Ornithophobia, Ketika Burung Jadi Sumber Ketakutan Luar Biasa


Ornithophobia adalah ketakutan berlebihan terhadap burung. Hal ini bisa juga terjadi karena pembelajaran observatif dari orang-orang terdekat.

(0)
18 Mar 2021|Azelia Trifiana
Melihat burung dapat menyebabkan ketakutan luar biasaMelihat burung dapat menyebabkan ketakutan luar biasa
Seseorang dengan ketakutan luar biasa terhadap burung disebut memiliki ornithophobia. Artinya, ketika melihat atau bahkan sekadar memikirkan burung, akan muncul rasa takut yang sangat intens dan ekstrem. Tak hanya itu, respons ini juga disertai dengan kecemasan berlebih ketika berada di sekitar burung.Phobia adalah jenis gangguan kecemasan yang umum terjadi. Ketakutan terhadap burung ini bisa terjadi pada orang berusia kapan pun.

Penyebab terjadinya ornithophobia

Kerap kali, ketakutan luar biasa terhadap burung atau ornithophobia ini terjadi pada masa kecil. Penyebab pasti mengapa ini terjadi masih belum jelas. Beberapa hal yang berpotensi menjadi pemicunya adalah:
  • Pengalaman traumatis

Adanya insiden atau pengalaman traumatis yang berkaitan dengan burung bisa memicu munculnya ornithophobia. Contohnya pengalaman diserang burung atau semacamnya.
  • Pembelajaran observatif

Apabila orangtua atau saudara dekat memiliki ornithophobia, bisa jadi menimbulkan persepsi bahwa burung adalah hal yang menakutkan.
  • Pembelajaran informatif

Membaca atau mendengar informasi tentang situasi berbahaya yang melibatkan burung juga bisa menjadi pemicu munculnya phobia.Sepanjang sejarah, burung kerap diasosiasikan dengan hal baik dan buruk. Tak sedikit pula film yang menggambarkan burung sebagai makhluk agresif, seperti film The Birds karya Alfred Hitchcock di tahun 1963.
  • Genetik

Faktor genetik bisa terjadi pada orang yang terlahir dengan kecemasan berlebih dibandingkan dengan orang lain. Terlebih, cara orang memproses rasa cemas dan ketakutan memang berbeda-beda.Ketakutan terhadap burung ini bisa sangat luas, bukan hanya burung yang berukuran besar saja. Ada juga individu yang merasa takut ketika melihat fosil atau spesimen burung yang ada di museum.

Gejala ornithophobia

Gejala phobia spesifik seperti ornithophobia dibagi menjadi dua kategori, yaitu psikologis dan fisik. Gejala ini bisa muncul ketika berpikir, melihat, hingga kontak langsung dengan burung.Lebih jauh lagi, gejala psikologis yang muncul adalah:
  • Merasa takut dan cemas luar biasa
  • Sadar bahwa rasa cemas dan takut ini berlebihan namun tidak bisa mengendalikannya
  • Merasa harus menyelamatkan diri saat berada dekat dengan burung
  • Takut kehilangan kendali
Sementara gejala fisik yang bisa terjadi di antaranya:
  • Detak jantung sangat cepat
  • Tubuh gemetar
  • Kehabisan napas
  • Keringat berlebih
  • Menangis
  • Membeku
  • Mulut kering
  • Rasa nyeri atau sesak di dada
  • Mual
  • Sakit kepala
Orang dengan ornithophobia bisa merasakan rasa takut dan cemas yang sangat intens, mungkin tidak masuk akal bagi orang kebanyakan. Mereka bahkan tahu bahwa rasa takut ini tidak beralasan, namun sulit mengendalikannya.

Cara penanganan ornithophobia

Sebagai konsekuensi atas kondisi ini, tidak menutup kemungkinan seseorang akan sebisa mungkin menghindari situasi yang melibatkan burung.Bahkan, antisipasi ini bisa berlangsung beberapa hari sebelumnya apabila ada kegiatan yang menyebabkan kontak langsung dengan burung contohnya saat harus ke kebun binatang atau taman. Kondisi ini disebut dengan anticipatory anxiety.Lebih jauh lagi, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari sehingga tidak berfungsi dengan baik.Oleh sebab itu, orang dengan ornitophobia perlu berdiskusi dengan pakar mental profesional untuk tahu cara penanganan tepat. Metode penanganan yang mungkin dilakukan di antaranya:

1. Terapi psikologis

mengunjungi terapis
Mengunjungi terapis
Jenis penanganan yang membantu seseorang mengelola rasa takut dan merespons pemicu phobia dengan cara berbeda. Beberapa contohnya adalah teknik pernapasan dan relaksasi sehingga kecemasan bisa dikendalikan.Selain itu, terapis akan menjelaskan bagaimana pikiran justru membentuk emosi dan perilaku secara berlebihan. Dengan demikian, dicari cara untuk mengubah reaksi ketika rasa takut itu muncul.Lebih jauh lagi, terapi paparan juga termasuk dalam kategori ini. Dilakukan desensitisasi sistematis yaitu memberikan paparan secara bertahap sehingga rasa takut semakin terkendali. Bisa dimulai dengan memikirkan burung, melihat gambar, hingga mendekat dan menyentuh langsung.

2. Medikasi

obat antidepresan
Obat antidepresan
 Beberapa jenis obat juga bisa diberikan untuk meredakan gejala saat muncul kepanikan, seperti:
  • Antidepresan untuk mengendalikan kecemasan
  • Obat penenang seperti benzodiazepines agar merasa rileks dan tenang
  • Beta-blockers untuk meredakan gejala seperti detak jantung sangat cepat

Catatan dari SehatQ

Jenis phobia spesifik seperti ornithophobia bisa teratasi dengan efektif apabila penanganannya tepat. Metode seperti psikoterapi umumnya cukup efektif, bahkan tanpa perlu diberi tambahan obat. Terlebih, obat penenang yang digunakan untuk jagnka pendek berisiko menimbulkan ketergantungan.Namun, tetap perlu komitmen bagi orang yang memiliki phobia agar bisa mendapatkan hasil terbaik. Diskusikan dengan dokter metode penanganan yang dirasa paling tepat, termasuk perubahannya meski sekecil apapun. Dengan demikian, bisa diketahui apa metode penanganan yang paling efektif. Dukungan dari orang-orang terdekat juga membantu agar proses pengobatan berjalan optimal.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar ornithophobia dan cara tepat mengenali gejalanya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
gangguan mentalkesehatan mentalpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/mental-health/ornithophobia#causes
Diakses pada 6 Maret 2021
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/ornithophobia-2671874
Diakses pada 6 Maret 2021
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/fear_of_birds/definition.htm
Diakses pada 6 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait