Balas Dendam Umumnya Dimiliki oleh Kepribadian Ini


Balas dendam atau revenge merupakan tindakan menyakiti atau melukai orang lain, karena adanya perasaan sakit hati atau kesalahan yang dialami oleh seseorang.

0,0
13 Jun 2019|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Balas dendam adalah kepribadian yang tidak bijakOrang yang suka balas dendam, cenderung memiliki motivasi untuk berkuasa
Ketika Anda merasa diperlakukan tidak adil atau kurang baik oleh orang lain, ada dua pilihan utama yang mungkin bisa dilakukan sebagai respons. Pertama adalah memaafkannya dan yang kedua, balas dendam.Bagi orang-orang yang memilih opsi kedua, ternyata ada ciri kepribadian yang khas yang dimiliki. Agar tidak semakin penasaran, berikut ini penjelasannya untuk Anda.[[artikel-terkait]]

Balas dendam adalah perilaku tidak terpuji

Balas dendam (revenge) adalah tindakan menyakiti atau melukai orang lain akibat adanya sakit hati atau kesalahan yang dialami oleh seseorang. Balas dendam juga bisa terjadi karena adanya keinginan untuk melakukan retribusi.Saat Anda tersakiti, secara alami Anda akan meresponnya dengan cara-cara tertentu untuk melakukan pertahanan diri. Tak hanya itu, kebanyakan orang pun juga banyak yang memilih untuk menyerang balik apa dan siapa yang menyerang/menyakiti Anda.Meskipun kadang perasaan inigin membalas dendam ini tidak kita akui, namun balas dendam adalah salah suatu perasaan intens yang muncul pada setiap manusia.Alih-alih dapat menyembuhkan Anda dari sakit dan melanjutkan hidup, penelitian justru menyebut balas dendam hanya akan membuat Anda tetap tidak bahagia. 

Kepribadian orang yang suka balas dendam

Pada sebuah peneilitian yang dilakukan di Virginia Commonwealth University, Amerika Serikat, disebutkan bahwa orang yang senang menyakiti orang lain dan merasa bahagia ketika melihat orang lain menderita, cenderung lebih sering balas dendam.Penelitian ini juga menemukan, bahwa kepribadian sadisme, dominan pada orang yang suka balas dendam. Hasil riset ini tidak jauh berbeda dari penelitian lain yang dilakukan di Adelaide University, Australia.Pada penelitian tersebut disebutkan, orang-orang yang melakukan balas dendam, cenderung memiliki motivasi untuk berkuasa. Mereka ingin terlihat memiliki kekuatan, dan menaikkan status dirinya.Penelitian tersebut dilakukan dengan melibatkan 150 responden. Para responden menjawab pertanyaan seputar balas dendam, kekuasaan, tradisi, serta ketidaksetaraan dalam masyarakat. Mereka yang cenderung suka balas dendam, merupakan individu yang sulit memaafkan, kurang bijak, dan kurang memiliki keterkaitan dengan dunia sekitarnya.

Balas dendam tidak menyelesaikan masalah

Mungkin balas dendam dilakukan untuk menenangkan hati. Namun, tahukah Anda? membalas dendam justru dapat membuat rasa marah semakin mendalamIndividu yang tidak dikuasai amarah, sehingga mampu meredam niat balas dendam, tidak menganggap persoalan tersebut sebagai sesuatu yang besar. Jadi, orang seperti ini lebih mudah melupakan dan menyudahi masalahnya.Namun, orang-orang yang balas dendam, tidak dapat melupakan masalah yang terjadi. Mereka terus-menerus memikirkannya. Akibatnya, bukannya menyelesaikan masalah, balas dendam justru membuka luka lama, yang seharusnya bisa ditutup dan disembuhkan.

Cara mencegah keinginan untuk balas dendam

Anda sadar, sebenarnya balas dendam merupakan hal yang negatif. Namun terkadang, amarah menguasai diri dan pikiran, dan membuat Anda ingin melakukan balas dendam. Ada baiknya Anda melakukan hal ini, saat diselubungi amarah.

1. Jangan tekan rasa marah yang dirasakan

Saat merasa marah, hal yang wajar dilakukan adalah menyalurkan emosi. Jangan simpan kemarahan Anda. Namun perlu diingat, menyalurkan emosi tidak hanya bisa dilakukan melalui balas dendam. Justru, balas dendam akan memupuk rasa marah tersebut, bukan menghilangkannya.

2. Tenangkan diri sebelum membuat keputusan

Jika bertindak terlalu impulsif, dan terlalu terburu-buru, Anda justru akan menambah penderitaan dalam hidup. Tidak hanya itu. Perilaku ini juga dapat berpengaruh pada orang-orang sekitar yang Anda cintai.

3. Cari tahu fakta yang ada

Belum tentu, perkataan maupun perlakuan yang Anda terima, menampilkan gambaran keseluruhan dari permasalahan yang terjadi. Sebelum memutuskan untuk balas dendam, cari tahu terlebih mengenai fakta yang sesungguhnya.Bisa jadi, semua itu miskomunikasi, salah pengertian, atau memang merupakan masalah yang sangat sulit untuk diselesaikan.Selain itu, Anda juga bisa mencoba untuk fokus dan move on. Membela diri memang baik. Namun akan lebih baik, jika hal ini dilakukan dengan cara yang positif, dan bukan dengan balas dendam.
kesehatan mentalgangguan kepribadian
American Psychology Associaton. https://www.apa.org/monitor/2009/06/revenge
Diakses pada 29 Mei 2019
Science Daily. https://www.sciencedaily.com/releases/2017/11/171130133827.htm
Diakses pada 29 Mei 2019
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/pieces-mind/201309/revenge-will-you-feel-better
Diakses pada 29 Mei 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait