Necrotizing fasciitis merupakan infeksi kulit langka akibat bakteri
Infeksi kulit necrotizing fasciitis membutuhkan penanganan yang cepat menggunakan antibiotik dan prosedur operasi.

Bakteri yang disebut group A Streptococcus adalah penyebab beragam infeksi. Salah satunya adalah necrotizing fasciitis, infeksi kulit langka akibat bakteri yang menyebar dengan cepat ke seluruh tubuh. 

Gerbang masuk ke tubuh manusia paling mudah bagi bakteri adalah saat ada luka terbuka, luka bakar, gigitan serangga, hingga luka pascaoperasi. 

Hal yang sama terjadi dalam necrotizing fasciitis. Kata necrotizing berarti matinya jaringan. Sementara fasciitis berarti pembengkakan fascia, jaringan di bawah kulit yang membungkus otot, saraf, lemak, dan pembuluh darah.

[[artikel-terkait]]

Bagaimana gejala infeksi kulit necrotizing fasciitis?

Tentu pada setiap kejadian infeksi kulit, gejalanya bisa terdeteksi dengan mudah. Dalam necrotizing fasciitis, beberapa gejala yang mungkin terjadi adalah:

  • Area kulit yang merah dan membengkak
  • Rasa nyeri luar biasa
  • Demam
  • Luka atau bintik gelap di kulit
  • Perubahan warna kulit
  • Nanah keluar dari kulit yang terinfeksi
  • Lelah dan lesu
  • Sakit kepala
  • Diare atau mual

Bagaimana mengatasinya?

Untuk mengatasi infeksi kulit pada necrotizing fasciitis, penangangan cepat adalah kunci kesembuhan. Langkah paling awal yang akan diambil biasanya berupa pemberian antibiotik dan operasi.

Hal ini sangat krusial karena necrotizing fasciitis dapat menyebar dengan sangat cepat. Operasi harus dilakukan sesegera mungkin. 

Pemberian antibiotik memang bisa memusnahkan bakteri. Meski demikian, terkadang antibiotik tidak dapat menjangkau semua area terutama yang jaringannya telah mati. 

Ketika hal ini terjadi, mau tidak mau dokter harus mengangkat jaringan yang mati agar infeksi tidak menyebar kian luas. 

Kemiripan dengan infeksi kulit lain

Terkadang mendiagnosis necrotizing fasciitis tidak mudah karena gejalanya sangat mirip dengan infeksi kulit lainnya. Itu sebabnya dokter tak hanya melihat luka secara kasat mata saja.

Diperlukan langkah-langkah medis lebih lanjut, seperti:

  • Mengambil sampel jaringan (biopsi) untuk diperiksa di lab
  • Memeriksa darah untuk mengetahui adakah kerusakan otot atau infeksi
  • CT scan/ MRI/ USG di area yang terluka

Tantangan lain dalam menangani pasien necrotizing fasciitis adalah kemungkinan terjadinya komplikasi seperti sepsis (infeksi darah) hingga kegagalan organ.

Selain itu, kerap terjadi shock berupa Streptococcal toxic shock syndrome yang dapat menyebabkan kematian. Ketika pasien mengalami hal ini, tekanan darahnya bisa turun drastis dan menyebabkan organ-organ gagal berfungsi.

Infeksi kulit langka

Necrotizing fasciitis adalah infeksi kulit yang sangat langka. Mungkin yang menjadi pertanyaan banyak orang adalah: siapa yang rentan mengalami necrotizing fasciitis?

Mereka adalah orang-orang yang sebelumnya telah menderita penyakit yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti pasien:

Lebih jauh lagi, necrotizing fasciitis tidak menular dari satu individu ke individu lainnya. 

Adakah cara mencegahnya?

Cara terbaik untuk mencegah infeksi kulit adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan, terutama ketika mengalami luka. Beberapa caranya adalah:

  • Bersihkan semua luka terbuka dengan air dan sabun antiseptik
  • Tutup luka dengan plester bersih
  • Cuci tangan secara berkala
  • Ketika mengalami luka terbuka, hindari beraktivitas di kolam renang atau jacuzzi

Jangan beri celah untuk bakteri masuk ke tubuh Anda lewat luka terbuka. Meskipun langka, waspadai kemungkinan terjadinya infeksi kulit dengan mengikuti langkah-langkah pencegahan di atas.

Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/groupastrep/diseases-public/necrotizing-fasciitis.html
Diakses 31 Mei 2019

WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/necrotizing-fasciitis-flesh-eating-bacteria
Diakses 31 Mei 2019

National Organization for Rare Disorders. https://rarediseases.org/rare-diseases/necrotizing-fasciitis/
Diakses 31 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed