Organel Sel, Organ Vital Berukuran Mini Si Pendukung Kehidupan

Organel sel adalah organ dalam sel yang berfungsi untuk menjaga sel agar tetap hidup
Organel sel sama seperti organ dalam di tubuh manusia

Bisa dibilang, sel adalah bahan baku tubuh kita. Meski dianggap sebagai satuan terkecil dari tubuh, tapi di dalam sel masih terdapat organel sel. Ibaratnya, organel sel adalah organ dalam sel yang bekerja untuk membuat sel tetap hidup.

Jadi jika di dalam tubuh ada jantung, paru-paru hingga ginjal, maka di dalam sel ada organel-organel seperti mitokondria, ribosom, atau nukleus. Masing-masing organel ini memiliki fungsi tersendiri.

Sel di tubuh akan selalu mengalami regenerasi. Jadi, sel yang mati akan tergantikan oleh sel baru. Namun, jika dalam satu organ ada terlalu banyak sel yang rusak atau mati, maka fungsi organ tersebut bisa terganggu.

Jenis-jenis organel sel pada makhluk hidup

Seperti jantung yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh atau paru-paru yang mengatur pertukaran udara, organel sel juga memiliki fungsi pentingnya sendiri-sendiri. Misalnya pada nukleus yang berfungsi menyimpan informasi genetik, mitokondria yang berperan dalam pembentukan energi kimia, dan ribosom yang membentuk protein.

Organel sel tidak hanya terdapat pada manusia, tapi juga pada sel hewan dan sel tumbuhan. Lebih lanjut, berikut ini jenis-jenis organel sel beserta fungsi dan penjelasan lainnya untuk Anda.

Struktur organel sel secara lengkap
Struktur organel sel secara lengkap

1. Membran plasma

Membran plasma adalah lapisan yang memisahkan sel dari lingkungan di sekitarnya. Lapisan ini juga berfungsi untuk melindungi sel dan sebagai sarana perpindahan keluar masuknya material sel.

Di dalam membran plasma, terdapat sitoplasma yang merupakan cairan tempat organel-organel sel yang lain berada. Sitoplasma juga menjadi tempat mayoritas aktivitas sel terjadi.

2. Nukleus

Nukleus adalah inti sel atau pusat komando sel. Kalau di tubuh manusia, inti sel bisa diibaratkan seperti otak. Organel sel ini berfungsi untuk menyimpan DNA sel. Selain itu ia juga memiliki beberapa peran lain seperti mengontrol semua aktivitas yang terjadi di dalam sel termasuk pertumbuhan dan metabolisme sel.

Di dalam nukleus, ada bagian kecil yang dinamakan nukleolus. Bagian ini merupakan tempat dari RNA yang berfungsi menyampaikan perintah dari DNA ke seluruh bagian sel.

3. Ribosom

Ribosom adalah pabrik protein yang ada di dalam sel. Protein adalah komponen yang penting yang digunakan oleh sel agar bisa bertahan hidup. Ribosom mengolah atau mensintesis protein berdasarkan instruksi dari RNA.

Gambar mitokondria, organel sel
Gambaran rinci bagian mitokondria

4. Mitokondria

Mitokondria adalah organel sel yang berperan sebagai pusat energi. Di bagian ini, glukosa yang masuk ke tubuh akan diolah menjadi molekul energi, yang dikenal dengan nama adenosine trifosfat atau ATP. ATP inilah yang akan jadi “bahan bakar” sel agar bisa menjalankan semua fungsinya.

5. Retikulum endoplasma

Retikulum endoplasma (RE) terdiri dari RE kasar dan RE halus. RE kasar berfungsi untuk membantu produksi protein terutama yang akan diekspor ke luar sel sedangkan RE halus berfungsi untuk produksi lipid atau lemak.

6. Aparatus golgi

Jika protein yang berasal dari RE kasar masih memerlukan modifikasi atau pengolahan lanjutan, maka komponen itu akan dipindahkan ke aparatus golgi. Melalui bagian inilah protein kemudian akan diekspor ke luar sel.

Gambar lisosom, organel sel
Bagian lisosom secara rinci

7. Lisosom

Lisosom adalah pusat daur ulang sel. Organel sel ini berisi enzim untuk memecah berbagai komponen yang melewati membran sel dan memilah komponen-komponen tersebut agar bisa digunakan ulang.

8. Peroksisom

Saat ada asam lemak yang masuk ke dalam sel, komponen ini akan dipecah untuk bisa digunakan. Proses pemecahan ini kemudian menghasilkan sisa-sisa yang harus disingkirkan. Di sinilah peroksisom berperan.

Organel sel yang satu ini juga berfungsi untuk melindungi tubuh dari molekul bernama reactive oxygen species (ROS) yang bisa menghancurkan sel. Dalam kondisi normal, ROS memang akan dihasilkan oleh sel sebagai produk metabolisme.

Jumlah ROS yang normal masih bisa dikeluarkan oleh peroksisom. Namun, jika seseorang mengonsumsi obat-obatan terlarang, merokok dan sering terpapar radiasi, jumlah ROS di sel bisa meningkat, sehingga tidak semuanya bisa dikeluarkan dari sel. Akibatnya, kerusakan sel pun terjadi.

9. Sentriol

Sentriol adalah organel sel yang terdapat pada hewan dan jamur. Organel ini berperan dalam proses pembelahan sel, pergerakan kromosom, dan pergerakan sel.

Gambar organel sel tumbuhan
Gambar organel sel tumbuhan secara rinci

10. Plastida

Plastida adalah organel sel yang khas pada tumbuhan dan terdiri dari tiga jenis, yaitu kloroplas, kromoplas, dan leukoplas.

• Kloroplas

Kloroplas merupakan bagian dengan pigmen-pigmen yang digunakan untuk fotosintesis, yaitu klorofil atau zat hijau daun dan karotenoid atau zat warna kuning atau oranye pada daun.

• Kromoplas

Kromoplas adalah jenis plastida yang tidak mengandung klorofil. Biasanya, bagian ini berwarna kuning, merah, oranye, atau cokelat. Pada bunga, kromoplas berfungsi memberikan warna yang menarik agar serangga mau mampir untuk membantu penyerbukan.

• Leukoplas

Berbeda dari kloroplas dan kromoplas, leukoplas tidak mengandung zat warna sama sekali. Bagian ini berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan, sepert zat pati (karbohidrat). Organel ini hanya terdapat di bagian tumbuhan yang tidak terkena cahaya seperti akar dan umbi.

11. Vakuola

Vakuola juga merupakan organel sel yang khas terdapat pada tumbuhan. Vakuola berisi cairan dan di dalam cairan tersebut, terdapat mineral, gula, asam, maupun bahan-bahan lain yang dibutuhkan oleh sel.

12. Dinding sel

Satu lagi organel sel yang khas pada tumbuhan adalah dinding sel. Bagian ini berada di bagian luar membran sel. Dinding sel berfungsi untuk mencegah sel menyerap terlalu banyak air.

13. Sitoskeleton

Sitoskeleton adalah serat-serat protein di sitoplasma yang berfungsi untuk mengatur pergerakan dan stabilitas sel. Organel ini terdiri dari tiga komponen utama, yaitu mikrotubulus, intermediate filamen dan mikrofilamen.

Meski berukuran kecil, sel dan organel-organel yang ada di dalamnya bisa menjalankan fungsi yang rumit dan spesifik. Tanpa sel yang sehat, berbagai fungsi organ penting yang terdapat di tubuh manusia maupun makhluk hidup yang lain tidak akan berjalan dengan baik.

Britannica. https://www.britannica.com/list/6-cell-organelles
Diakses pada 27 April 2020

Khan Academy. https://www.khanacademy.org/test-prep/mcat/cells/eukaryotic-cells/a/organelles-article
Diakses pada 27 April 2020

National Human Genome Researche Institute. https://www.genome.gov/genetics-glossary/Organelle
diakses pada 27 April 2020

Ferdinand P. Fictor, Ariebowo Moekti. 2009. Praktis Belajar Biologi. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Washington University in St. Louis. http://www.nslc.wustl.edu/courses/bio101/cruz/Organelles/Organelle.htm
Diakses pada 27 April 2020

Artikel Terkait