Inilah Obat yang Aman untuk Ibu Hamil Tanpa Efek Samping


Mengonsumsi obat saat hamil perlu hati-hati karena ada beberapa jenis obat yang dapat merusak janin. Salah satu obat yang aman untuk ibu hamil adalah antasida.

0,0
22 Mar 2019|Aby Rachman
Obat yang aman untuk ibu hamil salah satunya antihistaminMengonsumsi obat selama kehamilan perlu berhati-hati
Minum obat saat hamil memang tidak bisa sembarangan. Meskipun beberapa obat dianggap aman untuk dikonsumsi selama kehamilan, kebanyakan obat dapat memberikan dampak serius pada janin dalam kandungan.Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui apa saja obat yang aman untuk ibu hamil. Terutama di trimester pertama, di mana janin sedang berkembang dengan pesat.

Jika Anda biasa mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan sebelum hamil, pastikan segera bertanya kepada dokter mengenai keamanan obat-obatan tersebut jika dikonsumsi saat hamil. Dokter akan mempertimbangkan manfaatnya bagi Anda dan risikonya bagi janin.

Kategori obat yang aman untuk ibu hamil

Secara umum, vitamin prenatal yang dijual bebas di apotek dapat dikategorikan sebagai obat yang aman untuk dikonsumsi selama kehamilan. Namun, Anda tetap perlu menanyakan kepada dokter tentang keamanan untuk mengonsumsi vitamin, obat, dan suplemen lain selama kehamilan.Pasalnya, obat-obatan tersebut bisa saja tidak aman dikonsumsi karena menimbulkan risiko kesehatan untuk kesehatan janin.Obat-obatan yang dijual bebas dapat dikategorikan berdasarkan risikonya, yaitu:
  • Kategori A: kategori ini merupakan golongan obat yang aman untuk ibu hamil. Obat ini diujikan pada wanita hamil dan tidak menimbulkan risiko pada janin di trimester pertama maupun trimester lanjutan

  • Kategori B: penelitian yang dilakukan pada hewan uji tidak menunjukkan efek samping pada janin, namun belum ada penelitian yang dilakukan pada wanita hamil atau obat telah diuji pada hewan dan menunjukkan efek samping namun tidak dapat dikonfirmasi secara klinis pada wanita hamil trimester pertama.

  • Kategori C: pada percobaan dengan hewan uji, obat menunjukkan efek samping pada janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada ibu hamil atau tidak terdapat penelitian pada hewan uji dan ibu hamil. Obat yang masuk ke kategori ini harus dikonsumsi dengan hati-hati dan hanya boleh dikonsumsi apabila keuntungan yang didapat melebihi risiko yang dapat ditimbulkan.

  • Kategori D: Obat terbukti menimbulkan risiko berbahaya pada hewan uji maupun manusia. Obat kategori ini masih dapat digunakan apabila benar-benar dibutuhkan dan keuntungannya dapat melebihi risiko yang ditimbulkan, misalnya pada keadaan darurat yang membahayakan nyawa.

  • Kategori X: Efek samping telah terbukti terjadi pada hewan uji maupun manusia. Efek samping yang ditimbulkan terlalu besar sehingga tidak sepadan dengan keuntungan yang akan di dapat. Obat ini tidak dapat diresepkan untuk wanita hamil maupun yang akan merencanakan kehamilan.
Dikutip dari CDC, kategori obat untuk ibu hamil yang cukup aman digunakan adalah kategori A, B, dan C. Obat seperti asetaminofen atau yang biasa disebut dengan paracetamol (termasuk dalam kategori B) dapat digunakan untuk membantu meredakan rasa sakit atau nyeri selama kehamilan.Pastikan Anda telah berkonsultasi kepada dokter sebelum mengonsumsi obat apapun selama kehamilan.Baca juga: 3 Obat Penguat Kandungan Agar Kehamilan Tetap Berjalan Sehat

Obat yang aman untuk ibu hamil

Memang kehamilan benar-benar harus dijaga sehingga mengonsumsi obat pun perlu diperhatikan keamanannya oleh ibu hamil.Berikut beberapa pilihan obat-obatan yang aman untuk ibu hamil konsumsi.

Bagaimana aturan minum obat yang aman untuk ibu hamil

Aturan minum obat yang aman untuk ibu hamil dapat berbeda-beda sesuai dengan gejala penyakit dan kondisi masing-masing pasien. Untuk penyakit berat seperti asma, jantung, diabetes hingga epilepsi, mungkin ibu membutuhkan jadwal minum obat rutin yang telah diresepkan oleh dokter.Pastikan Anda untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat saat hamil. Dokter nantinya akan meresepkan dosis dan jadwal yang tepat untuk minum obat sesuai dengan kondisi dan gejala yang dialami.Baca juga: Daftar Obat Batuk Alami untuk Ibu Hamil, Mana yang Paling Efektif?

Obat yang berbahaya untuk ibu hamil

Beberapa obat diketahui dapat meningkatkan risiko cacat lahir dan masalah lainnya. Karena itu, ibu hamil perlu lebih memperhatikan jenis obat yang dikonsumsinya.Berikut adalah obat yang tidak boleh dikonsumsi ibu hamil:
  • Obat batuk dan flu yang mengandung guaifenesin. Hindari mengonsumsi obat ini saat trimester pertama.
  • Bismut subsalisilat
  • Fenileferin atau pseudofedrin, yang merupakan dekongestan. Hindari mengonsumsi obat yang mengandung bahan ini selama trimester pertama.
  • Obat pereda nyeri seperti ibuprofen dan aspirin.
  • Obat jerawat isotretinoin (seperti accutane). Obat ini sangat berisiko menimbulkan cacat lahir. Ibu hamil maupun wanita yang sedang merencanakan kehamilan dilarang mengonsumsi obat ini.
  • Obat antibiotik jenis tertentu seperti doksisilin dan tetrasiklin
  • Warfarin 
  • Alprazolam
  • Diazepam
Beberapa obat-obatan di atas hanyalah sebagian dari jenis obat yang berbahaya bagi ibu hamil.Bagaimana jika terlanjur minum obat saat hamil? Sebenarnya tidak ada cara khusus untuk kembali menetralkan kandungan obat yang sudah masuk ke dalam aliran darah. Jika Anda terlanjur meminum obat tersebut, maka segeralah berkonsultasi ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan kehamilan. Dokter akan memberikan alternatif obat yang aman atau menyarankan Anda untuk menghentikan sementara penggunaan obat tersebut.Untuk mengatasi masalah selama kehamilan selain dengan obat, Anda bisa terlebih dahulu mencoba berbagai cara alami. Selain itu, untuk mencegah sakit selama hamil, pastikan Anda menerapkan gaya hidup sehat, makan makanan yang bergizi, rutin berolahraga dan cukup istirahat.Jika Anda ingin berkonsultasi secara langsung pada dokter terkait obat yang tidak boleh dikonsumsi ibu hamil, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
menjaga kehamilanmengonsumsi obat saat hamil
WebMD. https://www.webmd.com/women/pregnancy-medicine
Diakses pada November 2018
Healthlink. https://www.healthlinkbc.ca/health-topics/uf9707
Diakses pada 22 Maret 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/what-medicines-are-safe-during-pregnancy
Diakses pada 22 Maret 2019
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait