Operasi Herina: Langkah, Efek Samping, dan Perawatannya

(0)
20 May 2019|dr. M. Helmi A.
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Operasi hernia laparoskopiOperasi terbuka maupun laparoskopi, bisa menjadi pilihan untuk mengatasi hernia.
Hernia atau turun berok terjadi ketika organ dalam tubuh mendorong, atau menekan jaringan otot, maupun jaringan ikat yang melemah. Misalnya, turunnya usus melalui jaringan otot atau  jaringan ikat yang melemah di lapisan dinding perut.Seringkali, hernia terjadi di daerah perut. Namun, hernia juga dapat terjadi di daerah paha atas, pusar, diafragma, dan selangkangan. Penyakit hernia bisa dibilang tidak mengancam jiwa. Meski demikian, hernia tidak dapat hilang dengan sendirinya.

Langkah-langkah untuk mengatasi hernia

Perubahan pola makan, latihan olahraga khusus, dan konsumsi obat dapat mengatasi, atau mengurangi gejala-gejala yang ditimbulkan oleh hernia. Namun, untuk menghilangkan dan mencegah komplikasi lanjut dari hernia, tindakan bedah atau operasi mutlak diperlukan.Pemilihan tindakan operasi hernia didasarkan pada beberapa faktor, seperti riwayat operasi sebelumnya, ukuran hernia, kondisi umum pasien, dan komplikasi yang sudah terjadi. Ada dua jenis operasi untuk mengatasi hernia, yaitu operasi terbuka dan bedah minimal invasive hernia (laparoskopi).

1. Operasi terbuka hernia

Operasi terbuka dilakukan dengan membuat sayatan pada dinding perut, dan menggunakan bius total. Melalui sayatan ini, dokter bedah dapat mengidentifikasi atau menemukan kantong hernia yang menyebabkan masalah. Setelah kantung hernia ditemukan, dokter bedah akan mengembalikan kantung hernia ke posisi yang benar, dan memperkuat dinding perut yang lemah dengan menggunakan jahitan, atau jala sintetis (synthetic mesh). Operasi terbuka membutuhkan proses pemulihan yang lebih lama, dibandingkan laparoskopi. Aktivitas berat dan olahraga tidak dianjurkan selama empat hingga enam minggu setelah operasi. Nyeri pada operasi terbuka akan terasa, dan biasanya dokter akan meresepkan obat antinyeri untuk mengatasinya.

2. Laparoskopi (bedah minimal invasif) hernia

Laparoskopi (bedah minimal invasif) pada hernia dilakukan dengan menggunakan alat berbentuk tabung yang dinamakan laparaskop. Alat ini dimasukkan ke dalam sayatan kecil yang dibuat di dinding perut. Pembiusan secara total diperlukan juga pada prosedur laparaskopi, sama halnya dengan operasi terbuka. Alat laparoskop dihubungkan dengan video kamera yang dapat memproyeksikan gambar di dalam dinding perut, dan terhubung dengan monitor di ruang operasi. Untuk mempermudah dan memperjelas isi dinding perut, gas karbon dioksida (CO2) dapat digunakan untuk menggembungkan perut. Selanjutnya, identifikasi dan reposisi kantong hernia dilakukan.Kemudian, dokter akan memperkuat dinding perut yang lemah, dengan jala sintetis. Setelah semua prosedur terlaksana, luka sayatan kecil dapat ditutup dengan satu hingga dua jahitan.Bekas jahitan ini akan memudar dalam hitungan bulan. Tindakan laparoskopi ini hanya menimbulkan sedikit nyeri setelah operasi, dibandingkan dengan operasi terbuka. Selain itu, pasien laparoskopi pun lebih cepat pulih, daripada individu yang menjalani operasi terbuka.

Operasi hernia aman dilakukan

Meskipun terlihat lebih sederhana dibandingkan dengan operasi terbuka, tidak semua kasus hernia dapat ditangani dengan tindakan laparoskopi. Misalnya, hernia yang terlalu besar, atau adanya infeksi di dalam perut, membutuhkan operasi terbuka. Begitu juga dengan hernia yang terjadi akibat usus turun ke skrotum. Dalam kasus tersebut, laparoskopi tidak dianjurkan.Baik operasi terbuka maupun laparoskopi, bisa dikatakan sebagai tindakan yang aman. Namun, tetap ada risiko komplikasi dari kedua tindakan medis tersebut. Komplikasi yang mungkin terjadi antara lain infeksi pascaoperasi, hernia berulang, gumpalan darah, nyeri kronis (menahun), serta kerusakan saraf tertentu.

Efek samping operasi hernia

 Operasi hernia adalah prosedur operasi yang aman dilakukan. Namun, setiap prosedur operasi tentu memiliki risiko. Berikut  adalah beberapa efek samping yang mungkin terjadi setelah operasi hernia:
  • Gangguan saraf (neuralgia) yang bisa menimbulkan nyeri atau kesemutan di perut, kaki, atau pangkal paha.
  • Hernia akan kambuh kembali.
  • Terbentuknya seroma (penumpukan cairan) atau hematoma (penumpukan darah) di sekitar area yang telah dioperasi.
  • Infeksi luka operasi.
  • Terbentuknya bekuan darah atau emboli yang dapat mengalir ke paru-paru melalui pembuluh darah.
  • Gangguan fungsi ginjal.
  • Nyeri berkepanjangan setelah operasi, namun jarang terjadi.
Perawatan yang tepat setelah operasi hernia perlu diperhatikan untuk menghindari Anda dari komplikasi dan membuat pemulihan bekerja lebih cepat. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu mengikuti petunjuk dokter mengenai cara merawat luka operasi, pola makan yang dianjurkan, dan aktivitas yang diperbolehkan setelahnya.Jika setelah operasi Anda mengalami efek samping tambahan seperti sakit perut yang parah, demam, muntah, atau luka operasi bengkak dan keluar cairan berbau, segera periksakan diri Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Apakah BPJS menanggung biaya operasi hernia?

Tak perlu khawatir mengenai biaya, operasi hernia adalah salah satu tindakan medis yang masuk dalam biaya yang ditanggung dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan.BPJS menanggung semua biaya operasi hernia beserta perawatannya asalkan mengikuti seluruh prosedur mulai dari konsultasi ke faskes hingga surat rujukan ke rumah sakit.

Perawatan pasca operasi hernia

 Perawatan yang baik dapat mempercepat proses pemulihan dan mencegah terjadinya komplikasi pasca operasi hernia. Berikut adalah beberapa perawatan pasca operasi hernia yang perlu Anda ketahui:

1. Konsumsi makanan berserat

Apabila dokter telah memastikan kondisi Anda sudah stabil, Anda sudah mulai bisa mengonsumsi makanan padat kembali. Jenis makanan yang disarankan adalah makanan yang kaya akan serat, seperti sereal, kacang-kacangan, buah-buahan, kentang, dan brokoli.Tujuan dari mengonsumi makanan berserat adalah agar Anda bisa melakukan buang air besar (BAB) dengan lancar sehingga Anda tidak perlu mengejan terlalu keras. 

2. Penuhi kebutuhan air putih

Pasca operasi, Anda dianjurkan untuk minum setidaknya 8-10 gelas air putih per hari. Selain membantu melancarkan pencernaan dan membuat tekstur feses lebih lunak, air putih juga dapat menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dan efektif untuk mencegah dehidrasi yang mungkin terjadi setelah operasi.

3. Beraktivitas dan bergerak secara rutin

Pasca operasi hernia, Anda disarankan untuk rutin bergerak untuk mencegah pembekuan darah dan membantu proses penyembuhan berjalan lebih cepat.Meski begitu, sebaiknya Anda menghindari olahraga yang terlalu berat. Anda bisa melakukan olahraga jogging atau angkat beban untuk mencegah luka jahitan infeksi atau terbuka kembali.Bagi kasus hernia yang lebih kompleks atau sering kambuh,  sebaiknya Anda menghindari berbagai aktivitas berat setidaknya selama 6 bulan pasca operasi.

4. Ganti perban secara rutin

Pastikan Anda mengganti perban secara rutin sesuai petunjuk dokter.  Cucilah tangan dengan sabun hingga bersih sebelum mengganti kasa atau perban di area luka operasi untuk mencegah terjadinya infeksi pada luka operasi.

5. Mengonsumsi obat pereda nyeri

Rasa nyeri biasanya akan dirasakan kembali beberapa minggu pertama setelah operasi. Tak perlu khawatir, Anda dapat meredakan rasa nyeri tersebut dengan mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti ibuprofen, paracetamol, atau obat antinyeri lainnya yang diresepkan oleh dokter.
operasimasalah sarafhernia
Healthline. https://www.healthline.com/health/hernia
Diakses pada 16 April 2019
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/17967-hernia-repair-surgery
Diakses pada 16 April 2019
Medscape. https://www.medscape.com/answers/1534281-69902/what-is-included-in-postoperative-care-of-an-open-inguinal-hernia-repair
Diakses pada 11 November 2020
American College of Surgeons. https://www.facs.org/~/media/files/education/patient%20ed/groin_hernia.ashx
Diakses pada 11 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait