Orang yang mengalami koma ternyata sadar dan otaknya bekerja
Tidak pernah ada yang bisa memprediksi kondisi saat seseorang koma, bahkan ada kasus orang koma bisa menangis

Hingga kini, belum ada definisi pasti apa yang terjadi – secara detil – selama seseorang dalam kondisi koma. Selalu ada area abu-abu. Terlebih, kondisi koma seseorang berbeda satu sama lain, termasuk dalam menjawab pertanyaan tentang benarkah orang koma bisa menangis.

Secara sederhana, koma adalah reaksi tubuh setelah mengalami cedera parah di bagian kepala sehingga otak memutuskan untuk ‘beristirahat’.

[[artikel-terkait]]

Apakah orang koma masih memiliki kesadaran?

Orang yang mengalami koma tidak bisa membuka mata atau memberi respons pada apa yang terjadi di sekitarnya. Insiden traumatic brain injury yang terjadi pada orang tersebut akan membuatnya pasif terhadap stimulus eksternal.

Meski demikian, bukan berarti otak orang koma tidak berfungsi. Jauh dari itu. Mereka sadar dan otaknya bekerja. Namun, orang koma tidak bisa bergerak atau merespons lingkungannya.

Analoginya seperti orang yang sedang tidur lelap: mereka tidak sadar apa yang terjadi di sekitar, tidak mencerna situasi, ataupun berpikir.

Orang koma kadang bergerak secara tidak sadar

Orang koma memang tidak bisa menggerakkan tubuhnya untuk merespons apa yang terjadi di sekitar. Meski demikian, mereka masih bisa menjalankan fungsi-fungsi tubuh non-kognitif.

Sebut saja bernapas tanpa alat bantu – kecuali bagi yang mengalami gangguan pernapasan – kemudian sirkulasi darah tetap berjalan, organ lainnya pun berfungsi tanpa intervensi eksternal.

Terkadang, orang koma juga bisa menggerakkan sedikit anggota tubuhnya sebagai respons refleks. Namun lagi-lagi, hal ini tidaklah mutlak. Ada kondisi-kondisi berbeda pada beberapa orang yang mengalami koma.

Benarkah orang koma bisa menangis?

Tak ada yang bisa memprediksi apa yang akan terjadi pada orang koma, bahkan dokter sekalipun.

Ada banyak cerita-cerita menakjubkan – terkadang sampai sulit dipercaya – dari para survivor koma yang bisa kembali menjalani kehidupan dengan normal.

SehatQ akan mengangkat dua contoh berikut ini:

Geoffrey Lean, mendengar dalam koma

Pertama, Geoffrey Lean. Ia sempat koma selama satu bulan akibat kegagalan operasi yang menyebabkan rhabdomyolisis, kerusakan jaringan otot. Dokter mendiagnosis kemungkinan hidupnya kurang dari 1%.

Namun pada akhirnya, Lean selamat.

Menurut kesaksiannya, selama berada di rumah sakit ia bisa mendengar apa yang dibicarakan orang-orang di sekitarnya. Lean bahkan bisa merasakan sentuhan seperti ketika suster memberikan injeksi obat di lengannya.

Apa yang terjadi pada Geoffrey Lean membawa pada penelitian departemen neuro-Disability Royal Hospital London bahwa ada kemungkinan orang koma mengerti apa yang terjadi di sekitarnya, namun tidak bisa berkomunikasi.

Matthew Taylor, menangis saat koma

Contoh kedua dapat menjadi justifikasi bahwa orang koma bisa menangis. Pria Inggris bernama Matthew Taylor mengalami kecelakaan motor parah di Bali pada tahun 2011 lalu.

Sejak 2009, Taylor memang tinggal di Bali dan bekerja sebagai guru bahasa Inggris. Ia pun telah bertunangan dengan gadis asal Indonesia, Handayani Nurul.

Sejak kecelakaan tragis itu, Taylor mengalami koma dan dirawat oleh keluarganya di Royal Derby Hospital, Inggris. Suatu ketika, tunangannya menelepon dari Indonesia dan mencoba berbicara padanya.

Ketika itu, Matthew Taylor mengeluarkan air mata dalam kondisi mata terpejam dan terbaring. Itu adalah pertama kalinya Taylor memberikan respons dan berlanjut pada gerakan-gerakan kecil lainnya.

Orang koma bisa menangis

Apa yang terjadi pada Matthey Taylor menjadi bukti bahwa orang koma bisa menangis. Tentu hal ini tidak bisa disamaratakan pada setiap orang yang mengalami koma.

Setiap kasus koma seseorang berbeda. Gerakan refleks, respon verbal, hingga reaksi yang membuat orang koma bisa menangis menjadi faktor penting dalam menentukan kesembuhan mereka.

Fungsi otak orang koma akan berangsur pulih dari waktu ke waktu. Dengan pengamatan intensif, dokter bisa menilai seberapa parah cedera penyebab koma yang dialami seseorang.

Artikel Terkait

Banner Telemed