logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Siapa Saja Orang yang Diperbolehkan Tidak Puasa?

open-summary

Orang yang boleh tidak berpuasa di bulan Ramadan adalah pasien penyakit jantung, diabetes yang tidak terkontrol, pengidap asma parah, dan penderita kanker yang sedang menjalani pengobatan. Jika ingin tetap berpuasa, konsultasi lebih dahulu dengan dokter yang menangani Anda.


close-summary

3.92

(12)

2 Apr 2022

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Orang yang sakit dibolehkan tidak puasa

Orang yang sakit parah boleh tidak berpuasa di bulan Ramadan. Begitu pula dengan orang-orang yang jika berpuasa justru akan memberatkan penyakitnya.

Table of Content

  • Golongan orang yang boleh tidak berpuasa
  • Hal yang perlu diperhatikan jika tetap ingin berpuasa

Bagi umat Islam yang sehat, puasa Ramadhan wajib hukumnya dan bahkan bermanfaat untuk kesehatan. Namun, ada beberapa orang yang diperbolehkan tidak puasa atas alasan kesehatan tertentu.

Advertisement

Golongan orang yang boleh tidak berpuasa

Hukum puasa bagi orang sakit tidak wajib karena berpuasa mungkin dapat membuatnya bertambah sakit, menunda kesembuhan, atau memperburuk penyakitnya.

Begitu pula dengan orang yang merasa berat menjalaninya karena penyakit yang dideritanya.

Baca Juga

  • Manfaat dan Risiko Ibu Hamil Puasa Ramadan bagi Kesehatan
  • Kalau Ingin Corona Cepat Berlalu, Terus Pakai Masker dan Jangan Mudik
  • Mengenal Diseksi Aorta, Penyakit yang Merenggut Kreator Manga Kentaro Miura

Berikut adalah beberapa orang yang dibolehkan tidak puasa:

1. Penderita penyakit jantung

Kelompok orang yang memiliki penyakit jantung angina tidak stabil, baru mengalami serangan jantung, hipertensi yang tidak terkontrol, gagal jantung dekompensasi, dan yang baru menjalani operasi jantung belakangan ini boleh tidak puasa.

Begitu pula pasien penyakit jantung yang kondisinya secara umum tidak stabil dan yang membutuhkan obat diuretik dalam dosis tinggi.

Namun melansir European Society Cardiology, penderita gagal jantung kronis boleh berpuasa.

Dr. Rami Abazid, spesialis jantung dari Prince Sultan Cardiac Centre Saudi Arabia, menekankan pentingnya menghindari konsumsi garam serta jangan langsung minum banyak cairan dalam waktu singkat ketika sahur dan berbuka.

Penting juga untuk tetap mematuhi aturan minum obat diuretik sesuai dosis yang ditetapkan dokter. Jangan mengurangi atau melewatinya.

Konsultasi dulu ke dokter untuk mengetahui apakah perlu menyesuaikan waktu minum obatnya.

2. Penderita GERD gejala berat

Umumnya orang yang sakit GERD dan punya maag boleh berpuasa. Puasa sebetulnya justru bermanfaat untuk mengendalikan produksi asam lambung.

Penelitian tahun 2016 dari The Indonesian Journal of Internal Medicine menemukan, gejala GERD selama bulan puasa terasa lebih ringan dibandingkan bulan-bulan yang lain.

Gejala GERD pada orang yang berpuasa selama Ramadhan juga lebih ringan dibanding orang-orang penderita GERD yang tidak berpuasa

Sebab selama puasa, sekresi ghrelin (hormon rasa lapar) meningkat. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ketika produksi ghrelin meningkat, produksi cairan asam lambung justru menurun.

Akan tetapi, orang yang penyakit maagnya bersifat akut (muncul tiba-tiba) dengan gejala sangat parah diperbolehkan tidak berpuasa.

Gejala GERD yang sangat parah biasanya ditandai dengan:

  • Asam lambung naik tiap hari.
  • Heartburn (sensasi panas di dada dan asam di belakang tenggorokan) setiap hari.
  • Batuk-batuk kering atau cegukan terus.
  • Nyeri perut parah.
  • Muntah-muntah.
  • Nyeri dada yang sangat parah atau sensasi dada tertekan yang parah.
  • Sulit menelan.

Berpuasa justru dapat memperparah kondisi penyakit Anda. GERD yang dibiarkan dapat meningkatkan risiko Anda terhadap komplikasi serius, seperti esofagitis (peradangan pada dinding tenggorokan.

GERD akut dan bergejala parah juga bisa meningkatkan risiko Anda mengalami penyakit langka disebut Barrett’s esophagus, yang dapat berkembang menjadi kanker tenggorokan.

3. Pasien kanker

Puasa sebetulnya dapat membantu memperlambat bahkan menghentikan perkembangan kanker. Puasa juga bermanfaat untuk meningkatkan kerja sistem imun membunuh sel kanker.

Selain itu, puasa dikatakan dapat melindungi pasien dari efek samping kemoterapi atau terapi radiasi yang berbahaya.

Namun secara umum, pasien kanker termasuk yang sedang menjalani pengobatan seperti kemoterapi diperbolehkan tidak berpuasa APABILA kondisi tubuh tidak mampu menahan lapar dan dahaga selama 12 jam.

4. Gangguan hati dan ginjal

Pasien yang mengalami gangguan hati dan ginjal juga tidak diwajibkan untuk berpuasa. Selain jantung, ginjal dan hati adalah organ vital lainnya yang membutuhkan asupan cairan serta nutrisi mumpuni.

Pada ginjal dan hati yang sudah mengalami kerusakan, tidak adanya asupan sama sekali dikhawatirkan dapat membuat kerusakan makin memburuk.

Penderita ginjal akut yang harus menjalani cuci darah juga tidak diwajibkan berpuasa. Justru, mereka harus mendapatkan suntik hormon insulin setiap harinya dan menjalani diet pola makan sesuai instruksi dokter.

5. Penderita diabetes yang tidak stabil

Penderita diabetes yang gula darahnya tidak stabil juga boleh tidak berpuasa.

Termasuk pasien diabetes yang masih bergantung pada suntikan hormon insulin harian dalam dosis tinggi, serta penderita komplikasi diabetes seperti kerusakan pada mata, kerusakan ginjal, atau kerusakan saraf di tangan dan kaki.

Risiko bahaya terbesar dari puasa jika diabetes Anda tidak terkontrol dengan baik adalah hipoglikemia.

Hipoglikemia adalah kondisi kadar gula darah yang turun drastis hingga sangat rendah. Ini dapat membahayakan nyawa. 

Hipoglikemia yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan kejang-kejang, penurunan kesadaran, dan bahkan kematian.

6. Lansia

Orang tua yang sehat boleh ikut berpuasa.  Namun, orang tua yang menderita penyakit kronis mungkin dibolehkan tidak puasa karena dapat membahayakan kesehatan mereka.

Lansia dengan penyakit kronis mungkin harus mengonsumsi obat-obatan setiap hari dan karena itu tidak boleh melewatkan makan.

Lansia yang termasuk sangat kurus atau kekurangan gizi (underweight) juga diperbolehkan tidak berpuasa.

Ini karena mereka bisa mengalami peningkatan risiko komplikasi seperti defisiensi nutrisi parah, hipoglikemia, hiperglikemia (gula darah melonjak drastis), hingga masalah kesehatan lainnya.

Selain itu, lansia dibolehkan tidak ikut puasa karena dikhawatirkan menyebabkan kelemahan otot, rasa lemas, dehidrasi, pusing, atau pingsan yang berisiko menyebabkan jatuh.

Sebaiknya periksakan ke dokter sebelum memutuskan untuk berpuasa. Orang tua yang pernah jatuh sebelumnya mungkin berisiko jatuh lagi.

Contoh lain adalah lansia yang menderita pikun atau Alzheimer. Dengan pertimbangan kesehatan seperti ini, para lansia diperbolehkan tidak berpuasa. 

7. Gangguan pernapasan

Pasien yang menderita gangguan pernapasan seperti COVID-19, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), infeksi paru seperti TBC, hingga asma akut juga diperbolehkan tidak berpuasa.

Mengapa? Dehidrasi yang terjadi saat puasa bisa membuat saluran napas makin kering. Saluran pernapasan yang kering bisa memicu kambuhnya asma.

Di samping itu, menghentikan atau tidak mengonsumsi obat asma sesuai resep juga dapat menyebabkan gejala asma Anda menjadi lebih buruk.

Misalnya, jika Anda berhenti menggunakan inhaler karena Anda merasa ini akan membatalkan puasa, atau Anda meminumnya pada waktu yang berbeda dari jadwal yang ditentukan.

Menghentikan pengobatan Anda dapat menyebabkan gejala asma Anda kembali dan meningkatkan risiko serangan asma yang mengancam nyawa. Konsultasikan dulu ke dokter yang merawat Anda sebelum memutuskan berhenti minum obat asma.

8. Sedang diinfus atau mendapatkan transfusi darah

Setiap orang yang sedang menjalani pengobatan dengan bantuan infus juga dibolehkan tidak berpuasa.

Sebab, pasien tersebut sedang membutuhkan asupan nutrisi sepanjang hari untuk membantu memulihkan kondisinya. Baik itu dalam bentuk infus cairan maupun transfusi darah.

Apabila asupan ini dihentikan selama 12 jam karena berpuasa, dikhawatirkan bisa memperlambat proses penyembuhan.

Itulah daftar orang yang diperbolehkan tidak puasa karena penyakit yang mereka derita. Namun penting untuk mengingat bahwa kondisi tubuh setiap orang tidak bisa disamakan.

Konsultasikan kepada dokter tentang batasan untuk menjalani puasa Ramadan.

Hal yang perlu diperhatikan jika tetap ingin berpuasa

Kondisi setiap orang yang sakit bisa berbeda. Ada beberapa orang yang dibolehkan tidak berpuasa karena penyakitnya, dan ada juga orang sakit yang masih boleh puasa asal memenuhi syarat tertentu.

Oleh karena itu, jika Anda memiliki riwayat penyakit kronis tertentu sebaiknya konsultasi lebih dahulu dengan dokter jauh-jauh hari sebelum Ramadhan datang. Dokter dapat memastikan apakah kondisi Anda cukup baik untuk ikut berpuasa atau tidak. 

Selain itu, dokter juga dapat menyarankan perubahan rencana pengobatan, misalkan menukar jadwal minum obat atau menambah jadwal berobat jalan, serta memberikan panduan gaya hidup sehat selama bulan Ramadhan.

Jadi, jangan lupa konsultasi ke dokter ya!

Advertisement

penyakit ginjalmaagtips puasagagal jantungramadan

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved