Mengenal Organ Reproduksi Pria serta Penyakit yang Kerap Menghinggapi

14 Agt 2019 | Oleh
Ditinjau oleh dr. Reni Utari
Yang termasuk organ reproduksi pria yang utama yakni penis, testis, dan skrotum
Yang termasuk organ reproduksi pria yang utama yakni penis, testis, dan skrotum

Setiap bagian tubuh manusia, memiliki fungsi yang sangat berarti untuk tubuh. Tidak terkecuali untuk organ reproduksi. Orgasme dan klimaks yang seorang laki-laki rasakan saat berhubungan seks, serta sebagai cara untuk mendapatkan kehamilan, merupakan kerja sama terintegrasi antarberbagai organ reproduksi pria.

Organ reproduksi pria terbagai atas organ utama, dan organ pendukung. Organ reproduksi pria yang utama adalah penis, skrotum, dan testis.

Organ reproduksi pria yang utama dan penyakitnya

Seperti organ tubuh lainnya, organ reproduksi pria dapat dihinggapi oleh penyakit. Umumnya, gangguan pada organ reproduksi tersebut berupa peradangan. Walau begitu, penyakit yang berbahaya, juga bisa menyerang penis dan testis.

  • Penis

Penis merupakan organ reproduksi pria yang digunakan untuk penetrasi seksual. Organ ini memiliki tiga bagian, yakni akar, batang, dan kepala. Akar penis merupakan bagian yang menempel pada dinding perut.

Batang atau tubuh penis berbentuk silinder. Di dalamnya terdapat ruang-ruang, yang akan terisi dengan darah saat pria terangsang secara seksual. Terisinya darah di penis membuat organ tersebut menjadi kaku dan mengalami ereksi, yang memungkinkan penetrasi selama hubungan seksual. Kulit penis yang longgar dan elastis, dapat menyesuaikan perubahan ukuran penis selama ereksi.

Kepala penis merupakan bagian yang berbentuk kerucut di ujung penis. Sebagian pria memiliki penis dengan bagian kepala yang tertutup lapisan longgar bernama kulup. Sebagian pria lain tidak memiliki kulup, setelah menjalani tindakan sunat atau khitan.

Pembukaan uretra, saluran yang mengangkut semen dan urine, terjadi pada ujung penis. Selain itu, bagian kepala penis juga mengandung sejumlah ujung saraf yang sensitif.

Saat pasangan pria mencapai klimaks, semen atau air mani yang mengandung sel sperma, akan diejakulasikan melalui ujung penis.

Penyakit yang dapat menyerang penis: balanitis
Penyakit balanitis adalah iritasi dan peradangan yang terjadi pada bagian kepala penis. Kondisi medis ini lebih sering diderita oleh laki-laki yang tidak disunat.

Beberapa gejala dari balanitis adalah pembengkakan dan kemerahan pada kulup, kulup yang mengencang, serta keluarnya cairan yang tidak biasa dari kepala penis. Selain itu, Anda mungkin juga merasakan sakit dan gatal di area genital, serta kulit bagian kelamin yang menjadi sensitif.

Selain balanitis, penis juga bisa terserang penyakit lain. Penyakit tersebut seperti infeksi jamur, disfungsi ereksi, penyakit Peyronie (penis bengkok), serta kanker penis.

  • Testikel atau testis

Testikel atau testis adalah organ berbentuk oval, yang berukuran sebesar anggur. Testis, atau kerap disebut buah zakar, terletak di dalam kantong di bawah penis yang disebut skrotum. Kebanyakan pria memiliki dua testis.

Testis berperan untuk memproduksi hormon seks utama pada pria, testosteron, serta menghasilkan sperma. Di dalam testis terdapat tabung tubulus siminiferus, tempat produksi sel sperma.

Penyakit yang dapat menyerang testis: trauma testis
Testis terletak di dalam kantong skrotum, yang tidak memiliki perlindungan ototmaupun tulang. Hal ini kerap menyebabkan testis mengalami trauma akibat tabrakan, pukulan, atau tendangan.

Apabila mengalami trauma testis, Anda mungkin akan mengalami gejala seperti rasa sakit, memar, dan atau pembengkakan. Pada kebanyakan kasus, trauma testis tidak menimbulkan akibat yang serius.

Selain trauma testis, organ ini juga bisa terserang torsi testis, orkitis (radang pada satu atau kedua testis), bahkan kanker testis.

  • Skrotum

Skrotum adalah kantong kulit longgar. Skrotum yang berisi testis ini, menggantung di belakang dan di bawah penis. Skrotum juga mengandung saraf dan pembuluh darah. Organ ini berperan sebagai pengontrol suhu testis.

Agar sperma berkembang dengan baik, testis harus berada pada suhu yang sedikit lebih dingin daripada suhu tubuh. Otot-otot khusus di dinding skrotum membuat kantong ini berkontraksi dan relaks, menggerakkan testis lebih dekat ke tubuh untuk menghangatkan, atau lebih jauh dari tubuh untuk mendinginkan suhu.

Penyakit yang dapat menyerang skrotum: pembengkakan skrotum
Skrotum dapat mengalami pembengkakan, yang sering diakibatkan oleh torsi testis (gangguan pada testis yang memicu tersumbatnya aliran darah). Selain itu, pembengkakan skrotum juga bisa dipicu oleh peradangandan pertumbuhan yang tidak normal di dalam skrotum.

Pembengkakan skrotum dapat terasa sakit, atau malah tidak menimbulkan nyeri sama sekali.

Menjaga kesehatan dan kebersihan organ reproduksi pria

Itulah tiga organ reproduksi pria yang utama, serta penyakit yang kerap menghinggapinya. Tentunya, ada beberapa penyakit lain yang banyak menyerang masing-masing organ reproduksi.

Karena area genital sangat sensitif, Anda sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan organ reproduksi tersebut. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, untuk menjaga kesehatan organ reproduksi utama pria.

  • Selalu bersihkan penis Anda, termasuk bagian kepala setiap hari. Jika tidak menjalani tindakan sunat, cuci juga dengan bersih bagian dalam kulup Anda. Gunakan sabun yang sangat lembut, dan jangan gosok area sensitif ini.
  • Pastikan Anda mengeringkan ujung penis Anda dengan lembut, area di bawah kulup dan bagian penis lainnya.
  • Pastikan celana dalam Anda telah dicuci dengan bersih dan menggantinya setiap hari. Selain itu, kenakan celana dalam yang sudah kering.
  • Cuci dengan bersih tangan sebelum buang air kecil, ataupun sebelum menyentuh penis. Cara ini penting dilakukan, terutama jika Anda sebelum menyentuhnya sesuatu yang bisa membuat penis iritasi. Misalnya, zat kimia dan cabai.

Selain dengan membersihkan area kelamin, Anda juga dapat melakukan usaha-usaha lain, demi kesehatan organ reproduksi. Misalnya, dengan mengonsumsi makanan sehat, rajin minum air putih, berolahraga teratur, serta menjaga berat ideal. Anda juga harus mampu untuk mengendalikan stres, agar jauh dari disfungsi ereksi.

Referensi

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/9126-testicular-disorders

Diakses pada 12 Agustus 2019

 

Health Direct. https://www.healthdirect.gov.au/penis-care

Diakses pada 12 Agustus 2019

 

Healthline. https://www.healthline.com/health/penis-diseases

Diakses pada 12 Agustus 2019

 

Healthline. https://www.healthline.com/health/penis-health

Diakses pada 12 Agustus 2019

 

Healthline. https://www.healthline.com/health/scrotal-swelling

Diakses pada 12 Agustus 2019

 

Web MD. ttps://www.webmd.com/men/guide/testicular-disease

Diakses pada 12 Agustus 2019

Yang juga penting untuk Anda
Baca Juga
Diskusi Terkait:
Lihat pertanyaan lainnya
Back to Top