Panas Dalam pada Anak, Coba Redakan dengan Minuman Hangat

Panas dalam pada anak adalah indikasi penyakit lain seperti demam atau flu
Panas dalam juga bisa dialami oleh anak-anak yang membuat mereka kesulitan menelan

Panas dalam bisa dialami setiap orang, tak terkecuali anak-anak. Panas dalam pada anak biasanya ditandai dengan menurunnya nafsu makan, terkadang disertai dengan demam. Biasanya, panas dalam jarang terjadi pada anak berusia di bawah 2 tahun.

Panas dalam pada anak adalah indikasi penyakit lain seperti demam atau flu. Selain itu, panas dalam juga bisa menandakan adanya infeksi bakteri Streptococcus. Jika ini yang terjadi, panas dalam pada anak bisa terjadi secara tiba-tiba.

Tanda-tanda panas dalam pada anak

Ketika merasakan panas dalam pada anak, pasti Si Kecil merasa tidak nyaman beraktivitas. Bahkan ketika waktu makan tiba, sangat mungkin anak tidak nafsu makan karena rasa tidak nyaman di tenggorokan mereka.

Beberapa tanda terjadinya panas dalam pada anak adalah:

  • Demam
  • Tenggorokan sakit saat menelan
  • Kelenjar di leher membengkak
  • Napas berbau tidak sedap 
  • Rasa gatal di tenggorokan
  • Bagian belakang mulut tampak merah
  • Sulit menelan
  • Merasa lemah dan lesu
  • Mengeluarkan liur lebih banyak
  • Nafsu makan menurun
  • Nyeri perut
  • Mual dan muntah
  • Hidung berair
  • Batuk

Panas dalam pada anak bisa menyebabkan gejala berbeda, bergantung pada apa pemicunya. 

Pemicu panas dalam pada anak

Berbeda pemicu, akan berbeda pula kondisi panas dalam pada anak. Beberapa hal yang bisa memicu hal tersebut adalah:

  • Infeksi virus

Panas dalam pada anak bisa jadi merupakan gejala terjadinya flu, demam kelenjar, atau common cold. Jika ini yang terjadi, artinya tak perlu memberikan antibiotik karena pemicunya bukan bakteri. Ini merupakan pemicu panas dalam pada anak yang paling sering terjadi.

  • Ineksi bakteri

Frekuensi kejadian tak sebanyak infeksi virus, namun infeksi bakteri juga bisa menyebabkan panas dalam pada anak. Infeksi ini bisa terjadi karena bakteri Streptococcus atau infeksi telinga. Cara mengobatinya harus dengan antibiotik untuk membunuh bakteri.

Infeksi bakteri Streptococcus biasanya terjadi pada anak berusia di atas 3 tahun. Gejala lain panas dalam pada anak akibat infeksi bakteri ini adalah kelenjar getah bening membengkak, amandel juga tampak kemerahan disertai bintik putih, serta muncul ruam.

  • Tonsilitis

Jika panas dalam pada anak disertai dengan amandel berwarna kemerahan dan membengkak, bisa jadi pemicunya adalah tonsilitis. Istilah lain dari tonsilitis adalah radang amandel yang kerap dialami anak berusia 3-7 tahun.

Kapan harus dibawa ke dokter?

Lagi-lagi bergantung pada penyebabnya, ada kondisi yang mengharuskan anak dibawa ke dokter, ada yang tidak. Namun jika yang terjadi adalah beberapa hal ini, pastikan tidak menunda memeriksa ke dokter:

  • Kesulitan menelan 
  • Kesulitan bernapas
  • Mengeluhkan leher terasa bengkak atau kaku
  • Tidak bisa membuka mulut sepenuhnya
  • Demam tidak kunjung turun
  • Panas dalam tak mereda setelah berhari-hari
  • Sangat lesu dan tidak berenergi
  • Muncul cairan nanah di bagian belakang tenggorokan

Apabila dibawa ke dokter, maka akan diberikan pengobatan sesuai dengan diagnosis anak. Contohnya jika pemicunya adalah bakteri maka akan diberi antibiotik, namun tidak perlu antibiotik jika disebabkan oleh virus.

Di rumah, orangtua juga bisa membantu meredakan panas dalam pada anak lewat beberapa cara seperti:

  • Memberikan minuman atau cairan hangat
  • Jika tidak mau makan, berikan nutrisi lewat es (ice pops)
  • Berkumur dengan air hangat dan garam
  • Hindari makanan yang terlalu gurih, masam, atau pedas 

Sebagai langkah pencegahan, penting untuk memastikan anak selalu mencuci tangan dengan sabun setiap kali usai beraktivitas dan sebelum makan. Selain itu, ajari anak dan anggota keluarga lainnya untuk tidak berbagi peralatan makan dan gelas, apapun kondisinya.

Tak perlu khawatir berlebih ketika terjadi panas dalam pada anak karena hal ini wajar dialami anak-anak. Bahkan pada beberapa kasus, panas dalam pada anak bisa mereda dengan sendirinya setelah beberapa hari.

Harvard Health. https://www.health.harvard.edu/blog/worry-childs-sore-throat-2018011613119
Diakses 25 Februari 2020

About Kids Health. https://www.aboutkidshealth.ca/article?contentid=748&language=english
Diakses 25 Februari 2020

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/sore-throat-sheet.html
Diakses 25 Februari 2020

Raising Children. https://raisingchildren.net.au/guides/a-z-health-reference/sore-throat
Diakses 25 Februari 2020

Artikel Terkait