Mengenal Jenis, Risiko, dan Komplikasi dari Operasi Prostat


Operasi prostat merupakan salah satu penanganan kanker prostat pada stadium awal. Operasi prostat yang paling umum dilakukan adalah operasi prostatektomi radikal, yakni mengangkat sebagian atau seluruh kelenjar prostat.

0,0
09 May 2019|Giovanni Jessica
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Operasi prostat merupakan salah satu penanganan kanker prostat pada stadium awalAda beberapa pilihan operasi prostat yang dapat dilakukan.
Operasi prostat adalah tindakan medis yang dilakukan sebagai langkah pengobatan penyakit prostat, seperti pembesaran prostat jinak atau benign prostatic hyperplasia (BPH) dan kanker prostat. Operasi prostat yang biasanya dilakukan adalah prostatektomi, yaitu pengangkatan sebagian atau seluruh bagian prostat.

Siapa yang perlu menjalani operasi prostat?

Operasi prostat ditujukan bagi penderita gangguan prostat yang tergolong serius, yaitu:
  • Kanker prostat. Orang dengan kanker prostat memerlukan operasi untuk menghentikan perkembangan sel kanker. Operasi biasanya dilakukan sebelum sel kanker pada kanker yang belum menyebar ke organ lain.
  • Pembesaran prostat jinak. Pada kasus BPH, operasi dilakukan untuk membuang jaringan prostat untuk memperlancar kembali buang air kecil.
Pada kasus ringan, penyakit prostat seperti BPH mungkin tidak memerlukan tindakan operasi guna mengatasinya. Bahkan, pembesaran prostat yang terjadi bisa membaik dengan sendirinya. Namun, ada kalanya Anda juga perlu mengonsumsi obat prostat untuk meredakan gejala yang muncul.Sebelum menentukan apakah penderita gangguan prostat perlu menjalani operasi atau tidak guna menyembuhkan penyakitnya tersebut, dokter akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Pemeriksaan bisa meliputi CT Scan, MRI, colok dubur, dan pengambilan sampel jaringan (biopsi).

Kapan operasi prostat perlu dilakukan?

Operasi pada kelenjar prostat diperlukan ketika gangguan medis yang menyerang organ reproduksi pria ini:
  • Disebabkan oleh kanker
  • Pembengkakan prostat terlalu besar
  • Nyeri pada prostat tidak tertahankan
  • Menyebabkan penderita sulit untuk buang air kecil
  • Menimbulkan rasa nyeri saat buang air kecil
  • Memicu terjadinya infeksi saluran kemih (ISK)
Ada dua jenis operasi prostat yang dapat dilakukan, yakni prostatektomi radikal dan prostatektomi sederhana. Pemilihan jenis operasi nantinya berdasarkan penyakit dan tingkat keparahan yang dialami oleh penderita. Dilansir dari John Hopkins Medicine, prostatektomi radikal lebih dikhususkan untuk penyakit kanker prostat.Selain kedua operasi di atas, beberapa jenis operasi prostat lainnya, yaitu:

1. Laparoskopi

Kemajuan teknologi memungkinkan operasi dilakukan secara minimal invasif dengan laparoskopik. Metode ini menggunakan selang khusus yang dilengkapi dengan kamera kecil. Alat tersebut akan dimasukkan ke dalam tubuh pasien, dan kamera akan mengirimkan gambar ke monitor. Dengan prosedur ini, dokter tidak perlu lagi melakukan operasi bedah terbuka sehingga lebih minim sayatan dan rasa nyeri, serta proses penyembuhan yang lebih cepat.

2. Transurethral Resection of The Prostate (TURP)

Operasi TURP adalah prosedur untuk melebarkan saluran buang air kecil (uretra). Umumnya, operasi ini dilakukan untuk pembesaran prostat jinak (BPH).Operasi ini dilakukan dengan memotong bagian prostat yang membesar. Potongan prostat tersebut lantas akan masuk ke kandung kemih untuk kemudian akan dialirkan keluar pada akhir prosedur. Prosedur TURP bertujuan untuk melancarkan buang air kecil pada pasien BPH.[[artikel-terkait]]

Apa saja efek samping operasi prostat?

Dalam setiap operasi, pasti ada risiko yang mungkin terjadi pada pasien, tak terkecuali prostatektomi. Risiko efek samping operasi prostat yang dimaksud antara lain:
  • Efek obat bius (mual, muntah, mulut kering, sakit tenggorokan, gatal, mengantuk, dan nyeri otot)
  • Perdarahan
  • Infeksi luka operasi, 
  • Penggumpalan  darah (thrombus) pada kaki atau paru-paru. .
Efek samping yang jarang tetapi bisa terjadi saat operasi prostat adalah cedera pada usus. Kondisi ini dapat menyebabkan infeksi pada perut dan mungkin memerlukan operasi tambahan untuk memperbaiki kondisi tersebut. Cedera yang terjadi pada usus lebih sering terjadi pada operasi laparoskopi dibandingkan dengan operasi terbuka.

Apa komplikasi pasca operasi prostat?

Operasi prostat, baik akibat kanker prostat maupun pembesaran prostat (BPH), bisa mengakibatkan efek samping. Dua efek samping utama yang berpotensi terjadi pasca operasi, antara lain:

1. Inkontinensia Urine

Inkontinensia urine adalah ketidakmampuan seseorang untuk menahan buang air kecil. Kondisi ini dapat terjadi dalam berbagai tingkat keparahan dan dapat mengganggu penderitanya, baik secara fisik maupun emosional dan sosial.Inkontinensia urine dapat terjadi akibat stres, saat batuk, tertawa, bersin, atau melakukan aktivitas fisik. Inkontinensia urine akibat stres merupakan komplikasi yang paling sering terjadi setelah prostatektomi. Hal ini dikarenakan adanya gangguan pada katup yang menahan urine di kandung kemih. Selain itu, gangguan menuntaskan berkemih akibat penyempitan saluran kemih karena luka operasi juga bisa timbul.

2. Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi atau impotensi merupakan salah satu komplikasi yang mungkin muncul pasca operasi prostat. Ereksi dikontrol oleh dua saraf yang berjalan melewati kedua sisi kelenjar prostat. Apabila sebelum operasi Anda memiliki fungsi ereksi yang baik, dokter akan mencoba melakukan pendekatan nerve sparing, yaitu pemotongan sebagian prostat tanpa mengangkat saraf.Akan tetapi, pada kondisi kanker prostat yang tumbuh sampai ke saraf atau berada pada lokasi yang sangat berdekatan, cara ini tidak dapat dilakukan. Dokter akan melakukan pengangkatan kedua saraf sehingga Anda tidak dapat mengalami ereksi spontan. Bila hanya satu sisi saraf yang terangkat, Anda masih memiliki kemungkinan mengalami ereksi.Munculnya disfungsi ereksi setelah operasi prostat bergantung pada kemampuan ereksi sebelumnya, usia, dan kondisi kesehatan. Setelah operasi, masa pemulihan dibutuhkan agar bisa kembali ereksi. Masa pemulihan pasca operasi prostat dapat berlangsung selama beberapa bulan hingga 2 tahun tergantung kondisi masing-masing.Selain kedua hal di atas, komplikasi lainnya yang dapat terjadi, yaitu:
  • Perubahan orgasme 
  • Infertilitas (pada prostatektomi radikal), 
  • Limfedema atau pembesaran saluran getah bening dan hernia inguinal. 
Apabila Anda mengalami gejala komplikasi setelah melakukan operasi prostat, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter.

Adakah cara menyembuhkan prostat tanpa operasi?

Mengatasi gangguan prostat juga bisa dilakukan tanpa operasi selama dokter masih menganjurkannya, salah satunya dengan memberikan sejumlah obat-obatan. Beberapa kondisi gangguan prostat diketahui dapat membaik dengan sendirinya apabila masih dalam taraf ringan.Obat prostat yang umum diberikan oleh dokter adalah:
  • Penghambat alfa (doxazosin, tamsulosin, silodosin, dsb.)
  • 5-alpha reductase inhibitor
  • Phospodiesterase-5 inhibitors
  • Desmopressin
  • Obat diuretik
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada sejumlah bahan alami yang dapat dijadikan obat herbal untuk sakit prostat, seperti daun teh hijau, biji labu, dan buah delima. Namun, hal ini masih perlu dibuktikan lebih lanjut.Selain itu, ada juga cara mengobati prostat tanpa obat yang bisa dilakukan para penderita penyakit prostat, yakni menerapkan pola hidup sehat seperti rajin berolahraga dan makan makanan bergizi, terutama buah dan sayuran.Tidak ketinggalan, menghindari sejumlah pantangan makanan untuk penderita prostat, seperti daging olahan, makanan yang mengandung lemak jenuh, dan minuman beralkohol penting untuk dilakukan agar cepat sembuh.

Catatan dari SehatQ

Mengenal jenis, risiko, dan komplikasi dari prostatektomi sangatlah penting, terutama bagi Anda yang akan menjalaninya. Hal ini dilakukan guna mengedukasi diri terhadap apa yang bakal dihadapi saat menjalani operasi prostat.Jika masih punya pertanyaan lebih lanjut seputar operasi prostat, Anda bisa bertanya dengan dokter langsung dari smartphone di aplikasi SehatQ. Unduh aplikasinya sekarang juga di App Store dan Google Play.
kanker prostatkankerprostatmasalah reproduksikesehatan pria
Cancer.org. https://www.cancer.org/cancer/prostate-cancer/treating/surgery.html
Diakses pada Mei 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/prostate-surgery
Diakses pada Mei 2019
John Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/radical-prostatectomy#:~:text=A%20prostatectomy%20is%20a%20surgical,(or%20part%20of%20it). Diakses pada 23 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait