Penyakit narkolepsi membuat penderitanya mudah tidur dan kesulitan menahan rasa kantuknya
Penyakit narkolepsi dikenal sebagai penyakit tidur yang membuat penderitanya mudah tidur dan sulit menahan rasa kantuknya

Mengantuk adalah hal yang manusiawi dan merupakan pertanda bahwa Anda butuh istirahat, tetapi lain halnya bila Anda mudah mengantuk. Bukan sekadar mudah mengantuk setelah bergadang, tetapi yang mengindikasikan adanya penyakit tidur yaitu penyakit narkolepsi.

Penyakit narkolepsi dapat disederhanakan sebagai penyakit mudah tidur, tetapi sebenarnya penyakit narkolepsi tidak hanya sekedar mudah mengantuk saja. Penyakit narkolepsi adalah suatu gangguan tidur yang menyebabkan penderitanya sulit untuk tetap terbangun di pagi hari.

Gejala narkolepsi tak hanya mudah mengantuk saja

Ciri khas dari penyakit narkolepsi adalah mudah mengantuk, tetapi gejala dari penyakit tidur narkolepsi tidak hanya itu saja. Terdapat berbagai gejala dari penyakit narkolepsi lainnya, seperti:

  • Halusinasi

Halusinasi yang dialami oleh penderita penyakit narkolepsi terjadi saat akan terbangun atau saat menjelang akan tidur. Halusinasi yang dirasakan akan terasa sangat nyata dan menakutkan serta mampu membuat penderita kesulitan untuk tertidur dengan baik.

Penderita mungkin tidak dapat tidur secara pulas saat sudah memasuki fase bermimpi karena merasa bahwa mimpi yang dialami adalah kenyataan.

  • Katapleksi

Katapleksi adalah kondisi saat otot penderita penyakit narkolepsi melemah. Melemahnya otot-otot tersebut dapat menimbulkan berbagai perubahan fisik, seperti kesulitan untuk berbicara, dan sebagainya.

Kondisi katapleksi dapat berlangsung selama beberapa menit dan umumnya dipicu oleh emosi yang intens, seperti rasa terkejut, takut, kemarahan, gembira, dan sebagainya. Namun, tidak semua penderita penyakit narkolepsi mengalami katapleksi.

  • Mengantuk secara berlebih di pagi dan siang hari

Penderita penyakit mudah tidur narkolepsi dapat tertidur secara tiba-tiba dan tertidur selama beberapa menit ataupun jam. Saat terbangun, penderita dapat merasa lebih segar, tetapi akan mudah mengantuk lagi nantinya.

Tidak hanya mudah mengantuk, penderita narkolepsi juga akan mengalami penurunan kesadaran dan kesulitan untuk tetap fokus.

  • Kelumpuhan saat tidur

Kelumpuhan saat tidur atau sleep paralysis ditandai dengan ketidakmampuan seseorang untuk bergerak ataupun berbicara ketika setengah tertidur atau akan terbangun.

Penderita narkolepsi umumnya dapat merasakan kelumpuhan saat tidur yang berlangsung beberapa detik sampai menit. Serupa dengan katapleksi, kondisi kelumpuhan saat tidur tidak dirasakan oleh semua penderita penyakit narkolepsi.

  • Perubahan pada fase Rapid Eye Movement (REM)

Fase tidur REM adalah fase tidur terdalam dan saat mimpi terjadi. Penderita penyakit narkolepsi dapat mengalami fase tidur REM secara mendadak dan umumnya lebih cepat untuk masuk ke dalam fase tidur REM.

Penyebab penyakit tidur narkolepsi

Penyebab sering mengantuk akibat narkolepsi belum diketahui secara pasti, tetapi rendahnya kadar hipokretin pada otak penderita penyakit narkolepsi tipe 1 atau penyakit tidur narkolepsi dengan katapleksi dapat menjadi salah satu kemungkinannya.

Hipokretin merupakan zat dalam otak yang membantu untuk mengatur siklus tidur manusia. Rendahnya kadar hipokretin mungkin dapat diakibatkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah autoimun atau reaksi sistem imun tubuh yang menyerang sel pembuat hipokretin.

Faktor genetik juga ikut andil dalam menjadi penyebab sering mengantuk akibat narkolepsi, tetapi peluang diturunkannya penyakit tidur narkolepsi kepada anak sangat rendah, yaitu sebesar satu persen.

Pada kasus tertentu, penyakit mudah tidur narkolepsi dipicu oleh adanya cedera, tumor, ataupun penyakit di bagian otak yang mengatur siklus tidur. Namun, hal ini merupakan sesuatu yang jarang terjadi.

Perbedaan tidur normal dan penyakit mudah tidur narkolepsi 

Normalnya, saat tidur Anda akan mengalami fase non-REM terlebih dahulu. Sekitar satu jam kemudian, barulah Anda akan mulai masuk ke dalam fase REM atau fase bermimpi.

Namun, pada penderita penyakit narkolepsi, fase REM akan langsung dialami ketika baru saja mulai tidur. Penderita penyakit tidur narkolepsi tidak akan mengalami fase non-REM. Penderita penyakit narkolepsi juga terkadang dapat secara tiba-tiba terbangun dari tidurnya di malam hari.

Orang yang tidak mengalami penyakit mudah tidur narkolepsi akan masuk ke fase REM sekitar 60 sampai 90 menit setelah fase non-REM, tetapi penderita narkolepsi akan langsung memasuki fase REM dalam waktu 15 menit setelah tertidur.

Saat sedang tidur singkat di pagi atau siang hari, orang normal biasanya tidak akan mengalami fase REM, tetapi penderita narkolepsi yang tertidur saat pagi atau siang hari dapat mengalami fase REM.

Cara menyembuhkan penyebab sering mengantuk akibat narkolepsi

Karena penyebab sering mengantuk akibat narkolepsi yang belum diketahui, maka pengobatan untuk narkolepsi juga belum ditemukan. Namun, penderita tetap bisa melakukan beberapa perubahan gaya hidup dan medikasi untuk mengatasi gejala dari penyakit narkolepsi.

Medikasi atau obat-obatan untuk mengatasi penyakit tidur narkolepsi yang umumnya diberikan adalah:

  • Antidepresan trisiklik, digunakan untuk mengatasi katapleksi
  • Stimulan, penanganan paling utama untuk penderita penyakit narkolepsi dan berfungsi cara menghilangkan rasa ngantuk untuk penderita penyakit mudah tidur narkolepsi
  • Natrium oksibat, dapat diberikan untuk mengatasi katapleksi dan meningkatkan kualitas tidur di malam hari. Natirum oksibat juga dapat digunakan sebagai cara agar tidak mengantuk di pagi dan siang hari
  • SSRI dan SNRI, membantu menekan fase REM dan meringankan gejala halusinasi, kelumpuhan saat tidur, dan katapleksi.

Cara agar tidak mengantuk untuk penderita penyakit narkolepsi 

Tidak hanya obat-obatan, penderita narkolepsi juga bisa melakukan perubahan gaya hidup sebagai cara agar tidak mengantuk di pagi dan siang hari. Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai cara menghilangkan rasa ngantuk di pagi dan siang hari:

  • Tidur singkat, jadwalkan tidur singkat di pagi dan siang hari selama setidaknya 20 menit sebagai cara agar tidak mengantuk sepanjang hari. Tidur singkat yang diatur secara tepat akan ampuh sebagai cara menghilangkan ngantuk selama satu hingga tiga jam
  • Berolahraga secara teratur, olahraga secara teratur selama 20 menit saat empat sampai lima jam sebelum tidur dapat menjadi cara agar tidak mengantuk di pagi dan siang hari, serta membantu Anda tertidur dengan lelap di malam hari
  • Buat jadwal tidur, buatlah jadwal tidur dan terapkan jadwal tidur tersebut setiap hari, bahkan saat akhir pekan sekalipun
  • Hindari alkohol, kafein dan nikotin, hindari konsumsi kafein, nikotin, dan alkohol, terutama saat malam hari, karena zat-zat tersebut dapat memperparah gejala penyakit narkolepsi yang dialami
  • Buat diri rileks, tenangkan diri Anda dengan aktivitas yang membuat rileks di malam hari, seperti berendam di air hangat dan sebagainya untuk membuat Anda lebih mudah tertidur
  • Hindari makan dalam jumlah banyak, mengonsumsi makanan dalam porsi yang besar sebelum tidur di malam hari dapat membuat Anda sulit untuk tertidur

Bila cara-cara di atas tidak efektif untuk Anda, konsultasikanlah dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Harvard Medical School. http://healthysleep.med.harvard.edu/narcolepsy/what-is-narcolepsy/understanding
Diakses pada 23 Agustus 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/narcolepsy/symptoms-causes/syc-20375497
Diakses pada 23 Agustus 2019

NIH. https://www.ninds.nih.gov/Disorders/Patient-Caregiver-Education/Fact-Sheets/Narcolepsy-Fact-Sheet
Diakses pada 23 Agustus 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed