Penting! Inilah Panduan Imunisasi Tetanus untuk Anak Anda

Imunisasi tetanus dapat memberikan perlindungan secara optimal
Imunisasi tetanus penting diberikan kepada anak

Imunisasi merupakan salah satu cara melindungi seseorang atau kelompok terhadap suatu penyakit. Untuk penyakit tetanus, imunisasi tetanus dilakukan untuk mencegah terjadinya akibat yang mematikan dari penyakit tersebut. Perlindungan terhadap tetanus dihasilkan lewat pembentukan zat antibodi dengan jumlah yang memenuhi kadar protektif untuk melindungi dari penyakit tersebut.

Imunisasi terbagi menjadi dua, yaitu imunisasi dasar dan lanjutan. Imunisasi dasar tetanus dilakukan untuk memenuhi kadar protektif. Setelahnya akan diberikan imunisasi lanjutan pada usia tertentu. Imunisasi lanjutan dilakukan untuk mempertahankan kadar zat antibodi yang sudah mengalami penurunan agar tetap berada dalam kadar protektif.

Waktu yang Tepat Memberikan Imunisasi Tetanus pada Anak

Imunisasi tetanus diberikan setelah anak berusia lebih dari 6 minggu. Berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2017, pemberian imunisasi dasar tetanus dilakukan sebanyak 3 kali pada usia 2, 3, dan 4 bulan. Anak akan memperoleh imunisasi lanjutan pada usia 18 bulan, 5 tahun, dan 10-12 tahun. Setelahnya imunisasi tetanus diberikan setiap 10 tahun dan pada saat hamil bagi perempuan.

Terkadang dokter memberikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 4, dan 6 bulan. Jangan khawatir dengan perbedaan jadwal ini dan ikuti sesuai anjuran dokter Anda. Perbedaan jadwal pemberian imunisasi tetanus bergantung pada jenis vaksin yang disuntikkan.

Ada dua jenis vaksin tetanus, yaitu DTwP dan DTaP. Keduanya mengandung toxoid difteri, tetanus, dan kuman pertusis utuh (wP) atau sebagian (aP). Kedua jenis ini memiliki potensi yang sama untuk memberikan imunitas terhadap tetanus dan diberikan pada anak <7 tahun. Pada usia >7 tahun, vaksin yang diberikan dalam bentuk Td.

[[artikel-terkait]]

Hal yang perlu dilakukan untuk anak terlambat diimunisasi Tetanus

Agar tercapai hasil optimal, imunisasi harus diberikan sesuai jadwal yang ditentukan. Namun, keterlambatan dalam imunisasi atau imunisasi yang tidak lengkap bukanlah halangan untuk mendapatkan imunisasi.

Apabila pernah dilakukan imunisasi sebelumnya, kekebalan tubuh telah terbentuk. Namun, jumlahnya belum cukup untuk perlindungan yang memadai atau tidak dapat bertahan dalam waktu lama.

Kunjungilah dokter agar dapat dilakukan kejar imunisasi atau catch up untuk melengkapi imunisasi yang kurang. Kejar imunisasi dilakukan sesuai dengan usia dan riwayat imunisasi sebelumnya.

Apakah Imunisasi Tetanus Berbahaya?

Imunisasi tetanus tidak berbahaya karena kandungan tetanus toxoid di dalamnya berisi toksin yang telah dilemahkan. Setelah pemberian imunisasi tetanus, dapat terjadi kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI), mulai dari yang ringan hingga berat.

Gejala KIPI bisa berupa gejala lokal maupun sistemik. Gejala yang sering terjadi berupa kemerahan dan bengkak pada lokasi penyuntikkan, pegal, demam ringan, sakit kepala, dan merasa lemah. Gejala yang berat dan cepat terjadi berupa syok anafilaksis, yaitu reaksi alergi hebat terhadap vaksin tetanus.

Imunisasi tetanus tidak dapat diberikan apabila anak mengalami reaksi alergi berat pada pemberian vaksin sebelumya. Apabila anak mengalami nyeri hebat, bengkak, kejang, gangguan saraf, dan sindrom Guillain Barre setelah imunisasi, sebaiknya konsultasikan pada dokter sebelum melakukan imunisasi berikutnya. Pemberian imunisasi tetanus akan ditunda jika pada hari penyuntikkan anak sedang dalam kondisi sakit.

Anak anda termasuk dalam kelompok berisiko mengalami KIPI jika:

  • Pernah mendapat reaksi vaksinasi yang tidak diinginkan
  • Bayi berat lahir rendah
  • Imunokompromais (penurunan sistem kekebalan tubuh), baik akibat penyakit dasar atau pengobatan jangka panjang.

KIPI dengan gejala berat jarang ditemukan pada anak setelah mendapat imunisasi tetanus. Perlindungan yang terbentuk setelah imunisasi tetanus lebih besar dibandingkan reaksi KIPI yang dapat terjadi. Oleh karena itu, jangan takut untuk melakukan imunisasi tetanus pada anak anda.

CDC. https://www.cdc.gov/vaccines/pubs/pinkbook/tetanus.html
Diakses pada Mei 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323784.php
Diakses pada Mei 2019

IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/melengkapi-mengejar-imunisasi-bagian-i
Diakses pada Mei 2019

Pedoman Imunisasi di Indonesia Edisi Keenam Tahun 2017. IDAI

5. Rezeki, Sri. Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi. Sari Pediatri. 2000

Artikel Terkait

Banner Telemed