Salah satu penyebab bayi muntah yang paling parah adalah necrotizing enterocolitis
Ada banyak penyebab bayi muntah, mulai dari yang ringan hingga parah

Melihat bayi gumoh apalagi muntah bisa jadi pengalaman yang membuat orangtua panik. Sebagian besar penyebab bayi muntah sebetulnya tidak berbahaya, namun jika bayi sering muntah disertai gejala-gejala tertentu, Anda memang patut waspada.

Salah satu kondisi gawat darurat yang ditandai dengan bayi sering muntah adalah necrotizing enterocolitis (NEC). Penyakit ini ialah infeksi usus yang menyebabkan sebagian atau seluruh jaringan pada usus bayi menjadi rusak atau mati.

NEC biasanya menyerang bayi baru lahir, terutama yang lahir belum cukup bulan (prematur) dan dengan penyakit bawaan. Bayi yang lahir dengan berat badan rendah (1,5 kg atau kurang) juga berisiko mengalami NEC.

Bagaimana bayi baru lahir bisa mengidap NEC?

Dokter tidak bisa memastikan mengapa bayi bisa mengalami kondisi ini. Pada bayi prematur sendiri, usus mereka memang terkahir dengan kondisi kurang matang dibanding bayi normal sehingga usus tersebut kurang mampu mencerna makanan dan melawan bakteri yang melewati saluran cerna.

NEC dapat terjadi pada bagian usus manapun, tapi biasanya menyerang usus besar bayi. Lapisan usus yang awalnya rusak adalah lapisan dalam, serta bisa merembet ke lapisan terluar jika tidak segera ditangani.

Dalam kasus yang parah, NEC mengakibatkan terbentuknya lubang pada usus bayi. Jika ini terjadi, bakteri yang berada di usus akan bocor ke perut sehingga bagian tersebut ikut mengalami infeksi. Oleh karena itu, penting bagi Anda mengenali gejala NEC agar bayi dapat mendapat penangan yang cepat.

Apa saja gejala infeksi usus NEC?

Ketika bayi baru lahir mengalami infeksi usus yang mengarah ke NEC, gejala tidak akan langsung muncul karena NEC bukanlah penyakit bawaan lahir. Gejala ini biasanya baru muncul mulai dari hari ke-10 hingga 12, atau bahkan saat bayi berusia 2 minggu.

Gejala infeksi usus yang mengarah pada NEC, yaitu:

  • Bayi susah makan (menyusu)
  • Perut bayi menggelembung atau bengkak
  • Perut bayi berwarna kemerahan atau mengalami perubahan warna
  • Bayi sering muntah
  • Muntah kuning atau kehijauan yang menandakan adanya cairan empedu (muntah bilus)
  • Terdapat bercak darah pada feses bayi
  • Letargi (kekurangan energi)
  • Demam
  • Apnea (henti napas)

Pada bayi yang lahir secara prematur, tanda awal adanya infeksi usus yang mengarah pada NEC adalah bayi susah makan (menyusu). Awalnya, mereka menolak dalam jumlah sedikit, namun intoleransi terhadap makanan ini bisa makin parah dalam kurun beberapa jam hingga hitungan hari.

Bayi pun akan menunjukkan sinyal bahwa mereka sulit mencerna makanan yang masuk ke dalam tubuh. Sinyal tersebut antara lain perut yang membengkak dan nyeri ketika disentuh, serta sulitnya makanan dicerna dalam perut (ditandai dengan bayi gumoh hingga bayi sering muntah).

Bayi yang susah makan ditambah sering muntah merupakan tanda kegawatdaruratan karena mereka bisa menderita dehidrasi. Dalam kasus yang lebih parah, usus bayi akan rusak dan menyempit sehingga mengakibatkan penyumbatan usus.

Bayi juga bisa mengalami malabsorbsi, yakni kondisi saat usus bayi tidak lagi bisa menyerap nutrisi dari air susu yang masuk ke tubuhnya. Masalah ini juga dapat menjadi efek samping ketika sebagian usus bayi harus dipotong karena sudah mati atau membusuk.

Meski demikian, bayi yang mengidap NEC sebagian besar bisa bertahan hidup jika kondisi itu cepat terdeteksi. Sebagai orangtua, Anda sebaiknya banyak melakukan diskusi dengan dokter terkait penanganan yang tepat sesuai kondisi dan tingkat keparahan infeksi usus yang diderita oleh bayi.

Apakah bayi yang lahir normal sudah pasti terbebas dari NEC?

Bayi prematur yang terkena infeksi usus NEC memang memiliki persentase terbanyak, yakni mencakup 60%-80% kasus NEC yang terjadi. Namun, bukan berarti bayi yang lahir cukup bulan sudah pasti terhindari dari kondisi ini.

Bayi normal berisiko mengalami infeksi usus NEC mulai dari 1-3 hari setelah dilahirkan hingga usianya mencapai 1 bulan. Biasanya, bayi ini dilahirkan dengan penyakit bawaan lahir, misalnya kelainan pernapasan, kelainan jantung, maupun kelainan metabolisme.

Masalah-masalah kehamilan yang dialami ibu hamil sebelum menjalani proses melahirkan bayi cukup bulan juga bisa menjadi penyebab munculnya NEC. Masalah tersebut misalnya kurangnya aliran darah dari ibu ke janin karena penyakit akut (misalnya hipertensi), adanya penyakit kronis yang diderita ibu (misalnya diabetes), atau penyalahgunaan obat terlarang oleh ibu selama masa kehamilan.

Pada bayi cukup bulan, NEC memiliki gejala yang khas, seperti bayi sering muntah bilus dan perut menggelembung. Selain itu, bayi juga mengalami gangguan dalam perjalanan darah per rektum, loop usus melebar, pneumatosis intestinalis, dan tanda-tanda lain dari infeksi sistemik, termasuk syok dan asidosis.

Stanford Children’s Health. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=necrotizing-enterocolitis-90-P02388
Diakses pada 6 September 2019

WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/what-is-necrotizing-enterocolitis#1
Diakses pada 6 September 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/necrotizing-enterocolitis
Diakses pada 6 September 2019

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10026-necrotizing-enterocolitis
Diakses pada 6 September 2019

E Medicine Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/977956-clinical
Diakses pada 6 September 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed