Kupas Tuntas Operasi Varikokel untuk Mengatasi Varises pada Skrotum

(0)
27 Jul 2020|Annisa Trimirasti
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Operasi varikokel biasanya dilakukan oleh tim dokterOperasi varikokel membutuhkan bantuan tim dokter
Operasi varikokel (varikokelektomi) merupakan salah satu jenis operasi untuk mengatasi varikokel. Pada prosedur ini, dokter akan menutup atau mengikat pembuluh darah yang bermasalah.Varikokel adalah pembesaran pembuluh darah vena di dalam skrotum atau kantong testis. Kondisi ini dapat menghambat aliran darah dan berpotensi mengganggu fungsi sistem reproduksi pria.Karena itu, operasi varikokel dilakukan untuk mengembalikan kelancaran aliran darah pada area skrotum tersebut.

Alasan operasi varikokel perlu dilakukan

Tidak semua kasus varikokel membutuhkan operasi varikokel. Pasasalnya, pada beberapa kasus, varikokel tidak menyebabkan gejala ataupun rasa tak nyaman.Varikokelektomi umumnya menjadi pilihan penanganan bila pengidap varikokel mengalami beberapa kondisi di bawah ini:
  • Ukuran testis menjadi lebih kecil
  • Terjadi gangguan pertumbuhan testis, pada penderita anak-anak atau remaja
  • Nyeri pada testis
  • Merasa terganggu dengan tampilan testis atau skrotum
  • Kesulitan untuk memiliki keturunan atau mengalami infertilitas
  • Penurunan gairah seksual
  • Kenaikan berat badan yang berlebih

Lakukan persiapan ini sebelum operasi varikokel

Varikokelektomi merupakan tindakan medis rawat jalan. Ini berarti, Anda bisa pulang di hari yang sama dengan hari operasi.Meski demikian, Anda tetap membutuhkan beberapa langkah persiapan berikut sebelum menjalani operasi:
  • Pemeriksaan

Anda akan menjalani sejumlah tes sebelum atau beberapa hari sebelum hari operasi. Tes ini dapat berupa tes darah, tes urine, rontgen dada, serta uji aktivitas listrik di jantung (elektrokardiogram)Anda pun akan menjalani pemeriksaan pada area testis dan skrotum lagi sebelum operasi dilakukan. Prosedur ini dapat berupa pemeriksaan fisik di mana dokter akan meraba area kemaluan serta pemindaian pada bagian genital dengan bantuan USG ataupun CT scan.
  • Obat-obatan

Anda perlu memberitahukan pada dokter jika Anda menggunakan obat-obatan atau suplemen tertentu. Anda akan disarankan untuk menghentikan penggunaaan obat-obatan pengencer darah, seperti warfarin dan aspirin. Dengan ini, risiko perdarahan selama operasi bisa dikurangi.
  • Puasa

Anda biasanya akan diminta untuk melakukan puasa selama 8-12 jam sebelum operasi.
  • Pendamping

Pastikan ada orang yang mengantar Anda ke rumah sakit dan menjemput Anda pulang ke rumah. Anda juga disarankan untuk mengajukan cuti kerja di hari operasi karena istirahat diperlukan setelah operasi.
  • Pakaian
Anda dianjurkan untuk mengenakan pakaian yang nyaman dan longgar pada hari operasi.Setelah menilai Anda siap, dokter akan melaksanakan operasi varikokel sesuai jadwal.

Apa yang dilakukan oleh dokter pada operasi varikokel?

Operasi varikokel membutuhkan pemberian anestesi untuk pasien, baik anestesi umum maupun lokal. Bius umum akan membuat pasien tertidur, sementara bius lokal akan diberikan pada area genital agar kebas (baal) selama operasi berlangsung.Setelah obat bius bekerja, dokter bedah akan melakukan operasi varikokel. Operasi ini umumnya dilaksanakan dengan teknik laparaoskopi.Dokter akan membuat beberapa sayatan kecil di perut bagian bawah. Alat laparoskop akan dimasukkan ke salah satu sayatan menuju skrotum. Laparoskop memiliki kamera dan lampu di ujungnya, sehingga dokter dapat melihat area varikokel dengan lebih jelas.Dokter lalu memasukkan gas lewat laparoskop agar area varikokel mengembang dan tampak lebih jelas. Setelah itu, dokter akan memotong dan menutup pembuluh darah vena yang membesar (varikokel).Penutupan ujung pembuluh darah tersebut dapat menggunakan penjepit atau dengan metode bakar supaya jaringan merapat.Setelah memastikan bahwa prosedur berhasil, dokter akan mengeluarkan semua alat bedah. Lalu, dokter akan menjahit sayatan operasi.Operasi varikokel biasanya membutuhkan waktu sekitar 1-2 jam. Pasien juga bisa pulang di hari yang sama setelah kondisinya dipastikan stabil.

Perhatikan hal-hal ini setelah operasi varikokel

Sebagian besar pasien akan merasakan nyeri ringan pascaoperasi varikokel. Kondisi ini normal terjadi dan akan mereda dalam 1-2 hari kemudian.Untuk mempercepat penyembuhan rasa nyeri dan luka operasi serta meminimalkan risiko komplikasi, pasien perlu memberhatikan sederet hal berikut:
  • Jangan menyetir, makan dengan porsi besar, mengonsumsi minuman beralkohol, mengoperasikan alat berat, mengangkat beban berat, atau berolahraga dengan intensitas tinggi, selama 24 jam pertama pascaoperasi.
  • Jangan berhubungan intim, berenang, berendam, ataupun mengejan saat buat air besar, tanpa seizin dokter. Larangan ini umumnya berlaku selama 1-2 minggu.
  • Mengonsumsi semua obat yang diresepkan oleh dokter sesuai anjuran. Dokter biasanya memberikan obat antibiotik dan obat pereda nyeri.
  • Mengikuti saran dan petunjuk dokter mengenai cara membersihkan luka operasi.
  • Menempelkan kompres dingin ke area skrotum selama 10 menit. Lakukan langkah ini sekali per hari dan selama beberapa hari.
Anda juga perlu kembali menghubungi dokter bila mengalami sejumlah hal di bawah ini setelah operasi:
  • Terjadi penumpukan cairan di testis
  • Sulit buang air kecil
  • Muncul peradangan, pembengkakan, atau keluarnya cairan di luka operasi
  • Mengalami demam tinggi
  • Mual dan muntah
  • Terjadi pembengkakan atau nyeri di area kaki
Gejala-gejala tersebut bisa menandakan terjadinya komplikasi pascaoperasi yang perlu ditangani secepatnya.Operasi varikokel atau varikolektomi umumnya dipilih bila varikokel menyebabkan nyeri atau gangguan pada organ reproduksi. Agar prosedur ini sukses, Anda disarankan untuk mengikuti semua saran dan petunjuk dari dokter, serta mewaspadai komplikasi yang mungkin terjadi.
varikokel
Healthline. https://www.healthline.com/health/mens-health/varicocelectomy
Diakses pada 27 Juli 2020
Med India. https://www.medindia.net/surgicalprocedures/varicocelectomy.htm
Diakses pada 27 Juli 2020
University of Utah Health Hospitals and Clinics. https://healthcare.utah.edu/fertility/conditions/varicocele.php
Diakses pada 27 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait