Otot Berkedut Bisa Jadi Tanda Adanya Masalah Saraf, Ketahui Cara Mengatasinya

(0)
Fasikulasi atau otot berkedut adalah kondisi yang terjadi karena adanya stimulasi (rangsangan) pada sarafOtot berkedut sebenarnya sesuatu yang sering terjadi dan penyebabnya beragam
Fasikulasi atau otot berkedut adalah kondisi yang terjadi karena adanya stimulasi (rangsangan) pada saraf. Dinilai tidak memberikan dampak serius untuk kesehatan, kebanyakan orang sering mengabaikan fasikulasi. Fasikulasi memang kondisi yang normal terjadi, namun otot berkedut juga dapat menjadi tanda adanya gangguan pada sistem saraf Anda.

Apa yang menjadi penyebab otot berkedut?

Ada beragam penyebab otot berkedut, salah satunya menjadi tanda adanya masalah dalam tubuh Anda. Berikut beberapa kondisi dalam tubuh yang dapat memicu terjadinya fasikulasi:

1. Stres

Selain menyebabkan sakit kepala, stres juga dapat memicu terjadinya fasikulasi. Agar kondisi ini teratasi, Anda bisa menerapkan teknik-teknik relaksasi seperti melakukan meditasi maupun terapi pijat.

2. Kurang istirahat

Kurang istirahat dapat menyebabkan otot berkedut
Tubuh yang kurang istirahat dapat menyebabkan otot berkedut
Otot berkedut dapat terjadi saat tubuh kelelahan karena kurang istirahat. Kedutan otot ini menjadi sinyal supaya Anda mengistirahatkan tubuh sejenak. Tidak hanya fasikulasi, otot mungkin akan terasa nyeri dan sakit ketika Anda kelelahan.

3. Terlalu banyak mengonsumsi kafein

Mengonsumsi minuman yang mengandung kafein dapat memicu semangat Anda melakukan aktivitas. Namun, Anda disarankan untuk tidak mengonsumsi kafein secara berlebihan. Selain tidak baik untuk kesehatan, kebiasaan tersebut dapat memicu terjadinya fasikulasi di berbagai bagian tubuh Anda.

4. Tubuh kekurangan elektrolit

Supaya otot dapat bekerja dengan baik, tubuh memerlukan asupan elektrolit seperti kalium dan magnesium. Ketika kekurangan elektrolit, tubuh Anda akan memberikan sinyal melalui kedutan otot dan kram. Beberapa kondisi yang membuat tubuh Anda kekurangan elektrolit di antaranya adalah olahraga berlebihan, efek mengonsumsi obat tertentu, muntah, dan diare.

5. Efek obat

Mengonsumsi obat tertentu dapat mengakibatkan kedutan otot. Beberapa obat yang dapat memicu terjadinya fasikulasi antara lain beberapa obat epilepsi, psikosis. antidepresan, dan diuretik.

6. Dehidrasi

Kekurangan cairan dalam tubuh atau dehidrasi dapat membuat otot berkedut. Fasikulasi yang disebabkan oleh kekurangan cairan biasanya menyerang otot bagian tubuh seperti kaki, lengan, dan torso.

7. Terlalu banyak merokok

Otot berkedut bisa terjadi saat Anda terlalu banyak merokok
Nikotin dalam rokok dapat menyebabkan otot berkedut
Otot berkedut bisa terjadi ketika Anda terlalu banyak merokok. Hal ini tidak lepas dari peran nikotin yang ada dalam rokok dan produk tembakau lainnya. Kedutan otot yang terjadi karena merokok ini seringkali menyerang kaki Anda.

8. Kekurangan nutrisi

Kekurangan nutrisi dapat memicu terjadinya fasikulasi pada kelopak mata, betis, dan tangan. Untuk mengatasi kondisi ini, Anda bisa mengonsumsi suplemen ataupun makanan dengan kandungan vitamin D, vitamin B, dan kalsium.

Penyakit yang menyebabkan otot berkedut     

Selain menunjukkan kondisi tubuh Anda, otot berkedut juga dapat menjadi tanda adanya masalah pada saraf dan penyakit tertentu. Beberapa gangguan saraf dan penyakit yang mengakibatkan kedutan otot meliputi:

1. Lou Gehrig’s disease

Sering dikenal sebagai sklerosis lateral amiotrofik (ALS), kondisi ini membuat sel saraf Anda mati. Kedutan otot bisa menyerang bagian tubuh mana pun, namun awalnya biasa terjadi di kaki dan dan lengan terlebih dahulu.

2. Spinal Muscular Atrophy (SMA)

Penyakit ini terjadi karena kerusakan sel saraf motorik pada susunan saraf tulang belakang, sehingga mengganggu kontrol pergerakan otot. Kelainan ini dapat menimbulkan gejala lidah terlipat. 

3. Isaac’s syndrome

Memengaruhi saraf yang merangsang serat otot, sehingga otot menjadi sering berkedut. Kedutan otot ini biasanya terjadi pada bagian tubuh seperti lengan dan kaki.

4. Distrofi otot

Distrofi otot merupakan kelainan bawaan yang melemahkan serta merusak otot. Kondisi ini dapat memicu terjadinya fasikulasi pada bagian-bagian tubuh seperti wajah, leher, pinggul, maupun bahu.

Cara mengatasi otot berkedut

Mengingat fasikulasi biasanya akan mereda dalam hitungan hari, tidak ada perawatan khusus yang perlu Anda lakukan untuk mengatasi otot berkedut. Umumnya, dengan pemenuhan nutrisi yang seimbang serta istirahat yang cukup, maka gejala otot berkedut akan hilang. Akan tetapi apabila keluhan berlanjut dan memberat, segeralah konsultasi dengan dokter. Dokter Anda dapat menganjurkan beberapa pemeriksaan sebagai berikut 
  • Pemeriksaan darah untuk melihat kadar elektrolit dan fungsi kelenjar tiroid
  • CT/Scan atau MRI
  • Elektromiografi untuk melihat aktivitas kerja otot dan kaitannya dengan saraf yang mengontrolnya
Beberapa jenis obat yang biasanya diresepkan oleh dokter untuk mengatasi otot berkedut di antaranya:
  • Kortikosteroid, contohnya betamethasone (Celestone) dan prednisone (Rayos)
  • Pelemas otot, seperti carisoprodol (Soma) dan cyclobenzaprine (Amrix)
  • Penghambat neuromuskular, misalnya incobotulinumtoxinA (Xeomin) dan rimabotulinumtoxinB (Myobloc)

Bisakah otot berkedut dicegah? 

Otot berkedut merupakan kondisi yang tidak dapat Anda cegah. Keluhan ini umumnya dapat hilang dengan sendirinya. Meskipun begitu, ada beberapa tindakan yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi risiko terjadinya fasikulasi. Berikut sejumlah tips yang bisa Anda terapkan untuk mengurangi risiko kedutan otot:
  • Mengonsumsi makanan sehat bernutrisi seperti buah, sayur, biji-bijian, dan protein
  • Beristirahat dengan cukup
  • Melakukan tindakan relaksasi untuk menghilangkan stres
  • Membatasi asupan kafein yang masuk dalam tubuh
  • Berhenti merokok

Catatan dari SehatQ

Otot berkedut atau fasikulasi merupakan kondisi yang normal untuk terjadi. Namun, fasikulasi terkadang menjadi tanda adanya penyakit dan gangguan pada saraf Anda. Jika kedutan otot mengganggu aktivitas sehari-hari atau mengurangi kenyamanan, segera konsultasikan kondisi Anda dengan dokter.Untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai otot berkedut dan cara mengatasinya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
distrofi ototpenyakit lou gehrignyeri ototkelelahanmalnutrisi
Healthline. https://www.healthline.com/health/muscle-twitching
Diakses pada 25 September 2020
WebMD. https://www.webmd.com/brain/ss/slideshow-twitches-spasms-causes
Diakses pada 25 September 2020
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/003296.htm
Diakses pada 25 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait