Pakai Deterjen Hingga Sabun Khusus, Cara Menjaga Kulit Bayi Sensitif


Secara alami, kulit bayi sensitif apabila dibandingkan dengan orang dewasa. Itulah mengapa terkadang sulit mendeteksi apakah sensitivitas kulit si kecil masih dalam batas wajar atau tidak. Menggunakan sabun bayi dan deterjen khusus bisa menjadi pilihan mengatasinya.

(0)
14 Apr 2021|Azelia Trifiana
Gunakan sabun dan deterjen khusus bayiGunakan sabun dan deterjen khusus bayi
Secara alami, kulit bayi sensitif apabila dibandingkan dengan orang dewasa. Itulah mengapa terkadang sulit mendeteksi apakah sensitivitas kulit si kecil masih dalam batas wajar atau tidak.Sebagai contoh, munculnya biang keringat atau kulit kering bukan berarti tanda kulit sensitif. Ini adalah kondisi kulit yang umum terjadi pada bayi.

Kapan kulit bayi dianggap sensitif?

Berikut ini beberapa indikator kulit bayi sensitif, seperti:
  • Reaksi kulit setelah mandi menggunakan sabun
  • Reaksi kulit setelah menggunakan lotion
  • Perubahan kulit setelah mengenakan pakaian
  • Perubahan kulit setelah memakai selimut
Paling mudah mengenali apakah kulit bayi sensitif atau tidak setelah ada kontak langsung dalam aktivitas sehari-hari. Contohnya kontak dengan deterjen, pengharum dalam lotion, sabun, atau pewarna pada kain.Di sisi lain, ada kondisi yang masih dianggap normal karena kulit bayi memang masih sensitif. Beberapa contohnya adalah:
  • Ruam di kulit akibat cuaca panas atau air liur
  • Munculnya jerawat bayi terutama pada usia 2-4 minggu setelah melahirkan
  • Milia atau benjolan kecil berwarna putih di wajah, biasanya ada pada 40% bayi baru lahir
  • Erythema toxicum yaitu ruam berwarna merah dengan bagian tengah putih atau kuning. Umumnya, ruam ini muncul dalam 1-2 hari pertama setelah lahir.
  • Cradle cap atau kerak berwarna putih di kulit kepala terutama dekat dengan garis tumbuhnya rambut
  • Hemangioma atau tanda lahir berwarna merah dan menonjol. Disebut juga dengan strawberry spots, tanda ini bisa muncul pada usia 1 bulan dan memudar saat anak menginjak usia 12 bulan.
  • Nevus flammeus yaitu tanda lahir berwarna merah atau pink di hidung atau dahi bayi
  • Dermal melanocytosis yaitu tanda lahir datar yang sekilas terlihat seperti luka. Disebut juga dengan Mongolian spots
Apabila masih ragu apakah tanda atau kondisi lain di kulit bayi termasuk tanda kulit sensitif atau tidak, Anda bisa mendiskusikannya dengan dokter spesialis anak. Selain itu, Anda juga bisa mengambil gambar atau foto sehingga dapat dibandingkan kondisinya dari waktu ke waktu.

Penyebab iritasi kulit bayi

Penting untuk tahu apa penyebab iritasi pada kulit bayi sensitif. Semakin jelas diagnosisnya, penanganannya juga bisa lebih efektif. Beberapa penyebab yang kerap terjadi adalah:

1. Eksim

Eksim adalah kondisi kulit kronis yang umum terjadi. Pada bayi, eksim paling sering muncul pertama kali di kedua pipi kemudian menyebar ke wajah, kaki, dan tangan. Umumnya, dokter akan memberikan pelembap khusus ke area yang terdampak 2 kali dalam seminggu.Untuk menanganinya, dokter juga merekomendasikan untuk tidak menggunakan sabun berlebihan saat mandi. Ini penting karena kulit yang tengah bereaksi karena eksim sangatlah sensitif terhadap sabun. Sementara pada kasus eksim yang lebih parah, dokter akan meresepkan krim antibiotik atau steroid. Konsultasikan terlebih dahulu sebelum menggunakannya.

2. Dermatitis kontak

Kondisi dermatitis kontak termasuk reaksi alergi dengan ciri-ciri muncul ruam, pembengkakan, hingga benjolan mengandung air. Ini terjadi ketika kulit sensitif bayi mengalami kontak langsung dengan pemicu iritasi.Untuk mengatasinya, ada dua langkah yang bisa dilakukan. Pertama, meredakan gejala yang muncul. Kedua, mengidentifikasi apa pemicunya.Ketika bayi tanpa sengaja kontak langsung dengan objek yang diduga sebagai pemicu alergi, basuh kulitnya dengan air dan sabun. Anda juga bisa berdiskusi dengan dokter untuk menemukan krim atau salep yang dapat diaplikasikan saat dermatitis kontak kambuh.Perhatikan betul apabila ada reaksi yang berhubungan dengan pernapasan. Selain itu, lihat apakah reaksi alergi juga mengenai area wajah dan kelamin. Apabila disertai demam, bisa jadi si kecil mengalami infeksi. Segera cari penanganan medis ketika ini terjadi.Selain kedua kondisi di atas, masalah kulit lain seperti erythema toxicum, jerawat bayi, cradle cap, dan milia termasuk yang ringan dan bisa mereda dengan sendirinya.Lebih jauh lagi, beberapa indikator lain kapan kulit bayi sensitif harus mendapat penanganan dokter adalah:
  • Kulit ruam, kering, hingga pecah-pecah yang tak kunjung mereda setelah beberapa hari
  • Ruam kulit disertai dengan demam tinggi
  • Pengobatan tidak berpengaruh terhadap ruam
  • Ruam kulit mengalami infeksi

Cara menangani kulit bayi sensitif

bayi mandi
Gunakan sabun bayi yang aman
Sangat baik apabila orangtua tahu secara pasti apa zat yang menyebabkan kulit bayi sensitif bermasalah. Apabila masih belum diketahui, coba lakukan beberapa langkah seperti:
  • Menghindari penggunaan deterjen dengan pewangi atau pewarna
  • Menggunakan sabun lembut untuk mandi
  • Memastikan area popok tetap bersih dan kering dengan menggantinya secara berkala
Tak kalah penting, jangan langsung menggunakan pengobatan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Apa yang efektif pada bayi lain, belum tentu berlaku sama pada bayi Anda.

Selalu ingat pula untuk menjaga agar kamar anak bebas alergi, menjaga kebersihan ruangan, serta memastikan kulit bayi tetap lembap.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar kulit bayi sensitif, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
bayi & menyusuiibu dan anaktumbuh kembang bayi
Healthline. https://www.healthline.com/health/baby/signs-of-sensitive-baby-skin
Diakses pada 30 Maret 2021
Columbia Doctors. https://www.columbiadoctors.org/childrens-health/condition/contact-dermatitis
Diakses pada 30 Maret 2021
American Academy of Dermatology Association. https://www.aad.org/public/diseases/acne/really-acne/baby-acne
Diakses pada 30 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait