangun telat), dan sindrom fase tidur lanjutan (tidur dan bangun awal).

2. Insomnia

Orang yang memiliki gangguan tidur insomnia tidak merasa memiliki waktu tidur malam yang cukup. Mereka akan mengalami gangguan tidur seperti sulit tertidur atau sering terbangun di tengah malam. Insomnia adalah gangguan tidur yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari Anda dan bisa disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya stres, kecemasan, depresi, perilaku tidur yang buruk, gangguan ritme sirkadian, dan pengaruh obat-obatan.

Penyebab insomnia bisa sementara dan terkadang karena hal sepele, misalnya jet lag. Insomnia jangka pendek bisa disebabkan oleh penyakit, kafein, dan obat-obatan. Sedangkan insomnia jangka panjang bisa karena stres, depresi, atau kecemasan yang bisa berlangsung selama bertahun-tahun.

3. Mendengkur

Banyak orang dewasa yang mendengkur. Suara dengkuran dihasilkan ketika udara yang dihirup bergetar saat melewati jaringan tenggorokan. Mendengkur bisa menjadi gangguan tidur karena suara yang dihasilkan ini, sekaligus juga bisa menjadi tanda adanya gangguan tidur yang serius yaitu apnea. Penyebab gangguan mendengkur bisa dikarenakan alergi, asma atau kelainan pada struktur hidung.

4. Apnea

Gangguan tidur apnea muncul ketika jalur pernapasan atas Anda terblokir (total atau parsial), sehingga mengganggu pernapasan normal dalam periode waktu yang singkat. Anda lalu akan terbangun karena gangguan tidur ini, yang kemudian menyebabkan mengantuk berat keesokan harinya. Jika gangguan tidur ini dibiarkan, ada risiko tekanan darah tinggi, stroke, dan serangan jantung.

Apnea bisa melanda siapa saja, tanpa melihat usia, berat badan, atau jenis kelamin. Gangguan tidur ini terjadi karena pada rata-rata kasusnya, penderita memiliki tenggorokan dalam yang lebih kecil daripada normal serta perbedaan pada tulang dan jaringan lunak.

5. Kehamilan

Wanita hamil bisa mengalami gangguan tidur pada malam hari dan lelah keesokan harinya, pada trimester pertama dan ketiga sepanjang kehamilan. Pada trimester pertama, wanita hamil harus sering terbangun untuk menggunakan toilet dan juga mengalami morning sickness yang mengganggu tidur. Pada trimester ketiga, mimpi dan kondisi fisik juga bisa menyebabkan gangguan tidur. Setelah anak lahir, wanita harus menjaga bayi atau bisa saja mengalami depresi pasca melahirkan yang dapat menyebabkan gangguan tidur.

Penyebab gangguan tidur semasa kehamilan sering berkaitan dengan perubahan kadar hormon tubuh, membesarnya bagian perut, cemas atau khawatir berlebihan, dan sebagainya.

6. Narkolepsi

Narkolepsi adalah gangguan atau kelainan otak yang menyebabkan rasa ngantuk berat pada pagi/siang hari. Ini berkaitan dengan komponen genetik, walaupun tidak mutlak. Serangan tidur yang dramatis dan mendadak sering diasosiasikan dengan narkolepsi, namun banyak kasus narkolepsi yang tidak mengalami hal tersebut.

Penyebab narkolepsi tidak dapat dipastikan, dimulai dari genetik, kondisi lingkungan, hingga fungsi saraf yang abnormal.

7. Restless Leg Syndrome

Restless Leg Syndrome adalah rasa tidak nyaman pada kaki yang terjadi pada malam hari. Penderita akan merasakan keinginan untuk menggerakkan kaki supaya merasa lega, biasanya gerakan yang berlebihan, memiliki ritme, atau punya siklus tertentu. Ini bisa mengakibatkan gangguan tidur, yaitu tidur menjadi tertunda atau terbangun saat tidur. Sindrom ini umumnya sering menimpa paruh baya dan manula.

Penyebab sindrom ini antara lain gagal ginjal, kelainan saraf, kekurangan vitamin dan zat besi, serta kehamilan dan pengaruh obat-obatan seperti antidepresan. Faktor genetik juga berpengaruh hingga 40% dari kasus Restless Leg Syndrome.

8. Mimpi Buruk

Mimpi buruk terjadi pada fase REM yang bisa dipicu oleh stres, kecemasan, dan pengaruh obat-obatan. Gangguan ini seringkali tidak memiliki penyebab yang jelas atas mimpi buruk, namun bisa terjadi karena dipicu stres atau peristiwa menakutkan tertentu.

9. Teror Malam (Night Terror) & Berjalan saat Tidur (Sleepwalking)

Kedua gangguan tidur ini terjadi pada fase NREM dan sering melanda anak-anak berusia 3-5 tahun. Kasus gangguan tidur ini bisa sangat dramatis, biasanya anak akan terbangun sambil menjerit namun sulit menjelaskan rasa ketakutan mereka ataupun mengingat gambaran yang mengerikan namun tidak bisa mengingatnya. Teror malam sering lebih mengkhawatirkan orangtua daripada anak itu sendiri. Sedangkan sleepwaking adalah serangkaian aktivitas yang terjadi saat seseorang tidur dan punya potensi berbahaya, seperti meninggalkan rumah dalam kondisi tidur.

Penyebab Gangguan Tidur Lainnya

  • Usia muda: Balita membutuhkan tidur selama 16 jam tetapi sering mendapatkan interupsi karena harus menyusui, sedangkan anak usia sekolah harus tidur selama 10 jam tetapi bisa terkendala penyakit atau hal-hal lainnya.
  • Usia tua: Untuk usia 60 tahun ke atas, gangguan tidur kerap terjadi seperti apnea dan tidak bisa tidur pulas.
  • Gaya hidup: Peminum kopi, alkohol, dan perokok sering memiliki gangguan tidur
  • Obat-obatan: Banyak obat yang menimbulkan gangguan tidur
  • Depresi dan gangguan kecemasan: Insomnia adalah gejala umum depresi dan gangguan kecemasan
  • Gangguan jantung dan paru-paru: Penderita dengan gangguan tidur sering mengeluh kesulitan bernapas yang bisa merupakan gejala gagal jantung atau gangguan paru-paru

WebMD. https://www.webmd.com/sleep-disorders/guide/understanding-sleep-problems-basics
Diakses pada Oktober 2018

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed