logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

Cara Menyusui Bayi yang Benar, Patut Dipelajari Setiap Ibu Baru!

open-summary

Sebagai ibu baru, penting untuk mengetahui bagaimana cara menyusui yang benar seperti memahami 3S. Ini panduan dan tips menyusui bayi yang busui wajib tahu agar si Kecil bisa tumbuh sehat.


close-summary

4.86

(7)

16 Jul 2019

| Dina Rahmawati

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Membuat hidung bayi sejajar dengan puting merupakan salah satu cara menyusui bayi yang benar bagi ibu baru

Ibu baru perlu mempelajari cara menyusui bayi yang benar

Table of Content

  • Panduan cara menyusui bayi yang benar
  • Tips menyusui bayi yang benar untuk ibu baru
  • Manfaat menyusu bagi bayi dan menyusui bagi ibu

Ketika bayi baru lahir ke dunia, tentu menyusui bayi adalah hal yang utama harus dilakukan oleh seorang ibu. Akan tetapi sebagai ibu baru, Anda mungkin merasa bingung dan belum paham bagaimana cara menyusui bayi yang benar.

Advertisement

Apalagi jika orang terdekat memberi informasi yang berbeda-beda mengenai cara menyusui yang benar, tentu hal itu akan membuat Anda semakin bingung. Lantas, bagaimana cara menyusui bayi yang benar?

Panduan cara menyusui bayi yang benar

ASI adalah makanan terbaik untuk bayi baru lahir karena kaya akan nutrisi yang bermanfaat bagi buah hati. Pemberian ASI eksklusif selama setidaknya 6 bulan sangat direkomendasikan. Untuk memberikan ASI yang tepat guna.

Adapun cara menyusui bayi yang benar dan harus diperhatikan para ibu adalah sebagai berikut:

1. Pahami 3S

Ibu baru wajib tahu cara memberikan ASI pada bayi baru lahir dengan metode 3S, yakni sadar, sabar dan selesa. Sadar artinya mengetahui tanda-tanda bayi lapar seperti mengecap, mengusap mulut, mencari puting dan lainnya. Menyusui bayi yang benar adalah dengan memberikan susu saat bayi lapar dan tidak menunggunya hingga menangis.

Sementara sabar artinya bayi umumnya membutuhkan waktu menyusu sekitar 10-20 menit untuk menyusu pada masing-masing payudara. Oleh karena itu bersabarlah saat memberikan ASI dan jangan terburu-buru undah menyudahinya. Terakhir adalah menerapkan selesa atau yang artinya mengutamakan kenyamanan, baik untuk ibu maupun bayi selagi menyusui.

2. Kenali frekuensi menyusui

Menurut American Academy of Pediatrics, bayi yang baru lahir butuh disusui setiap 2-3 jam sekali dengan total sekitar 8-12 kali menyusu dalam sehari, bahkan lebih untuk bayi dengan kondisi tertentu. Hal ini baik untuk produksi ASI yang lancar. Jadi tawarkan kedua payudara Anda untuk bayi supaya produksi ASI semakin seimbang.

3. Menstimulasi agar bayi mau menyusu

Pada minggu-minggu pertama kelahiran, bantu bayi Anda untuk rajin menyusu. Bangunkan bayi secara lembut dengan memijat tubuh bayi perlahan dan tawarkan puting ke mulut atau hidung bayi supaya si Kecil termotivasi untuk menyusu. 

4. Pastikan bayi cukup ASI

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Tanda-tanda bayi mendapatkan ASI yang cukup dapat dilihati dari:

  • Berat badan bayi bertambah sekitar 0,5 kg setiap bulan
  • Pertambahan berat dan tinggi badan bayi sesuai pertambahan usia
  • Bayi menyusu setiap 2-3 jam
  • Bayi menghasilkan 6-8 popok basah setiap hari

5. Patuhi pantangan ASI selama menyusui

Untuk menghasilkan ASI berkualitas dan lancar, ibu menyusui harus mematuhi beberapa pantangan yang dapat mempengaruhi kualitas air susu. Selain mengonsumsi makanan bergizi tinggi, sejumlah hal yang harus dipatuhi guna mendapatkan ASI yang sehat adalah sebagai berikut:

  • Menghindari makanan pedas
  • Menghindari makanan yang bisa memancing alergi pada bayi
  • Hindari makanan yang menyebabkan kembung
  • Hindari alkohol, rokok dan obat-obatan terlarang

Tips menyusui bayi yang benar untuk ibu baru

Bagi ibu baru, proses menyusui bisa menjadi hal yang tidak mudah untuk dilalui. Agar proses menyusui bayi baru lahir dapat berjalan lancar dan mudah bagi para ibu, berikut tips yang bisa diikuti:

  • Untuk memulai proses menyusui, posisikan diri Anda senyaman mungkin. Anda bisa menyandarkan tubuh Anda ke bantal agar terasa lebih nyaman.
  • Gendong bayi Anda dengan menopang kepalanya menggunakan satu tangan. Sementara, satu tangan Anda yang lain mengarahkan payudara agar posisi menyusui tepat.
  • Cara menyusui agar tidak lecet adalah salah satunya bisa dengan mensejajarkan hidung bayi dengan puting payudara, dengan menempelkannya sesekali agar mulut bayi terbuka lebar.
  • Setelah puting payudara Anda dan sekitarnya masuk ke mulut bayi, maka bayi pun akan mulai mengisap. Anda hanya perlu memerhatikannya karena bayi bisa saja tersedak.
  • Ketika Anda harus menghentikan bayi menyusu atau ingin berpindah pada payudara yang lain, Anda bisa melepaskan isapannya dengan memasukkan jari Anda ke sudut mulut bayi.
  • Jika selama beberapa minggu pertama masa menyusui, bayi Anda hanya menyusu pada satu payudara saja, maka Anda sebaiknya memompa payudara Anda yang lain dengan pompa ASI karena payudara yang jarang disusukan dapat berkurang produksi ASI-nya.
  • Jika sedang berpergian, susui bayi di ruangan khusus ibu menyusui atau gunakan kain penutup agar bayi bisa menyusu dengan tenang.
  •  Hindari kombinasi botol susu dengan puting ibu hingga usia bayi mencapai 4 minggu. Pasalnya, menyusui langsung sembari mengenalkan botol akan membuat bayi bingung dan sulit membedakan antara puting dan botol susu. 

Tidak ada waktu yang pasti dalam menentukan lamanya durasi menyusu karena tergantung keinginan bayi. Namun, sebaiknya Anda tidak membatasi keinginan bayi untuk menyusu.

Jika bayi masih ingin menyusu, ia akan rewel, lalu melakukan gerakan mengisap ataupun menggerak-gerakan bibirnya, sehingga saat didekatkan dengan payudara, bayi akan mengisapnya lagi. Sementara, jika sudah kenyang bayi akan bersendawa atau tidak akan mengisap payudara Anda lagi ketika didekatkan.

Istirahat yang cukup dan mengonsumsi makanan yang sehat dapat meningkatkan produksi ASI. Wanita menyusui juga harus mengonsumsi makanan tinggi kalsium, seperti susu, daging, brokoli, kangkung, dan tahu. Selain itu, sebaiknya tidak mengganti ASI dengan susu formula karena dapat membuat bayi tidak berselera lagi pada ASI sehingga nutrisi yang didapat tidak akan banyak.

Baca Juga

  • Kenali Pentingnya Inisiasi Menyusui Dini (IMD) Bagi Kesehatan Ibu dan Bayi
  • Tanda Bayi Lapar dan Ingin Menyusu, Bagaimana Cara Mengenalinya?
  • Ragam Buah untuk Ibu Menyusui yang Mudah Dicari Saat Laktasi

Manfaat menyusu bagi bayi dan menyusui bagi ibu

Menyusu bermanfaat untuk tumbuh kembang bayi

Menyusu memiliki berbagai manfaat yang sangat besar untuk bayi. Bahkan Anda sangat dianjurkan untuk memberi ASI pada bayi meski hanya pada hari-hari pertama kelahirannya. Berikut beberapa manfaat menyusu bagi bayi yang perlu Anda ketahui:

  • Mengurangi risiko terkena sakit
  • Mencegah terjadinya berbagai infeksi
  • Meningkatkan perkembangan kognitif
  • Membantu sistem kekebalan tubuh dan otak berkembang
  • Memberi nutrisi yang banyak untuk tumbuh kembang bayi

Selain memberikan manfaat pada bayi, ibu juga dapat merasakan berbagai manfaat dari menyusui bayi. Manfaat-manfaat menyusui bagi ibu, antara lain:

  • Membantu berat badan turun setelah melahirkan
  • Membantu rahim kembali ke ukuran semula
  • Mengurangi pendarahan pasca melahirkan
  • Mempererat hubungan ibu dengan bayi
  • Mengurangi risiko depresi pasca melahirkan
  • Menurunkan risiko kanker payudara
  • Melindungi diri terhadap kanker ovarium sebelum menopause
  • Mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2

Perlu Anda ingat bahwa menyusui sangatlah penting karena bayi membutuhkan berbagai manfaat yang terkandung dalam ASI. Merupakan hal yang normal bagi ibu baru jika belum terbiasa dengan cara memberi ASI yang benar.

Pada awalnya, pasti banyak ibu yang merasa kesulitan untuk menyusui bayi mereka. Untuk lebih membantu, Anda bisa berkonsultasi pada dokter mengenai bagaimana cara ibu menyusui anak yang benar dan tepat guna.

Dengan terus belajar menyusui bayi maka lama kelamaan Anda pun akan terbiasa. Jangan lupa pula untuk tetap terhidrasi ketika menyusui karena akan berpengaruh terhadap produksi ASI Anda. Oleh sebab itu, sebisa mungkin minumlah air putih secukupnya ketika menyusui.

Advertisement

menyusuiibu menyusui

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved