logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

Berbagai Benjolan di Leher Anak dan Cara Mengobatinya

open-summary

Benjolan di leher anak dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari infeksi bakteri atau virus, pembengkakan kelenjar getah bening, hingga kanker. Cara mengobatinya bisa dilakukan bergantung pada penyebabnya.


close-summary

3.62

(55)

14 Jan 2022

| Dina Rahmawati

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Benjolan di leher anak dapat disebabkan oleh berbagai hal

Pembengkakan kelenjar getah bening bisa menyebabkan benjolan di leher anak

Table of Content

  • Penyebab benjolan di leher anak
  • Cara mengobati benjolan di leher anak

Ketika menemukan adanya benjolan di leher anak, orangtua tentu merasa khawatir. Benjolan merupakan pertumbuhan jaringan yang dapat diakibatkan oleh berbagai penyebab, mulai dari kondisi medis yang ringan hingga yang berat.

Advertisement

Benjolan pada leher anak juga bisa disertai gejala lain, seperti nyeri, bengkak, kemerahan, sakit tenggorokan, demam, dan lainnya. Cara mengobati benjolan di leher anak pun dilakukan bergantung pada penyebabnya. 

Penyebab benjolan di leher anak

Benjolan di leher kerap terjadi pada anak-anak. Kondisi ini bisa jadi merupakan pembengkakan sementara pada kelenjar getah bening hingga pertumbuhan massa abnormal yang memerlukan perhatian medis.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa penyebab benjolan di leher anak:

1. Infeksi virus

Infeksi virus dapat menyebabkan kelenjar membengkak hingga muncul benjolan di leher pada anak. Kondisi ini mungkin menandakan anak terkena flu, herpes simpleks, mononukleosis, rubella, atau faringitis virus.

Selain adanya benjolan di rahang bawah, anak juga dapat mengalami gejala lain, seperti sakit tenggorokan, hidung tersumbat, batuk, sakit kepala, demam, ruam, hingga kurang nafsu makan.

2. Infeksi bakteri

Infeksi bakteri bisa menyebabkan peradangan dan benjolan di leher anak. Kondisi ini dapat dipicu oleh radang tenggorokan, tonsillitis (radang amandel), tuberkulosis, atau faringitis bakteri.

Bukan hanya benjolan pada leher anak, infeksi bakteri juga dapat disertai oleh gejala lain, seperti demam, sakit kepala, nyeri tenggorokan, sakit saat menelan, suara serak, hidung berair, badan pegal, dan hilang selera makan.

3. Limfadenopati

kelenjar getah bening bengkak
Pembengkakan kelenjar getah bening

Ada benjolan di leher sebelah kiri pada anak usia 2 tahun ke atas? Bisa jadi itu limfadenopati.

Limfadenopati adalah pembengkakan kelenjar getah bening yang menandakan adanya infeksi pada tubuh.Terdapat 200-300 kelenjar getah bening di belakang hidung, tenggorokan, dan leher yang dapat membantu melawan infeksi.

Ketika tubuh anak sedang melawan infeksi virus atau bakteri, misalnya flu, radang tenggorokan, atau gondongan, maka kelenjar getah bening bisa mengalami pembengkakan hingga menimbulkan benjolan di leher anak sebelah kanan atau kiri. 

Benjolan kelenjar di leher pada anak tersebut dapat terasa nyeri maupun tidak.

4. Penyakit gondongan

Gondongan adalah peradangan kelenjar air ludah (parotis) yang disebabkan oleh paramyxovirus. Kondisi ini dapat ditandai dengan leher bengkak pada anak, disertai rasa sakit saat mengunyah atau menelan makanan. 

Benjolan di leher kiri atau kanan pada anak akibat gondongan tentunya terasa tidak nyaman. Penyakit gondongan bisa menular melalui percikan ludah atau lendir orang yang terinfeksi sehingga Anda harus waspada.

5. Reaksi alergi

Reaksi alergi juga bisa menyebabkan munculnya benjolan di leher anak. Misalnya, alergi terhadap makanan atau obat-obatan yang dikonsumsi. 

Kondisi ini terjadi ketika tubuh secara keliru mengenali zat dalam makanan atau obat sebagai benda yang berbahaya sehingga timbul reaksi alergi.

6. Hipotiroid

Benjolan di leher bayi dan anak juga bisa disebabkan oleh penyakit hipotiroid. Hipotiroid adalah kondisi di mana kelenjar tiroid tidak mampu menghasilkan hormon penting tertentu dalam jumlah yang memadai. 

Kondisi tersebut dapat diderita sejak lahir atau seiring bertambahnya usia. Pada anak-anak, hipotiroid juga bisa menyebabkan pertumbuhan tubuh tidak berjalan optimal. Contohnya, perawakan anak menjadi pendek.

7. Kista bawaan

Anak-anak dapat memiliki kista bawaan (kantung berisi cairan) di lehernya. Kista ini terbentuk sebelum kelahiran dan bisa tumbuh lebih besar dari waktu ke waktu. Umumnya, kista tidak bersifat kanker namun dapat menyebabkan infeksi berulang. 

Kista saluran trilogossal merupakan jenis kista leher bawaan yang paling umum. Biasanya terletak di bagian depan leher. Benjolan di leher pada bayi dan anak-anak ini tidak boleh diabaikan.

8. Deep hemangioma

Terkadang benjolan di leher anak juga adalah jenis tanda lahir yang disebut hemangioma (pertumbuhan pembuluh darah di bawah kulit).

Benjolan ini mungkin terlihat ketika bayi dilahirkan dan membesar dengan cepat pada tahun pertama kehidupannya.

Deep hemangioma lebih terasa kenyal daripada kista, dan kulit yang terkena nampak kemerahan.  Benjolan tersebut biasanya hilang saat anak mencapai usia sekolah. 

9. Tortikolis pseudotumor

bayi tortikolis
Tortikolis bisa menyebabkan pseudotumor pada otot besar

Sebagian bayi dengan tortikolis (gangguan otot leher yang menyebabkan kepala miring) dapat mengembangkan pseudotumor pada otot besar yang menghubungkan kepala, leher, dan tulang dada.

Benjolan ini sering kali terbuat dari jaringan parut, di mana otot terluka dalam rahim atau selama persalinan. Kondisi tersebut biasanya tampak pada 8 minggu pertama setelah kelahiran.

10. Kanker

Pada kasus yang jarang, benjolan di leher kanan atau kiri anak juga bisa merupakan tanda kanker. Jenis kanker pada leher di masa kanak-kanak yang paling umum, yaitu limfoma, neuroblastoma, sarkoma, atau tumor tiroid.

Benjolan ganas tersebut tentu berbahaya dan memerlukan perawatan medis dengan segera.

Baca Juga

  • Obat Alami Kelenjar Getah Bening Bengkak, Mulai dari Lidah Buaya hingga Bawang Putih
  • Benjolan di Daun Telinga, Apakah Berbahaya?
  • Kista Kelenjar Bartholin: Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

Cara mengobati benjolan di leher anak

Cara mengobati benjolan di leher anak tentu dilakukan sesuai dengan penyebabnya. Misalnya, obat-obatan seperti antibiotik mungkin diperlukan untuk mengobati infeksi bakteri yang menyebabkan leher anak bengkak. 

Apabila obat tidak memberikan hasil, maka sayatan bedah dan drainase dapat dilakukan oleh dokter untuk menghilangkan benjolan.

Sebelumnya, Anda dapat berkonsultasi pada dokter untuk memastikan penyakit yang anak alami. 

Jika setelah 3 minggu benjolan di leher anak tak juga membaik atau benjolan keras dan tak berpindah, berukuran besar lebih dari 4 cm, bertambah banyak, serta disertai demam, keringat dingin, dan mengalami penurunan berat badan, sebaiknya segera periksakan si kecil ke dokter spesialis anak.

Dokter akan melakukan diagnosis dan menentukan penanganan yang tepat untuk anak Anda. Di sisi lain, Anda juga dapat melakukan cara mengobati benjolan di leher anak yang sederhana, seperti memastikan ia beristirahat dengan cukup, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan minum lebih banyak air putih.

Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang benjolan di leher anak, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

kelenjar getah beningkistalimfomahemangiomalimfadenopati

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved