Palpitasi adalah Sensasi Jantung Berdebar Kencang, Benarkah Berbahaya?

(0)
06 Apr 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Palpitasi adalah sensai jantung yang terasa berdetak keras atau adanya detak tambahanPalpitasi adalah sensasi atau perasaan ketika jantung terasa berdebar
Pernahkah Anda mengalami detak jantung yang sangat terasa dan tidak nyaman? Kondisi tersebut dapat menandakan palpitasi jantung. Arti palpitasi adalah sensasi atau perasaan ketika jantung terasa berdebar, berdetak keras, atau tidak teratur.Palpitasi jantung dapat terjadi tiba-tiba dan sering kali hanya berlangsung dalam beberapa detik atau menit saja. Debaran jantung ini juga dapat Anda rasakan di tenggorokan atau leher.Dari pengertian palpitasi di atas, kondisi ini mungkin terdengar mengkhawatirkan jika Anda mengalaminya. Namun, palpitasi umumnya tidak berbahaya dan bukan gejala gangguan kesehatan serius. Mari kita kenali lebih jauh apa itu palpitasi jantung beserta gejala dan penyebabnya

Ciri-ciri palpitasi jantung

Beberapa ciri-ciri dari palpitasi adalah:
  • Jantung berdebar keras
  • Jantung berdetak terlalu cepat
  • Terasa ada detakan yang terlewat
  • Terasa berdentum atau berdenyut keras
  • Terjadi secara tiba-tiba
  • Berlangsung dalam beberapa detik hingga menit
  • Debaran jantung dapat dirasakan pada leher, tenggorokan, dan dada
Dalam kasus yang jarang terjadi, palpitasi jantung bisa menjadi ciri jantung bermasalah. Salah satu gangguan jantung yang memiliki gejala palpitasi adalah aritmia atau detak jantung tidak teratur. Kondisi ini merupakan gangguan jantung yang lebih serius dan mungkin memerlukan perawatan medis.

Penyebab palpitasi jantung dan cara mengatasinya

Masalah jantung aritmia penyebab palpitasi
Masalah jantung seperti aritmia bisa sebabkan palpitasi
Ada beberapa kondisi yang bisa jadi penyebab palpitasi jantung, mulai dari gaya hidup yang tidak sehat hingga kondisi medis tertentu. Beberapa penyebab palpitasi adalah:

1. Gaya hidup

Gaya hidup yang tidak sehat dapat memicu terjadinya palpitasi jantung. Sejumlah kemungkinan gaya hidup yang jadi penyebab palpitasi adalah olahraga berat, kurang tidur, konsumsi minuman berkafein atau minuman keras, merokok, konsumsi makanan yang terlalu pedas, atau konsumsi obat-obatan terlarang.Palpitasi jantung yang disebabkan oleh gaya hidup biasanya dapat hilang dengan sendirinya. Untuk mencegah terjadinya palpitasi, Anda dapat menghindari gaya hidup yang bisa menjadi pemicunya.

2. Kondisi emosional atau psikologis

Emosi yang kuat atau kondisi psikologis tertentu juga bisa menjadi penyebab palpitasi jantung. Anda bisa mengalami palpitasi saat merasakan perasaan gembira yang berlebihan, gugup, atau stres.Jantung berdebar juga sering disebabkan oleh emosi atau masalah psikologis, seperti gangguan kecemasan atau serangan panik.Untuk mengatasi palpitasi jantung akibat masalah emosional atau psikologis, Anda dapat mencoba melakukan latihan atau terapi yang dapat membantu menenangkan pikiran dan perasaan.Beberapa latihan yang dapat Anda coba untuk mengatasi pemicu palpitasi adalah latihan pernapasan, yoga, meditasi, hingga mempelajari teknik menangani serangan panik.

3. Kondisi hormon

Perubahan hormon termasuk salah satu pemicu terjadinya palpitasi jantung. Kondisi ini biasanya terjadi ketika masa menstruasi, kehamilan, atau menopause. Palpitasi yang terjadi karena kondisi hormon biasanya hanya berlangsung sementara dan tidak perlu dikhawatirkan.

4. Pengobatan

Palpitasi jantung juga dapat disebabkan oleh beberapa jenis obat-obatan tertentu, seperti inhaler, antihistamin, antibiotik, atau obat antidepresan.Palpitasi yang dipicu oleh obat-obatan biasanya dapat Anda rasakan tidak lama setelah mengonsumsinya. Untuk mengatasinya, konsultasikan masalah tersebut dengan dokter yang telah meresepkan obat.Namun, jangan berhenti mengonsumsi obat yang diresepkan sebelum mendapatkan persetujuan dari dokter.

5. Masalah jantung

Palpitasi jantung juga mungkin merupakan gejala dari gangguan jantung yang lebih serius. Beberapa gangguan jantung yang dapat menjadi penyebab palpitasi adalah:
  • Aritmia (masalah irama jantung)
  • Gangguan pada katup jantung
  • Kardiomiopati hipertrofi (kondisi otot dan dinding jantung membesar dan menebal)
  • Gagal jantung (kondisi jantung tidak dapat memompa darah ke seluruh tubuh dengan baik)
  • Penyakit jantung bawaan.
Mengatasi palpitasi yang disebabkan oleh gangguan jantung lainnya perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Beberapa kondisi gangguan jantung tersebut bisa menjadi serius dan memerlukan perawatan medis khusus. Baik dengan pengobatan, perubahan gaya hidup, atau pembedahan.

6. Kondisi medis lainnya

Beberapa kondisi medis yang dapat memicu terjadinya palpitasi adalah hipertiroidisme (kelenjar tiroid yang terlalu aktif), kadar gula rendah (hipoglikemia), anemia yang memengaruhi sel darah merah, hipotensi postural, dan dehidrasi.Cara mengatasi palpitasi jantung yang disebabkan berbagai kondisi medis lain harus disesuaikan dengan penyebabnya. Apabila kondisi tersebut dapat ditangani, maka palpitasi seharusnya juga bisa diatasi.Jika palpitasi jantung jarang terjadi atau hanya berlangsung selama beberapa detik, Anda tidak ada perlu mengkhawatirkannya. Namun, apabila palpitasi sering terjadi atau kondisinya kian memburuk, sebaiknya segera kunjungi dokter.Khususnya, jika Anda memiliki riwayat gangguan jantung atau palpitasi disertai gejala, seperti nyeri dada, sesak napas atau napas pendek, pusing berat, hingga pingsan.Jika Anda punya pertanyaan seputar masalah jantung, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
penyakit jantungjantung berdebar
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/heart-palpitations/
Diakses 24 Maret 2021
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/003081.htm#
Diakses 24 Maret 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-palpitations/symptoms-causes/syc-20373196
Diakses 24 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait