Pingsan adalah keadaan di mana seseorang kehilangan kesadaran sementara secara tiba-tiba
Sering pingsan dapat mengindikasikan suatu keadaan medis tertentu.

Pingsan merupakan masalah yang cukup sering dijumpai sehari-hari. Pingsan atau sinkop adalah keadaan di mana seseorang kehilangan kesadaran sementara secara tiba-tiba. Kondisi ini biasanya disebabkan karena hipoksia atau kurangnya oksigen pada otak. Beberapa hal yang dapat menyebabkan kondisi ini, di antaranya adalah hipotensi (tekanan darah rendah) dan keracunan karbon monoksida. 

Meskipun pingsan dapat menjadi indikasi kondisi medis tertentu, namun dalam beberapa kasus tertentu, pingsan dapat terjadi pada orang yang sehat. Pingsan dapat terjadi akibat ketakutan, nyeri yang hebat, stres emosional, kelaparan, dan konsumsi alkohol atau obat-obatan. Orang dengan jenis pingsan ini tidak memiliki penyakit jantung atau kelainan saraf yang mendasari.

Perlu Anda ketahui bahwa pingsan sesungguhnya merupakan suatu mekanisme tubuh untuk mempertahankan fungsi organ vital dengan menghentikan sementara organ nonvital, sehingga oksigen dapat difokuskan pada organ vital. Ketika otak mulai mengalami kekurangan oksigen, tubuh akan bernapas lebih cepat (hiperventilasi).

Selain itu, jantung akan meningkatkan pompa darah yang ditandai dengan meningkatnya denyut jantung. Kedua mekanisme ini bertujuan untuk meningkatkan kembali kadar oksigen menuju otak. Peningkatan kerja jantung menyebabkan penurunan tekanan darah (hipotensi) pada beberapa bagian tubuh. Kondisi hiperventilasi dan hipotensi inilah yang menyebabkan kehilangan kesadaran sementara dan kelemahan tubuh.

Jenis-jenis Pingsan

Pingsan dapat disebabkan oleh berbagai hal. Penyebab yang paling umum adalah neurokardiogenik atau vasovagal. Pingsan juga dapat disebabkan akibat perubahan posisi tiba-tiba (ortostatik) dan penyakit jantung. Apabila Anda sering pingsan, berikut adalah beberapa jenis pingsan berdasarkan penyebabnya untuk mengidentifikasi masalah Anda.

1. Pingsan Neurokardiogenik atau Vasovagal

Jenis pingsan ini merupakan jenis yang paling umum dan sering terjadi pada anak-anak dan remaja. Pingsan neurokardiogenik terjadi ketika ada sesuatu yang memicu kerusakan jangka pendek pada sistem saraf otonom. Sistem saraf otonom berperan memengaruhi detak jantung, pencernaan, laju pernapasan, air liur, keringat, diameter pupil, buang air kecil, dan gairah seksual.

Ketika mengalami kerusakan, tubuh akan mengalami penurunan tekanan darah dan detak jantung, serta denyut nadi akan melambat. Hal inilah yang kemudian menyebabkan gangguan sementara pada suplai darah dan oksigen ke otak.

Biasanya pingsan ini terjadi saat berdiri dalam waktu yang lama dan sering didahului oleh sensasi kehangatan, mual, sakit kepala ringan, dan visual "kelabu." Kejang dapat terjadi bila jenis pingsan ini berlangsung lama. Batuk atau bersin yang kuat, mengedan saat buang air besar, aktivitas fisik, seperti angkat beban merupakan beberapa hal yang dapat memicu terjadinya pingsan neurokardiogenik, kondisi kaget ketika menerima suatu berita tidak menyenangkan dan melihat sesuatu yang tidak menyenangkan.

2. Hipotensi Ortostatik

Bangun dari posisi berbaring atau duduk secara cepat dapat menyebabkan penurunan tekanan darah tiba-tiba sehingga terjadi pingsan. Hal ini terjadi karena saat berdiri, gaya gravitasi membuat darah terkumpul ke daerah tungkai.

Dalam keadaan normal, tubuh akan memberikan respons untuk mengembalikan tekanan darah dengan meningkatkan denyut jantung dan mempersempit diameter pembuluh darah (vasokonstriksi). Pada hipotensi ortostatik, terjadi gangguan dalam proses stabilisasi tekanan darah ini. Hal yang dapat memicu gangguan tersebut, antara lain:

  • Dehidrasi
  • Diabetes tidak terkontrol
  • Obat-obatan, seperti diuretik, beta bloker, dan antihipertensi
  • Alkohol
  • Kondisi neurologis, seperti penyakit Parkinson
  • Sindrom sinus carotis

3. Pingsan Kardiogenik

Gangguan pada jantung dapat menyebabkan berkurangnya pasokan darah dan oksigen menuju otak sehingga menyebabkan pingsan. Gangguan irama jantung (aritmia), gangguan pada katup jantung, hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat menyebabkan pingsan. Kondisi serangan jantung juga menjadi salah satu penyebab hilangnya kesadaran. Pada serangan jantung, sebagian otot jantung mati akibat kekurangan pasokan darah dan oksigen.

Pingsan dapat diatasi berdasarkan pada penyebab yang mendasari. Pingsan dianggap sebagai suatu kondisi gawat darurat sebelum diketahui penyebabnya. Jika pingsan yang terjadi diakibatkan gangguan medis, sebaiknya Anda konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan sesuai.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/182524.php
Diakses pada April 2019

WebMD. https://www.webmd.com/brain/understanding-fainting-basics
Diakses pada April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed