Orthopnea: Gangguan Sesak Napas Saat Berbaring, Bagaimana Solusinya?


Kondisi sesak napas saat berbaring disebut dengan orthopnea. Ini merupakan salah satu gejala yang muncul atas kondisi kesehatan tertentu, misalnya saja obesitas hingga penyakit jantung. Perlu pemeriksaan medis lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pastinya dan mencari cara mengatasinya.

0,0
sesak napas saat berbaring atau tiduran disebut orthopneaSesak napas saat berbaring (orthopnea) dapat disebabkan oleh obesitas hingga penyakit jantung
Pernahkah Anda merasa sesak napas saat berbaring? Jika ya, mungkin saja Anda mengalami orthopnea (ortopnea). Tidak hanya membuat tidur tidak nyaman, kondisi ini juga bisa menjadi tanda adanya penyakit lain. Simak penjelasan lengkap mengenai orthopnea berikut ini. 

Apa itu orthopnea?

Orthopnea adalah suatu gejala yang ditimbulkan berupa sesak napas saat berbaring. Biasanya, kondisi ini dapat mereda ketika mengubah posisi, seperti duduk atau berdiri. Orthopnea sendiri merupakan salah satu jenis sesak napas atau dispnea.Orthopnea perlu diwaspadai karena dapat menjadi salah satu indikasi penyakit jantung dan penyakit paru, atau kondisi kesehatan lain. Anda perlu pemeriksaan lebih lanjut ke dokter jika kondisi sesak napas saat berbaring disertai dengan gejala berikut:
  • Perubahan nafsu makan
  • Mual
  • Kelelahan
  • Kebingungan
  • Peningkatan denyut jantung
  • Batuk terus-menerus
  • Mengi

Apa penyebab orthopnea?

Obesitas bisa menjadi salah satu penyebab sesak napas saat berbaring (orthopnea)
Obesitas bisa menjadi salah satu penyebab sesak napas saat berbaring (orthopnea)
Penyebab orthopnea yang paling umum adalah penyakit jantung. Ketika mengalami gangguan, jantung tidak dapat memompa darah dan cairan tubuh lainnya menuju paru-paru dengan baik saat berbaring.Hal ini juga dapat menyebabkan peningkatan tekanan pada pembuluh darah di paru-paru dan mendorong cairan kembali ke alveoli, kantung udara kecil yang terdapat di dalam paru-paru.Kembalinya cairan menuju alveoli menyebabkan paru-paru berisi cairan, dan terjadilah edema paruCairan pada alveoli ini kemudian dapat mengganggu pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Akibatnya, pasokan oksigen ke seluruh tubuh tidak mencukupi.Meski demikian, saat Anda mengalami sesak napas saat berbaring bukan berarti Anda pasti mengalami sakit jantung. Perlu pemeriksaan dokter lebih lanjut untuk menentukan penyebabnya.

Bagaimana cara mengatasi orthopnea?

Mengetahui penyebab sesak napas saat berbaring dapat membantu Anda mengatasi orthopnea dan mengurangi gejalanya. Berikut ini beberapa cara mengatasi sesak napas saat berbaring:

1. Meninggikan posisi tidur

Cara yang paling sederhana untuk meredakan gejala sesak napas saat berbaring adalah dengan meninggikan posisi tidur. Anda dapat mengangkat kepala dan tubuh bagian atas lalu menyanggahnya dengan beberapa bantal. 

2. Mengubah posisi 

Anda juga dapat segera mengubah posisi berbaring menjadi duduk atau berdiri sejenak sampai gejala hilang. Anda dapat bangun duduk atau berdiri dengan perlahan sambil mengatur napas dan mencoba relaks. Anda juga dapat menggunakan minyak esensial untuk melegakan pernapasan.

3. Mengurangi berat badan

Mengurangi berat badan dapat mengatasi orthopnea karena obesitas
Mengurangi berat badan dapat mengatasi orthopnea karena obesitas
Sebuah penelitian dalam jurnal Chest menyatakan bahwa kegemukan atau obesitas dapat menjadi penyebab sesak napas saat berbaring. Jika orthopnea disebabkan oleh kegemukan atau obesitas, dokter akan menyarankan Anda untuk menurunkan berat badan. Berat badan ideal terbukti dapat membantu mengurangi sesak napas saat berbaring.

4. Pengobatan dan perawatan medis

Jika orthopnea yang Anda alami memang benar disebabkan oleh penyakit jantung atau paru, sesuai dengan pemeriksaan medis, dokter akan memberikan pengobatan lanjutan untuk mengatasi penyakitnya.Dalam hal ini, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis, seperti rontgen dada, EKG, echocardiogram, dan pulmonary function test. Dokter mungkin akan meresepkan beberapa obat berikut untuk mengatasi orthopnea:
  • Obat anti-inflamasi
  • Obat pembersih lendir paru-paru
  • Obat golongan steroid
  • Obat golongan diuretik
  • Vasodilator
  • Obat inotropik untuk mengubah kekuatan kontraksi jantung.

5. Menerapkan pola hidup sehat

Sebagian besar penyebab sesak napas saat berbaring berhubungan dengan kondisi kesehatan akibat pola hidup tidak sehat, seperti obesitas, penyakit jantung, dan penyakit paru. Itulah sebabnya, penerapan pola hidup sehat juga dapat menjadi cara mengatasi ortophnea. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menjaga pola hidup sehat antara lain:
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang
  • Kurangi asupan lemak jenuh, garam, dan gula
  • Cukup minum air putih
  • Rutin melakukan aktivitas fisik atau berolahraga
  • Istirahat atau tidur yang cukup
  • Hindari stres
  • Hindari rokok dan alkohol
  • Rutin melakukan cek kesehatan. 

Selain orthopnea, kondisi ini bisa sebabkan sesak napas saat berbaring

Beberapa kondisi berikut ini juga dapat menjadi penyebab Anda merasa sesak ketika berbaring:
  • Kegemukan atau obesitas
  • Gangguan kecemasan dan stres
  • Sleep apnea 
  • Mendengkur
  • Kelumpuhan diafragma
  • Infeksi saluran napas
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
Jika Anda mengalami orthopnea atau gangguan napas lain saat berbaring segera konsultasikan dengan dokter terkait kondisi Anda dan penanganan yang tepat sesuai penyebab sesak napas. Anda juga bisa berkonsultasi menggunakan fitur chat dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
penyakit paru-parupenyakitpenyakit pernapasansesak napasgangguan pernapasan
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323389#takeaway
Diakses pada 15 Jun 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/bradypnea
Diakses pada 15 Jun 2021
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/what-is-orthopnea-1746140#citation-1
Diakses pada 15 Jun 2021
Mount Sinai. https://www.mountsinai.org/health-library/symptoms/breathing-difficulty-lying-down
Diakses pada 15 Jun 2021
Chest. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/11348945/
Diakses pada 15 Jun 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/breathing-difficulty-lying-down#causes
Diakses pada 15 Jun 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait