logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

Penting! Inilah Panduan Imunisasi Tetanus untuk Anak Anda

open-summary

Imunisasi tetanus dapat memberikan perlindungan secara optimal bila terjadwal dilakukan. Jika jadwal terlewatkan, anda dapat melakukan kejar imunisasi. Untuk imunisasi sendiri terbagi menjadi dua, yaitu imunisasi dasar dan lanjutan.


close-summary

5

(1)

17 Mei 2019

| Giovanni Jessica

Imunisasi tetanus dapat memberikan perlindungan secara optimal

Imunisasi tetanus penting diberikan kepada anak

Table of Content

  • Waktu yang Tepat Memberikan Imunisasi Tetanus pada Anak
  • Hal yang perlu dilakukan untuk anak terlambat diimunisasi Tetanus
  • Apakah Imunisasi Tetanus Berbahaya?

Imunisasi merupakan salah satu cara melindungi seseorang atau kelompok terhadap suatu penyakit. Untuk penyakit tetanus, imunisasi tetanus dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi yang mematikan dari penyakit tersebut. Perlindungan terhadap tetanus dihasilkan lewat pembentukan zat antibodi dengan jumlah yang memenuhi kadar protektif untuk melindungi dari penyakit tersebut.

Advertisement

Imunisasi terbagi menjadi dua, yaitu imunisasi dasar dan lanjutan. Imunisasi dasar tetanus dilakukan untuk mengenalkan antigen terhadap sistem imun tubuh sehingga antibodi akan terbentuk. Setelahnya akan diberikan imunisasi lanjutan. Imunisasi lanjutan dilakukan untuk tetap mempertahankan kadar zat antibodi yang sudah ada.

Waktu yang Tepat Memberikan Imunisasi Tetanus pada Anak

Imunisasi tetanus diberikan setelah anak berusia lebih dari 6 minggu. Berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2017, pemberian imunisasi dasar tetanus dilakukan sebanyak 3 kali pada usia 2, 3, dan 4 bulan. Anak akan memperoleh imunisasi lanjutan (booster) pada usia 18 bulan, 5 tahun, dan 10-12 tahun. Setelahnya imunisasi tetanus diberikan setiap 10 tahun dan pada saat hamil bagi perempuan.

Terkadang dokter memberikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 4, dan 6 bulan. Jangan khawatir dengan perbedaan jadwal ini dan ikuti sesuai anjuran dokter Anda. Perbedaan jadwal pemberian imunisasi tetanus bergantung pada jenis vaksin yang disuntikkan.

Ada dua jenis vaksin tetanus, yaitu DTwP dan DTaP. Keduanya mengandung toxoid difteri, tetanus, dan kuman pertusis utuh (wP) atau sebagian (aP). Kedua jenis ini memiliki potensi yang sama untuk memberikan imunitas terhadap tetanus dan diberikan pada anak <7 tahun. Pada usia >7 tahun, vaksin yang diberikan dalam bentuk Td.

Baca Juga

  • Mampu Menjaga Tubuh dari Penyakit, Apa Itu Vaksin?
  • Hati-hati, Vaksin Palsu Ternyata Miliki Kandungan Ini
  • Imunisasi IPV, Si Vaksin Polio yang Penting untuk Anak

Hal yang perlu dilakukan untuk anak terlambat diimunisasi Tetanus

Agar tercapai hasil optimal, imunisasi harus diberikan sesuai jadwal yang ditentukan. Namun, keterlambatan dalam imunisasi atau imunisasi yang tidak lengkap bukanlah halangan untuk mendapatkan imunisasi.

Apabila pernah dilakukan imunisasi sebelumnya, kekebalan tubuh telah terbentuk. Namun, jumlahnya belum cukup untuk perlindungan yang memadai atau tidak dapat bertahan dalam waktu lama.

Kunjungilah dokter agar dapat dilakukan kejar imunisasi atau catch up untuk melengkapi imunisasi yang kurang. Kejar imunisasi dilakukan sesuai dengan usia dan riwayat imunisasi sebelumnya.

Apakah Imunisasi Tetanus Berbahaya?

Imunisasi tetanus tidak berbahaya karena kandungan tetanus toxoid di dalamnya berisi toksin yang telah dilemahkan. Setelah pemberian imunisasi tetanus, dapat terjadi kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI), mulai dari yang ringan hingga berat.

Gejala KIPI bisa berupa gejala lokal maupun sistemik. Gejala yang sering terjadi berupa kemerahan dan bengkak pada lokasi penyuntikkan, pegal, demam ringan, sakit kepala, dan merasa lemah. Gejala yang berat dan cepat terjadi berupa syok anafilaksis, yaitu reaksi alergi hebat terhadap vaksin tetanus.

Imunisasi tetanus tidak dapat diberikan apabila anak mengalami reaksi alergi berat pada pemberian vaksin sebelumya. Apabila anak mengalami nyeri hebat, bengkak, kejang, gangguan saraf, dan sindrom Guillain Barre setelah imunisasi, sebaiknya konsultasikan pada dokter sebelum melakukan imunisasi berikutnya. Pemberian imunisasi tetanus akan ditunda jika pada hari penyuntikkan anak sedang dalam kondisi sakit.

Anak anda termasuk dalam kelompok berisiko mengalami KIPI jika:

  • Pernah mendapat reaksi vaksinasi yang tidak diinginkan
  • Bayi berat lahir rendah
  • Imunokompromais (penurunan sistem kekebalan tubuh), baik akibat penyakit dasar seperti HIV/AIDS atau pengobatan jangka panjang.

KIPI dengan gejala berat jarang ditemukan pada anak setelah mendapat imunisasi tetanus. Perlindungan yang terbentuk setelah imunisasi tetanus lebih besar dibandingkan reaksi KIPI yang dapat terjadi. Oleh karena itu, jangan takut untuk melakukan imunisasi tetanus pada anak anda.

Advertisement

imunisasi anaktetanus

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved