Cedera Kepala: Penyebab, Gejala, dan Cara Perawatannya

Dalam olahraga, cedera kepala selalu menjadi kondisi yang sangat berbahaya hingga membutuhkan perhatian khusus dan intensif
Cedera kepala memiliki risiko menyebabkan cacat permanen, gangguan mental, dan bahkan kematian.

Sebagai salah satu bagian tubuh yang menyimpan organ vital, kondisi kepala selalu menjadi perhatian utama dalam setiap kecelakaan. Dalam olahraga, cedera kepala selalu menjadi kondisi yang sangat berbahaya hingga membutuhkan perhatian khusus dan intensif.

Cedera kepala dapat berisiko menyebabkan cacat permanen, gangguan mental, dan bahkan kematian. Bagi kebanyakan orang, cedera kepala dianggap sebagai risiko yang sulit dihindari, apalagi bagi mereka yang terlibat dalam olahraga dan kegiatan fisik lainnya.

Namun, ada langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk menurunkan risiko dan melindungi diri Anda dan anak-anak dari cedera kepala.

Apa Itu Cedera Kepala?

Cedera kepala adalah segala jenis cedera pada otak, tengkorak, atau kulit kepala Anda. Bentuk cedera kepala mulai dari benjolan ringan, memar, hingga cedera otak traumatis. 

Cedera kepala yang umum termasuk gegar otak, patah tulang tengkorak, dan luka di kulit kepala. Dampak dari cedera kepala sangat beragam tergantung seberapa parah luka yang terjadi. 

Penyebab Cedera Kepala

Olahraga dan aktivitas fisik menjadi penyebab utama terjadinya cedera kepala. Berikut ini adalah beberapa olahraga dan aktivitas fisik yang dapat mengakibatkan cedera pada kepala, di antaranya:

  • Bersepeda
  • Sepak bola
  • Bola basket
  • Baseball dan softball

Gejala Gegar Otak Akibat Cedera Kepala

Apabila Anda mengalami benturan keras pada kepala saat melakukan olahraga atau aktivitas fisik berat, segera lakukan pemeriksaan untuk memastikan tidak ada cedera serius pada otak. Biasanya, seseorang yang mengalami cedera otak akan menunjukkan beberapa gejala, di antaranya:

  • Kebingungan dan pusing
  • Depresi dan stres
  • Timbulnya masalah keseimbangan
  • Pandangan ganda atau kabur
  • Merasa lesu atau lelah
  • Sakit kepala
  • Hilang ingatan
  • Mual dan muntah
  • Sensitivitas terhadap cahaya atau suara
  • Timbul gangguan tidur
  • Kesulitan berkonsentrasi

Selain itu, ada pula beberapa indikasi yang menandakan cedera kepala lebih serius daripada gegar otak serta membutuhkan perawatan darurat. Indikasi tersebut di antaranya:

  • Perubahan ukuran pupil
  • Keluarnya cairan bening atau darah yang mengalir dari hidung, mulut, atau telinga
  • Kejang
  • Perubahan bentuk wajah
  • Memar pada wajah
  • Retak di tengkorak atau wajah
  • Gangguan pada indra pendengaran, penglihatan, penciuman (membaui sesuatu), dan pengecapan (rasa)
  • Kesulitan untuk menggerakkan satu atau lebih anggota badan
  • Emosional
  • Hilang kesadaran
  • Sesak napas
  • Sakit kepala yang parah
  • Sulit bicara
  • Penglihatan kabur
  • Leher kaku
  • Mual dan muntah
  • Pembengkakan di tempat cedera
  • Perawatan Cedera Kepala

Apabila Anda mengalami cedera yang menyerang bagian kepala, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter agar mendapatkan tindakan yang tepat dan cepat jika ditemukan masalah serius.

Untuk cedera ringan pada kepala, seseorang akan memerlukan perawatan yang kurang lebih sama seperti cedera lain. Misalnya istirahat, mengompres memar dengan air dingin atau es, serta mengkonsumsi obat pereda nyeri jika diperlukan.

Namun, jika dokter menemukan cedera yang serius hingga melukai otak, Anda akan membutuhkan penanganan khusus segera untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Ingat, jangan pernah menyepelekan saat Anda mengalami benturan atau kecelakaan yang melibatkan kepala. Pasalnya, cedera kepala yang tidak terdiagnosis dan tidak mendapatkan perawatan yang tepat dapat berisiko pada kecacatan dan kerusakan organ yang jangka panjang.

Gejala harus dipantau secara ketat sering dengan cedera sedang sampai berat dan mungkin memerlukan menginap semalam di rumah sakit. Sinar-X dapat digunakan untuk memeriksa kemungkinan fraktur tengkorak dan stabilitas tulang belakang.

Dalam beberapa kasus, dokter dapat meminta CT scan atau MRI untuk memeriksa sejauh mana kerusakan yang terjadi. Cedera yang lebih parah mungkin memerlukan operasi untuk mengurangi tekanan dari pembengkakan.

Meskipun cedera kepala bukan hal yang mustahil untuk disembuhkan, sebaiknya lakukan pencegahan dengan selalu menggunakan pengaman saat berolahraga. Misalnya, selalu menggunakan helm ketika bersepeda.

WebMD. https://www.webmd.com/fitness-exercise/guide/head-injuries-causes-and-
treatments#1
Diakses pada Oktober 2018

Healthline. https://www.healthline.com/health/head-injury
Diakses pada Februari 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed