Operasi mata ikan menjadi salah satu cara yang efektif dalam mengatasi mata ikan
Mata ikan terjadi akibat gesekan berlebihan pada telapak kaki.

Untuk mengatasi mata ikan, terdapat beberapa langkah yang dapat Anda jalani. Salah satunya adalah operasi. Sebenarnya, operasi mata ikan hanya perlu dilakukan apabila perawatan lainnya tidak bisa membantu meredakan kondisi ini atau jika mata ikan dirasa sangat nyeri.

Operasi juga dapat dilakukan apabila mata ikan yang Anda alami disebabkan oleh gangguan pada bentuk tulang kaki. Operasi mata ikan hanya dapat dilakukan oleh dokter karena berisiko menimbulkan infeksi.

Prosedur Operasi Mata Ikan

Karena mata ikan disebabkan oleh terjadinya gesekan terus-menerus serta tekanan pada telapak kaki, maka perawatannya pun disarankan untuk dimulai dari kegiatan yang dapat menyebabkan kondisi tersebut.

Namun, apabila mata ikan tidak kunjung hilang dan menimbulkan rasa nyeri yang membuat tidak nyaman, dokter dapat melakukan operasi mata ikan. Dokter akan melakukan prosedur ini, dengan sebisa mungkin meminimalisir keluarnya darah maupun risiko infeksi.

Operasi mata ikan dapat mengurangi rasa nyeri secara signifikan. Sehingga, langkah ini dianggap efektif untuk membantu mengurangi gejala seperti rasa tidak nyaman saat berjalan. Berikut ini tahapan operasi yang akan dilakukan oleh dokter.

1. Pembersihan Kulit:

Pertama-tama, dokter akan membersihkan area yang akan dioperasi menggunakan alkohol atau povidine iodine.

2. Pembiusan:

Setelah itu, dokter akan memberikan bius lokal di area yang akan dioperasi, untuk meminimalkan rasa sakit yang mungkin timbul. Namun, pada beberapa kondisi dokter bisa tidak memberikan bius lokal saat melakukan prosedur ini.

3. Pengangkatan Mata Ikan:

Lalu dokter akan mulai mengikis mata ikan secara perlahan, menggunakan pisau bedah.

Operasi ini merupakan langkah perawatan jangka pendek yang dilakukan untuk segera mengurangi rasa nyeri. Sementara itu untuk langkah jangka panjang, dokter akan melihat penyebab utama terjadinya gesekan dan tekanan berlebih pada telapak kaki.

Dengan demikian, dokter dapat memberikan solusi agar tekanan dapat lebih menyebar, untuk mencegah kekambuhan. Namun, tidak ada jaminan bahwa mata ikan tidak tumbuh kembali.

Cegah Kambuhnya Mata Ikan dengan Cara Ini

Setelah melewati prosedur operasi mata ikan, tentu Anda tidak ingin kondisi yang satu ini kembali muncul. Karena itu, Anda perlu melakukan beberapa langkah pencegahan yang tepat dan efektif untuk melindungi kulit, seperti berikut ini.

  • Gunakan sepatu yang dapat memberikan banyak ruang gerak untuk jari-jari kaki. Jika jari kesulitan bergerak, itu tandanya Anda menggunakan sepatu yang terlalu sempit.
  • Gunakan bantalan pelapis agar gesekan antara kaki dan alas kaki tidak terlalu besar.
  • Mata ikan juga dapat muncul di telapak tangan sehingga Anda disarankan untuk menggunakan sarung tangan saat beraktivitas dengan peralatan-peralatan tertentu.
  • Rutinlah mencuci dan menyikat kaki setiap hari dengan air dan sabun.
  • Setelah mencuci kaki, gunakan krim pelembap khusus kaki.
  • Lakukan perawatan segera, setelah iritasi di telapak kaki mulai muncul.
  • Saat memotong kuku, lakukanlah dengan rapi, agar kuku tidak membentuk sudut-sudut tertentu yang dapat menimbulkan iritasi atau gesekan berlebih.
  • Anda juga dapat menggunakan batu apung untuk menggosok telapak kaki secara perlahan, guna mengikis penebalan kulit telapak kaki.
  • Gunakan kaus kaki bersih berbahan katun dengan ukuran pas, setiap harinya.

Sebelum memutuskan untuk melakukan operasi mata ikan, berkonsultasilah terlebih dahulu kepada dokter. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan dan memberikan perawatan yang paling sesuai dengan kondisi mata ikan yang Anda alami.

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1089807-treatment#d5
Diakses pada 25 April 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/corns-and-calluses/symptoms-causes/syc-20355946
Diakses pada 25 April 2019

WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/understanding-corns-calluses-prevention
Diakses pada 25 April 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/172459.php
Diakses pada 25 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed