Orgasme Sepanjang Hari Tanpa Sebab? Waspadai Gejala PGAD


Orgasme tanpa sebab dapat menjadi tanda PGAD. Cara mengatasi persistent genital arousal disorder harus disesuaikan dengan kondisi yang mendasarinya.

0,0
PGAD dapat membuat terangsang hingga orgasme tanpa melakukan aktivitas seksualMerasakan orgasme setiap hari tanpa sebab bisa jadi tanda PGAD
Persistent genital arousal disorder atau PGAD adalah kondisi yang membuat seseorang dapat terangsang atau orgasme dengan sendirinya, tanpa adanya aktivitas atau rangsangan seksual. Penderita kondisi ini mungkin akan merasa seperti mengalami orgasme secara terus-menerus sepanjang hari, bahkan hingga hitungan minggu.Jika tidak mendapatkan penanganan, PGAD dapat menyebabkan rasa sakit fisik, stres, serta masalah psikologis yang berkelanjutan karena mengganggu penderitanya beraktivitas. Faktor apa saja yang dapat berkontribusi dalam berkembangnya kondisi ini? Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Simak bahasannya di bawah ini.

Apa penyebab seseorang mengalami PGAD?

Ada berbagai macam faktor yang dapat berkontribusi dalam berkembangnya PGAD, namun penyebab spesifiknya seringkali sulit untuk didiagnosis. Berikut sejumlah faktor yang dapat memicu terjadinya PGAD:
  • Stres

Pada beberapa wanita, stres dapat memicu PGAD. Saat stres berhasil dikelola dengan baik, gejalanya cenderung mereda. Hal tersebut membuat orang berpendapat bahwa masalah psikologis dapat menjadi salah satu pemicunya.
  • Efek konsumsi obat

Sebuah penelitian menghubungkan PGAD dengan efek dari penggunaan beberapa jenis obat. Terpengaruhnya pembuluh darah, sistem saraf, dan keseimbangan kimiawi dalam tubuh akibat penggunaan jenis obat tertentu dapat memicu kondisi ini.
  • Kista Tarlov

Dalam sebuah penelitian, disebutkan bahwa kista Tarlov dapat menjadi penyebab seseorang mengalami PGAD. Kista Tarlov adalah kista berisi cairan tulang belakang yang muncul di akar saraf sakral (panggul).Dalam sebuah studi yang dirilis pada tahun 2012 lalu, 66,7 persen wanita yang mempunyai kista Tarlov menunjukkan gejala PGAD. Meskipun tidak semua wanita dengan kista Talov mengalaminya, kondisi ini dianggap muncul sebagai reaksi terhadap penyakit tersebut.Selain ketiga faktor di atas, sejumlah penelitan menemukan bahwa PGAD muncul sebagai gejala dari kondisi medis tertentu. Beberapa kondisi medis yang menjadi pemicunya seperti Sindrom Tourette, trauma pada sistem saraf pusat, dan epilepsi.

Gejala yang umumnya dialami oleh penderita PGAD

Gejala persistent genital arousal disorder dapat berbeda pada masing-masing penderitanya. Tak hanya memengaruhi kondisi secara fisik, gejala psikologis mungkin juga akan dirasakan oleh penderitanya.Berikut ini sejumlah gejala fisik yang umumnya dirasakan oleh penderita PGAD:
  • Basah pada area genital tanpa adanya aktivitas atau rangsangan seksual
  • Terasa gatal pada area genital tanpa adanya aktivitas atau rangsangan seksual
  • Merasa seperti akan mengalami orgasme secara konsisten tanpa adanya hasrat seksual
  • Munculnya sensasi terbakar pada area genital padahal sedang tidak melakukan maupun menerima rangsangan seksual
  • Muncul sensasi tak nyaman yang berlangsung secara terus-menerus pada area genital, baik itu di dalam atau sekitar klitoris, vagina, maupun anus (disestesia)
Sementara itu, gejala psikologis yang mungkin muncul akibat kondisi ini, di antaranya:
  • Depresi
  • Frustasi
  • Insomnia
  • Kecemasan
  • Serangan panik
  • Perasaan bersalah
  • Kehilangan pengertian soal kenikmatan seksual karena orgasme dianggap sebagai cara untuk menghilangkan sakit, bukan menikmatinya sebagai sesuatu yang menyenangkan
Meskipun Anda mengalami gejala-gejala di atas, belum tentu kondisi tersebut menjadi tanda PGAD. Untuk memastikan kondisi yang mendasarinya, berkonsultasilah dengan dokter untuk mencari tahu penyebabnya.

Bagaimana cara mengatasi PGAD?

Cara mengatasi persistent genital arousal disorder yang paling mudah yaitu dengan melakukan masturbasi. Ketika Anda mengalami orgasme, gejalanya akan berkurang. Meskipun begitu, hal tersebut hanya bersifat sementara karena gejala mungkin akan kembali muncul dalam waktu dekat. Dalam beberapa kasus, sering masturbasi untuk mengatasi PGAD justru dapat memperparah kondisi.Apabila kondisi yang Anda alami dipicu oleh masalah psikologis, terapi perilaku kognitif dapat membantu mengatasi gejala. Melalui terapi ini, Anda akan diajak untuk mengontrol emosi dan respons negatif, yang dapat memicu munculnya gejala persistent genital arousal disorder.Sejumlah pengobatan lain yang bisa membantu mengatasi PGAD, antara lain:
  • Penggunaan gel mati rasa (numbing gel atau krim anestesi) sesuai anjuran dokter
  • Konsumsi obat-obatan yang diresepkan oleh dokter
  • Teknik relaksasi seperti meditasi untuk membantu melemaskan otot dan meredakan kecemasan yang menjadi pemicu persistent genital arousal disorder
Cara mengatasi PGAD harus disesuaikan dengan kondisi yang mendasarinya. Untuk mendapat perawatan yang tepat, periksakan diri Anda ke dokter.

Catatan dari SehatQ

PGAD membuat orang terangsang, bahkan hingga orgasme, tanpa adanya aktivitas atau rangsangan seksual. Kondisi ini bisa muncul sebagai efek konsumsi obat tertentu, stres, hingga gejala dari penyakit. Cara mengatasi persistent genital arousal disorder harus disesuaikan dengan kondisi yang mendasarinya.Untuk berdiskusi lebih lanjut soal persistent genital arousal disorder dan cara mengatasinya, tanyakan langsung ke dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
orgasmemasalah seksual
Healthline. https://www.healthline.com/health/persistent-genital-arousal-disorder
Diakses pada 22 Mei 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/249594
Diakses pada 22 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait