Oversharing, Perilaku yang Wajib Dihindari di Media Sosial


Berbagi hal pribadi secara online lewat media sosial adalah hal umum. Namun jika berlebihan, hati-hati kelewat batas atau oversharing. Risikonya bukan hanya membuat jengah teman-teman di medsos saja, namun sama dengan membukakan pintu untuk terjadinya cyber crime.

0,0
25 Jul 2021|Azelia Trifiana
Oversharing di media sosial bukanlah hal yang baikOversharing di media sosial bukanlah hal yang baik
Berbagi hal pribadi secara online lewat media sosial adalah hal umum. Namun jika berlebihan, hati-hati kelewat batas atau oversharing. Risikonya bukan hanya membuat jengah teman-teman di medsos saja, namun sama dengan membukakan pintu untuk terjadinya cyber crime.Belum lagi risiko lain seperti rentannya terjadi perundungan, pelecehan, hingga konflik personal dan profesional. Memang benar akun Anda merupakan ranah pribadi sepenuhnya. Namun ingat, ketika sudah melemparkan sebuah informasi secara online, kendali sudah bukan lagi di tangan Anda.

Risiko oversharing

Sebenarnya, oversharing tidak semata-mata dinilai dari apa yang dibagikan ke orang lain. Baik lewat media sosial maupun bercerita secara langsung. Justru, oversharing terjadi ketika seseorang tidak berhasil menghormati batasan dirinya sendiri.Sebab, mustahil bisa mengendalikan reaksi orang lain terhadap apapun yang dibagikan di media sosial. Itu sudah masuk ke ranah publik. Artinya, satu-satunya yang bisa dikendalikan adalah apa yang Anda bagikan dan tidak.Lalu, apa saja risiko yang mengintai ketika seseorang terjebak dalam oversharing?

1. Kejahatan siber

Membagikan data pribadi secara berlebihan di media sosial akan membuka peluang terjadinya kejahatan siber. Contohnya mulai dari nama lengkap, alamat, tanggal lahir, hingga nomor identitas. Semuanya bisa saja disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggungjawab.Jangan salah, kejahatan siber ini mungkin terjadi bukan hanya ketika Anda berbagi foto atau video saja. Sekadar mengunggah Instagram story yang akan hilang dengan sendirinya setelah 24 jam pun tetap bisa disalahgunakan lewat modus malware, phishing, ransomware, dan semacamnya.

2. Risiko bagi anak-anak

Orangtua yang berlebihan mengunggah foto atau video anak-anak mereka juga bisa membuat mereka terancam. Kerap kali, orangtua belum tahu batasan yang sehat untuk berbagi hal personal ke media sosial.Secara psikologi, idealnya yang diunggah secara online adalah informasi yang berdampak positif pada anak, bukan sekadar eksistensi orangtua. Belum lagi jika orangtua memaksa anak tampil sempurna demi konten di media sosial, saatnya berpikir ulang dan segera menghentikan kebiasaan ini.Orangtua bisa juga belajar dengan tidak sembarangan mengunggah setiap momen anak bahkan ketika mereka terlelap secara online. Anak berhak memberikan consent ketika dirinya diunggah ke media sosial. Jika anak masih di bawah umur untuk melakukan itu, orangtua tetap harus menghormatinya.

3. Pencurian identitas

Bukan hanya terjadi pada publik figur saja, oversharing juga rentan dimanfaatkan oleh pencuri identitas. Sederhananya, ini adalah praktik kriminal ketika seseorang meniru identitas seseorang demi keuntungan dirinya sendiri.Mulai dari menyebarkan fitnah, membentuk persepsi negatif, hingga penipuan. Sering sekali ada seseorang yang meniru identitas dan meminta bantuan teman agar segera ditransfer. Hal semacam ini yang bisa terjadi pada orang yang oversharing.

4. Akses lokasi

Kerap kali, seseorang memberikan keterangan lokasi seperti alamat rumah, alamat kantor, alamat daycare, atau tempat dia berada saat itu saat berbagi secara real time di media sosial. Ini juga berbahaya karena memberikan peluang seseorang untuk mengintai pola rutinitas setiap harinya.Belum lagi jika ditambah dengan berbagai informasi lengkap yang dipaparkan seperti kebiasaan di hari Senin, di akhir pekan, dan seterusnya. Ini bisa dimanfaatkan orang untuk mengikuti ritme tersebut demi melancarkan niat jahatnya.

5. Pembobolan kata sandi

Oversharing juga bisa memberi celah untuk pembobolan kata sandi. Terkadang, banyak orang yang hanya memasang password berupa tanggal lahir atau kombinasi lain yang mudah sekali ditebak. Sekali dicuri, akan sangat mudah bagi pelaku cyber crime untuk membobol aspek kehidupan Anda.

6. Perundungan

Apa saja bisa dijadikan bahan perundungan alias bullying oleh pengguna media sosial. Masa lalu, trauma masa kecil, pengalaman buruk, penampilan, bahkan menyampaikan pendapat saja bisa jadi sumber masalah baru. Ini bisa berdampak buruk pada kesehatan mental orang yang mengalaminya.Sebab, tidak ada satu opini seragam terhadap sebuah topik. Jadi, bisa saja apa yang Anda rasa benar ternyata justru diserang oleh netizen. Dampaknya luar biasa, bahkan bisa berlangsung cukup lama dengan dampak yang merusak.

Bukan hanya di media sosial

Menariknya lagi, dampak negatif oversharing ini juga bisa terjadi dalam interaksi di dunia nyata. Apabila berjalan dengan mulus, memang berbagi dengan orang lain bisa membangun kedekatan tersendiri.Akan tetapi, jika berlebihan dan disampaikan dalam waktu tidak tepat justru dapat merusak sebuah hubungan. Belum lagi kemungkinan merasa malu karena terlalu banyak informasi yang diterapkan.Berbagi cerita dengan orang lain adalah proses komunikasi kompleks yang sangat berdampak pada hubungan. Bisa menjadi bumerang apabila salah satu pihak cenderung oversharing dan justru mengganggu pihak lain.

Catatan dari SehatQ

Bagi siapapun yang mulai berbagi di media sosial, tekankan bahwa tidak ada hal apapun di internet yang private. Semuanya punya potensi menjadi konsumsi publik, meski tanpa disadari sebelumnya.Demi mengantisipasi risiko oversharing, pastikan sudah menerapkan prosedur keamanan berlapis di seluruh platform media sosial. Begitu pula dengan e-mail dan juga internet banking.Jika Anda merasa informasi yang dibagikan selama ini hanya untuk teman-teman dan keluarga, itu salah. Sekali diunggah secara online, bisa menjadi celah terjadinya tindakan cyber crime. Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar kaitan dari oversharing terhadap kesehatan mental, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan mentalmenjalin hubunganpola hidup sehat
Penn Today. https://penntoday.upenn.edu/news/dangers-sharing-personal-information-social-media
Diakses pada 12 Juli 2021
Forbes. https://www.forbes.com/sites/kathycaprino/2019/04/12/how-social-media-over-sharing-about-your-child-can-cause-irrevocable-harm/?sh=3b9f993ab2b5
Diakses pada 12 Juli 2021
The Verge. https://www.theverge.com/22526811/oversharing-social-media-protect-personal-harassment
Diakses pada 12 Juli 2021
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/how-does-self-disclosure-influence-relationships-4122387
Diakses pada 12 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait