Alat Tes Gula Darah di Rumah Beserta Cara Penggunaannya


Alat tes gula darah diperlukan dalam memantau kadar gula darah penderita diabetes. Kenali jenis-jenis alat tes gula darah dan panduan penggunaanya

0,0
17 Oct 2019|Anita Djie
Cek gula darah bisa dilakukan sendiri di rumah dengan alat tes gula darahAlat tes gula darah yang umum digunakan alat tes gula darah tradisional yang menggunakan darah dari ujung jemari untuk memeriksa kadar gula darah
Penderita diabetes wajib mengukur kadar gula darahnya untuk memantau perkembangan penyakit diabetes yang diderita. Pemeriksaan gula darah tidak selalu harus dilakukan dengan tes darah di laboratorium karena sudah banyak dijual alat tes gula darah yang dapat digunakan di rumah.
Para penderita diabetes sudah sangat familiar dengan berbagai macam alat tes gula darah yang dapat dilakukan di rumah. Sebenarnya alat tes ini tidak hanya berupa berupa tes untuk mengambil sampel darah yang mengharuskan Anda menusukkan jari dan meneteskan darah saja.

Alat tes gula darah yang bisa digunakan di rumah

Anda tidak perlu repot mengunjungi laboratorium untuk mengikuti pemeriksaan gula darah. Anda bisa memeriksa kadar gula darah di rumah dengan alat tes gula darah yang dijual secara bebas di apotek atau toko alat kesehatan lainnya.
Alat tes gula darah tradisional umum digunakan

1. Alat tes gula darah tradisional 

Alat tes gula darah tradisional merupakan alat tes gula darah yang paling akurat dan biasanya masih perlu digunakan bersama dengan alat tes gula darah lainnya.Alat tes gula darah tradisional terdiri dari jarum kecil yang tajam, strip tempat darah diteteskan, dan alat pengukur kadar gula darah. Alat tes gula darah ini adalah jenis yang paling umum digunakan.Alat tes gula darah tradisional dilakukan dengan cara menusukkan jari dengan jarum kecil yang tajam dan meneteskan darah pada strip yang akan dimasukkan ke dalam alat pengukur tes gula darah.Alat tes gula darah tradisional biasanya akan memberikan hasil tes kadar gula darah dalam waktu kurang dari 15 detik. Beberapa alat tes gula darah tradisional dapat mengukur rata-rata kadar gula darah Anda.
CGM bisa digunakan di bagian tubuh lainnya

2. Continuous glucose monitoring system (CGM) 

Berbeda dengan alat tes gula darah tradisional, dengan alat tes gula darah berupa CGM atau interstitial glucose measuring devices, Anda tidak perlu menusuk jari dan meneteskan darah.CGM dapat dipakai ke tubuh karena memiliki sensor yang akan dimasukkan ke dalam kulit. Sensor tersebut akan memeriksa kadar gula dalam tubuh secara terus-menerus melalui jaringan tubuh.Meskipun tidak seakurat alat tes gula darah konvensional, tetapi CGM cukup membantu dalam mengetahui pola gula darah Anda.CGM bisa mengingatkan Anda jika kadar gula darah Anda terlalu rendah atau tinggi. Sensor CGM hanya bisa bertahan selama beberapa hari atau minggu dan perlu untuk diganti lagi.CGM juga masih harus dikombinasikan dengan alat tes gula darah konvensional yang dilakukan setidaknya dua kali sehari untuk mencocokkan hasil CGM. Beberapa CGM juga dilengkapi dengan pompa insulin.

3. Alat tes gula darah yang mengukur daerah tubuh lain

Terdapat alat tes gula darah yang tidak hanya mengukur kadar gula dari ujung jari, tetapi juga bisa mengukur kadar gula darah dengan mengukur bagian tubuh lainnya, seperti bagian bawah jempol, lengan, paha, dan sebagainya.Namun, pengukuran kadar gula darah pada daerah tubuh lain tidak terlalu akurat dan akan lebih baik jika Anda mengukur kadar gula darah pada ujung jari.
Tidak hanya darah, urine juga bisa mendeteksi kadar gula darah

4. Alat tes gula darah yang mengukur keton dalam urine 

Alat tes gula darah tidak terbatas pada alat yang hanya mengukur bagian tubuh atau darah saja, karena terdapat alat tes gula darah yang mengukur keton dalam urine. Adanya keton menandakan bahwa tubuh memproduksi sedikit insulin.Serupa dengan alat tes gula darah konvensional, alat tes gula darah ini mengharuskan Anda menaruh sampel urine pada strip yang akan memberitahukan ada tidaknya keton dalam urine.

Berapa batas gula darah normal?

Kadar gula darah yang normal bagi seseorang akan berbeda-beda dalam berbagai keadaan. Berikut penjabarannya:
  • Sebelum makan: 70-130 mg/dL
  • Dua jam setelah makan: kurang dari 140 mg/dL
  • Gula darah setelah puasa 8 jam: kurang dari 100 mg/dL
  • Saat tidur: 100-140 mg/dL
Bagi orang dewasa baik pria dan wanita, tidak ada perbedaan yang signifikan. Keduanya memiiki batas normal gula darah yang sama. Hanya saja, ada sedikit perbedaan pada batas normal gula darah untuk lansia.

Kapan harus menggunakan alat tes gula darah?

Penderita diabetes perlu memantau kadar gula darah melalui alat tes gula darah. Setiap individu memiliki jadwal yang berbeda-beda tergantung dari tingkat keparahan penyakit diabetes, usia, kesehatan fisik, dan sebagainya.Namun, secara umum, Anda perlu menggunakan alat tes gula darah beberapa kali sehari, seperti sebelum makan, berolahraga, mengendarai mobil, tidur, atau saat Anda merasa kadar gula darah Anda menurun.Bila Anda memakai suntik insulin lebih dari satu hari sekali, Anda mungkin perlu menggunakan alat tes gula darah setidaknya tiga kali sehari.

Pentingnya melakukan pengecekan gula darah

Gula darah disebut juga dengan glukosa, yaitu sumber energi yang digunakan untuk beraktivitas. Dalam sehari, level gula darah akan mencapai titik terendah ketika seseorang belum makan. Itu sebabnya setelah seseorang mengonsumsi karbohidrat, maka sistem pencernaan akan mengolahnya menjadi gula darah yang diserap tubuh.Gula yang ada dalam aliran darah ini akan dialirkan ke sel-sel tubuh menjadi energi. Dengan demikian, gula darah sebaiknya tidak terlalu rendah atau terlalu tinggi. Oleh karena itu cek gula darah sangat penting dilakukan untuk mengetahui batas normal gula darah. Jika batas normal gula darah tidak terpenuhi, dapat berpengaruh pada kondisi kesehatan seseorang.

Memeriksa hasil alat tes gula darah

Sama seperti jadwal penggunaan alat tes gula darah, hasil ideal kadar gula darah berbeda-beda tiap orangnya. Secara umum, kadar gula darah penderita diabetes yang ideal adalah:
  • Sebelum makan, kadar gula darah berada di kisaran 80-130 mg/dL
  • Dua jam setelah makan, kadar gula darah berada di bawah 180 mg/dL
Selalu konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui jadwal penggunaan alat tes gula darah dan hasil kadar gula darah ideal Anda.Hasil tes gula darah yang lebih tinggi dari angka normal mengindikasikan pasien memiliki diabetes atau berisiko tinggi mengalaminya. Namun kadar gula darah yang tinggi juga bisa menjadi tanda dari kondisi-kondisi medis lain yang meliputi penyakit ginjal, hipertiroid, pankreatitis, serta kanker pankreas.Sementara itu, hasil tes gula darah yang lebih rendah dari normal dapat mengindikasikan kondisi-kondisi medis seperti hipotiroid, penggunaan insulin atau obat diabetes lain yang terlalu banyak, serta penyakit hati.
diabetesgula darahdiabetes melitus tipe 1diabetes melitus tipe 2
Healthline. https://www.healthline.com/health/blood-sugar-tests#results
Diakses pada 17 Oktober 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325729.php
Diakses pada 17 Oktober 2019
WebMD. webmd.com/diabetes/home-blood-glucose-testing#1
Diakses pada 17 Oktober 2019
WebMD. https://www.webmd.com/diabetes/guide/how-test-blood-glucose#1
Diakses pada 17 Oktober 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/249413.php
Diakses 14 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait