Orang Koma Bisa Menangis, Tanda Otak Masih Bekerja


Orang koma ternyata bisa menangis, namun tidak dapat disamaratakan pada setiap orang. Simak selengkapnya di sini.

(0)
14 Jun 2019|Azelia Trifiana
Orang koma ternyata sadar dan otaknya bekerjaTidak pernah ada yang bisa memprediksi kondisi saat seseorang koma, bahkan ada kasus orang koma bisa menangis
Hingga kini, belum ada definisi pasti apa yang terjadi – secara detil – selama seseorang dalam kondisi koma. Selalu ada area abu-abu. Terlebih, kondisi koma seseorang berbeda satu sama lain, termasuk dalam menjawab pertanyaan tentang benarkah orang koma bisa menangis.Secara sederhana, koma adalah kondisi tubuh setelah mengalami cedera parah di bagian kepala sehingga aktivitas otak memutuskan untuk ‘beristirahat’. [[artikel-terkait]]

Apakah orang koma masih memiliki kesadaran?

Orang yang mengalami koma tidak bisa membuka mata atau memberi respons pada apa yang terjadi di sekitarnya. Insiden traumatic brain injury yang terjadi pada orang tersebut akan membuatnya pasif terhadap stimulus eksternal.Meski demikian, bukan berarti otak orang koma tidak berfungsi. Jauh dari itu. Mereka sadar dan otaknya bekerja. Namun, orang koma tidak bisa bergerak atau merespons lingkungannya.Analoginya seperti orang yang sedang tidur lelap: keadaan tidak sadar apa yang terjadi di sekitar, tidak mencerna situasi, ataupun berpikir.

Apa yang terjadi bila orang koma?

Pasien koma tidak akan melakukan gerakan, mengeluarkan suara, dan tidak dapat membuka mata meskipun dirangsan dengan suatu gerakan seperti dicubit. Orang koma berbeda dengan pingsa, pasalnya pingsan hanya terjadi sementara. Sedangkan orang yang koma akan mengalami penurunan kesadaran pasien untuk waktu yang cukup lama. Koma bisa terjadi karena adanya kerusakan salah satu bagian otak, bisa sementara ataupun permanen.

Penyebab orang koma

Koma diakibatkan oleh cedera pada otak yang dapat disebabkan oleh berbagai masalah. Cedera tersebut bisa bersifat sementara ataupun permanen. Lebih dari 50% kasus koma berkaitan dengan trauma kepala atau gangguan sistem sirkulasi otak. Berikut berbagai masalah yang dapat menyebabkan kondisi kritis dan koma:

1. Cedera kepala

Cedera kepala berat bisa mengakibatkan pembengkakan atau pendarahan jaringan otak. Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya penekanan pada batang otak sehingga merusak bagian otak yang berfungsi untuk mengatur kesadaran. Rusaknya bagian otak tersebut adalah salah satu penyebab koma.

2. Tumor otak

Tumor otak adalah pertumbuhan sel yang tidak normal pada otak. Tumor di otak atau batang otak dapat menyebabkan koma. Bukan hanya itu, tumor juga bisa menyebabkan pendarahan di otak yang memicu terjadinya koma.

3. Stroke

Stroke disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah atau pecahnya pembuluh darah. Kondisi ini mengakibatkan pasokan darah ke otak menjadi terhalang atau berkurang sehingga menyebabkan terjadinya koma.

4. Diabetes

Pada penderita diabetes, kadar gula darah yang terlalu tinggi (hiperglikemia), ataupun terlalu rendah (hipoglikemia), yang berlangsung lama dapat menyebabkan terjadinya koma. Namun, jenis koma ini biasanya dapat membaik jika kadar gula darah diperbaiki.

5. Hipoksia

Oksigen sangat penting untuk menjaga fungsi otak. Jika pasokan oksigen berkurang atau terputus (hipoksia), misalnya karena serangan jantung, tenggelam, atau tersedak, maka dapat menyebabkan terjadinya koma.

6. Kejang

Kejang tunggal, atau yang hanya sekali, terjadi jarang menyebabkan koma. Namun, kejang yang terjadi berulang bisa menyebabkan ketidaksadaran dan koma berkepanjangan. Hal ini terjadi karena kejang berulang dapat mencegah otak untuk pulih dari kejang sebelumnya.

7. Keracunan

Zat yang masuk ke dalam tubuh dapat terakumulasi sebagai racun jika tubuh gagal membuangnya dengan benar. Paparan racun pada tubuh, seperti karbon monoksida dan timbal, dapat menyebabkan kerusakan otak dan koma.

Orang koma kadang bergerak secara tidak sadar

Orang dalam keadaan koma memang tidak bisa menggerakkan tubuhnya untuk merespons apa yang terjadi di sekitar. Meski demikian, mereka masih bisa menjalankan fungsi-fungsi tubuh non-kognitif.Sebut saja bernapas tanpa alat bantu – kecuali bagi yang mengalami gangguan pernapasan – kemudian sirkulasi darah tetap berjalan, organ lainnya pun berfungsi tanpa intervensi eksternal.Terkadang, orang koma juga bisa menggerakkan sedikit anggota tubuhnya sebagai respons refleks. Namun lagi-lagi, hal ini tidaklah mutlak. Ada kondisi-kondisi berbeda pada beberapa orang yang mengalami koma.

Benarkah orang koma bisa menangis?

Tak ada yang bisa memprediksi apa yang akan terjadi pada orang koma, bahkan dokter sekalipun. Ada banyak cerita-cerita menakjubkan – terkadang sampai sulit dipercaya – dari para survivor koma yang bisa kembali menjalani kehidupan dengan normal.SehatQ akan mengangkat dua contoh berikut ini:

Geoffrey Lean, mendengar dalam koma

Pertama, Geoffrey Lean. Ia sempat koma selama satu bulan akibat kegagalan operasi yang menyebabkan rhabdomyolisis, kerusakan jaringan otot. Dokter mendiagnosis kemungkinan hidupnya kurang dari 1%.Namun pada akhirnya, Lean selamat.Menurut kesaksiannya, selama berada di rumah sakit ia bisa mendengar apa yang dibicarakan orang-orang di sekitarnya. Lean bahkan bisa merasakan sentuhan seperti ketika suster memberikan injeksi obat di lengannya.Apa yang terjadi pada Geoffrey Lean membawa pada penelitian departemen neuro-Disability Royal Hospital London bahwa ada kemungkinan orang koma mengerti apa yang terjadi di sekitarnya, namun tidak bisa berkomunikasi.

Matthew Taylor, menangis saat koma

Contoh kedua dapat menjadi justifikasi bahwa orang koma bisa menangis. Pria Inggris bernama Matthew Taylor mengalami kecelakaan motor parah di Bali pada tahun 2011 lalu.Sejak 2009, Taylor memang tinggal di Bali dan bekerja sebagai guru bahasa Inggris. Ia pun telah bertunangan dengan gadis asal Indonesia, Handayani Nurul.Sejak kecelakaan tragis itu, Taylor mengalami koma dan dirawat oleh keluarganya di Royal Derby Hospital, Inggris. Suatu ketika, tunangannya menelepon dari Indonesia dan mencoba berbicara padanya. Ketika itu, Matthew Taylor mengeluarkan air mata dalam kondisi mata terpejam dan terbaring. Itu adalah pertama kalinya Taylor memberikan respons dan berlanjut pada gerakan-gerakan kecil lainnya.

Orang koma bisa menangis

Apa yang terjadi pada Matthey Taylor menjadi bukti bahwa orang koma bisa menangis. Tentu hal ini tidak bisa disamaratakan pada setiap orang yang mengalami koma.Setiap kasus koma seseorang berbeda. Gerakan refleks, respon verbal, hingga reaksi yang membuat orang koma bisa menangis menjadi faktor penting dalam menentukan mereka bisa sembuh total.Fungsi otak orang koma akan berangsur pulih dari waktu ke waktu. Dengan pengamatan intensif, dokter bisa menilai seberapa parah cedera penyebab koma yang dialami seseorang.Komplikasi yang mungkin timbul akibat koma, yaitu dekubitus atau luka pada area punggung bawah karena berbaring terlalu lama, infeksi kandung kemih, dan gumpalan darah di kaki.Sebagian orang yang mengalami koma tidak terselamatkan, namun sebagian yang lain bisa pulih secara bertahap. Beberapa orang yang pulih dari koma mempunyai potensi cacat besar atau kecil.
koma
Daily Mail. https://www.dailymail.co.uk/news/article-2155860/Tears-teacher-coma-fiancee-phones-Bali-After-months-voice-triggers-signs-life.html
Diakses pada 17 Mei 2019
Science Direct. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S147444220400852X
Diakses pada 17 Mei 2019
Telegraph. https://www.telegraph.co.uk/news/health/6638155/Locked-in-a-coma-I-could-hear-people-talking-around-me.html
Diakses pada 17 Mei 2019
Coma Communication. http://www.comacommunication.com/faq.htm#FAQ_5

Diakses pada 17 Mei 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/coma/symptoms-causes/syc-20371099
Diakses pada 30 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait