Pacaran Sehat Dapat Dilihat dari 8 Tanda Ini, Sudahkan Anda dan Pasangan Memilikinya?

Pacaran sehat bisa menjadi "fondasi" hubungan yang kokoh.
Pacaran sehat tidak bisa digapai jika tidak ada kerjasama di antara kedua belah pihak.

Pacaran sehat menjadi sebutan untuk menggambarkan hubungan yang saling menghargai satu sama lain. Masalahnya, banyak pasangan yang tidak mengetahui tanda-tanda pacaran sehat, sehingga timbul rasa bingung yang "menyesatkan" dua sejoli saat menjalin hubungan cinta.

Tenang saja, di sini Anda akan menemukan berbagai macam tanda pacaran sehat dan tips untuk menggapainya.

Pacaran sehat, apa ciri-cirinya?

Menjalin hubungan cinta yang romantis, bukan jaminan bahwa pacaran sehat dapat digapai secara otomatis. Buktinya, banyak pacaran yang terlihat romantis di luar, tapi ternyata "menyembunyikan" banyak masalah di dalam.

Kenalilah berbagai tanda pacaran sehat ini, supaya Anda dan pasangan bisa "introspeksi" diri.

1. Komunikasi yang terbuka

Pacaran
Jika ingin pacaran sehat, berkomunikasilah!

Pacaran yang sehat dapat digapai jika komunikasi antara Anda dan pasangan, dilakukan secara terbuka. Pacaran sehat ditandai dengan adanya rasa keberanian untuk membahas apapun dengan pasangan, termasuk soal pekerjaan, masalah kesehatan, hingga keuangan.

Pacaran sehat juga ditandai dengan tidak adanya “penghakiman” di antara satu sama lain, setelah saling berbicara jujur.

2. Kepercayaan

Kepercayaan dapat diibaratkan sebagai “fondasi” yang mengokohkan pacaran sehat. Kepercayaan di sini lebih dari sekadar yakin bahwa pasangan tidak akan selingkuh atau berbohong.

Kepercayaan yang di maksud di sini adalah keyakinan bahwa pasangan tidak akan menyakiti Anda secara fisik ataupun mental.

3. Rasa ingin tahu

Rasa ingin tahu terhadap yang sedang terjadi di dalam hidup pasangan, menjadi salah satu karakteristik pacaran sehat. Entah itu tentang masalah hidup ataupun mimpi yang ingin dicapai pasangan Anda.

Tanpa rasa ingin tahu semacam ini, Anda atau pasangan bisa saja mengalami kebosanan dalam menjalani hubungan percintaan.

4. Rasa saling menghargai

Pacaran
Pacaran sehat bisa ditandai dengan saling menghargai

Pacaran sehat ditandai dengan adanya rasa saling menghargai satu sama lain. Misalkan ada di antara Anda yang merasa superior dibandingkan pasangan, pacaran sehat tidak akan pernah bisa dicapai.

Ada banyak cara untuk menunjukkan rasa menghargai dan menghormati pasangan dalam pacaran sehat, seperti:

  • Mau mendengarkan keluh kesah
  • Tidak menunda-nunda jika pasangan meminta Anda melakukan sesuatu yang baik
  • Salieng mengerti dan mau memaafkan kesalahan pasangan
  • Memberikan ruang dan waktu untuk pasangan
  • Memberikan izin pada pasangan untuk memiliki quality time sendiri atau bersama keluarga
  • Mendukung pasangan dalam mengejar cita-cita dan mimpinya

Jika rasa saling menghargai sudah dibangun sejak awal berhubungan, maka pacaran sehat bukan lagi mimpi belaka.

5. Rasa sayang yang tak padam

Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa rasa sayang dibutuhkan untuk pacaran sehat? Padahal, rasa sayang kan sudah pasti ada di dalam pacaran.

Jangan salah, rasa sayang biasanya memuncak di awal pacarana. Namun seiring berjalannya waktu, rasa sayang bisa menurun. Padahal dalam pacaran sehat, seharusnya rasa sayang akan terus meningkat, seiring bertambahnya “umur” hubungan Anda.

6. Kerja sama

Pacaran sehat juga bisa ditandai dengan adanya kerja sama satu sama lain. Anda dan pasangan idealnya bekerjasama untuk saling mendukung, di saat kesulitan datang. Jika kerja sama tidak dibangun sejak awal, fondasi hubungan berisiko goyah seiring berjalannya waktu.

7. Bisa menyelesaikan masalah dengan baik

Dalam pacaran sehat, masalah pun pasti akan muncul. Namun, cara Anda dan pasangan dalam menyelesaikan masalah, bisa menjadi tanda-tanda pacaran sehat, lho.

Jika Anda dan pasangan mampu menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, tanpa emosi. Sebab, ini menjadi tanda-tanda pacaran sehat.

Perlu diingat, pasangan yang bisa mencari solusi untuk sebuah masalah tanpa emosi, biasanya akan mendapatkan “jawaban” yang lebih baik.

8. Tidak melulu serius

Pacaran sehat bukan berarti Anda dan pasangan harus serius terus-terusan. Ada saatnya, dibutuhkan lelucon sangat diperlukan. Sebab, keseriusan yang berlarut-larut dianggap bisa membuat gaya pacaran jadi terlalu kaku dan membosankan.

“Lampu merah” dalam hubungan

Perlu diakui, setiap pasangan pasti memiliki masalahnya sendiri. Selain itu, pacaran juga tidak akan sehat selamanya. Gangguan kesehatan mental seperti stres bisa mengakibatkan salah satu di antara Anda membawa masalah baru ke dalam hubungan.

Berikut ini adalah “lampu merah” dalam hubungan yang harus diwaspadai:

  • Merasa terpaksa untuk mengubah diri
  • Melupakan kebutuhan sendiri demi kebutuhan pasangan
  • Merasa tertekan untuk meninggalkan hal-hal yang Anda sukai, demi pasangan
  • Munculnya rasa takut untuk beropini dan berbagi keluh kesah
  • Komunikasi tidak berjalan dengan baik
  • Merasa bahwa menghabiskan waktu dengan pasangan adalah sebuah kewajiban
  • Menghindari satu sama lain
  • Berteriak
  • Adanya kekerasan fisik

Beberapa “lampu merah” dalam hubungan di atas, ada yang bersifat sementara. Namun, ada juga yang akan bersifat permanen.

Kalau kekerasan fisik sudah muncul dalam berpacaran, yang harus menjadi fokus Anda adalah keselamatan diri, bukan memperjuangkan pasangan lagi.

Catatan dari SehatQ:

Apabila Anda sudah merasa stres dan terganggu dengan masalah-masalah yang ada dalam hubungan, sebaiknya bicarakan baik-baik bersama pasangan dengan kepala dingin.

Jikalau Anda dan pasangan tidak juga mendapatkan solusi, sebaiknya carilah bantuan dari psikolog untuk meminta tips dan saran.

Healthline. https://www.healthline.com/health/healthy-relationship#characteristics
Diakses pada 3 April 2020

Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/all-about-healthy-relationship-4774802
Diakses pada 3 April 2020

Artikel Terkait