Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Operasi Hidrokel

Operasi hidrokel perlu dilakukan jika ada kecurigaan adanya tumor atau torsio
Hidrokel kadang membutuhkan operasi untuk menyembuhkannya.

Hidrokel merupakan kondisi abnormal di mana lapisan pembungkus testis terisi cairan yang menyebabkan pembengkakan skrotum. Hidrokel sering terjadi pada bayi laki-laki dan dapat menghilang dengan sendirinya.

Pada pria dewasa, hidrokel dapat terjadi akibat peradangan yang disebabkan oleh cedera, infeksi, atau sumbatan pada saluran sperma dan skrotum. Hernia juga sering terjadi bersamaan dengan hidrokel. Karena dapat hilang dengan sendirinya, hidrokel tidak memerlukan penanganan khusus. Namun, pada kasus tertentu, tindakan operasi dibutuhkan ketika terjadi keadaan-keadaan berikut:

  • Sulit membedakan hidrokel dengan hernia
  • Hidrokel tidak hilang dengan sendirinya
  • Pembengkakan terlalu besar sehingga sulit memeriksa testis
  • Kecurigaan hubungan hidrokel dengan penyakit lain, seperti tumor atau torsio (terpuntirnya testis)
  • Rasa nyeri dan tidak nyaman akibat pembengkakan skrotum
  • Infertilitas
  • Alasan kosmetik

Prosedur Operasi Hidrokel

Terdapat tiga macam prosedur operasi hidrokel yang dapat dilakukan. Prosedur ini memiliki cara yang berbeda, tergantung dari kondisi yang menyebabkan masalah hidrokel. Prosedur-prosedur ini meliputi:

1. Inguinal

Prosedur ini banyak digunakan pada kasus anak, di mana saluran penyebab hidrokel (prosesus vaginalis) diikat. Pada orang dewasa, prosedur ini dilakukan jika hidrokel berhubungan dengan tumor testis.

2. Skrotal

Pada prosedur ini, dilakukan sayatan pada lapisan pembungkus testis (tunika vaginalis), kemudian dipasang selang drain untuk mengeluarkan semua cairan. Kantung hidrokel lalu dijahit untuk mencegah kekambuhan. Jika diperlukan, lapisan pembungkus akan diangkat seluruhnya. Prosedur ini tidak boleh dilakukan jika ada kecurigaan keganasan. Banyak digunakan pada kasus hidrokel tipe non-communicating yang kronis pada anak-anak.

3. Skleroterapi

Prosedur ini merupakan terapi tambahan. Dalam skleroterapi, dilakukan penarikan cairan menggunakan jarum suntik, kemudian dilanjutkan dengan injeksi larutan tetrasiklin atau doksisiklin yang diharapkan dapat menutup saluran penyebab hidrokel. Skleroterapi dilakukan jika operasi tidak memungkinkan. Akan tetapi, prosedur ini bukan merupakan terapi definitif karena angka kekambuhan yang tinggi.

Komplikasi Hidrokel

Seperti semua operasi, operasi hidrokel memiliki risiko komplikasi walaupun jarang terjadi. Komplikasi yang dapat diakibatkan oleh operasi hidrokel, di antaranya:

  • Pembengkakan, rasa tidak nyaman, dan lebam pada skrotum selama beberapa hari pasca operasi (dialami oleh hampir semua pasien).
  • Testis yang dioperasi terasa lebih tebal daripada testis lainnya yang sehat (akibat teknik operasi). Rasa tebal ini tidak akan hilang pasca operasi dan dialami oleh hampir semua pasien.
  • Penumpukan bekuan darah (hematoma) di sekitar testis, dapat hilang dengan sendirinya atau mungkin membutuhkan tindakan operasi untuk mengangkat bekuan darah (terjadi pada 1 dari 10 pasien).
  • Infeksi pada daerah operasi (sekitar 1 dari 10 orang)
  • Hidrokel muncul kembali (pada 1 dari 50 orang)
  • Nyeri kronis pada testis atau skrotum (pada 1 dari 50 orang)
  • Perdarahan
  • Infertifilitas akibat kerusakan jaringan di sekitar testis
  • Cedera saraf
  • Komplikasi yang mungkin terjadi akibat bius umum (1 dari 50 orang)

Setelah menjalani operasi hidrokel, berikut hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemulihan pasca operasi:

  • Kontrol pascaoperasi agar dokter dapat mengevaluasi penyembuhan luka.
  • Beberapa hari pertama, area genital akan membengkak dan nyeri. Selama fase penyembuhan, skrotum akan dibalut perban. Gunakan celana dalam yang dapat menyokong skrotum untuk mengurangi rasa tidak nyaman.
  • Beberapa hari pertama, tempelkan kompres dingin selama 10-15 menit untuk mengurangi pembengkakan dan nyeri.
  • Hindari mandi berendam dan berenang. Mandi diperbolehkan 24-48 jam setelah operasi selama luka operasi dijaga tetap kering.
  • Aktivitas sehari-hari dapat dilakukan seperti biasa
  • Hindari mengangkat benda berat atau berolahraga berat selama penyembuhan
  • Sekitar 6 minggu fase penyembuhan, hubungan seksual sebaiknya dihindari terlebih dahulu.
  • Hidrokel dapat terlihat kambuh akibat pembengkakan pascaoperasi dalam satu bulan pertama.

Urology Care Foundation. https://www.urologyhealth.org/urologic-conditions/hydroceles-and-inguinal-hernia
Diakses pada April 2019

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/438724-overview#a11
Diakses pada April 2019

British Association of Urological Surgeons. https://www.baus.org.uk/_userfiles/pages/files/Patients/Leaflets/Hydrocele.pdf
Diakses pada April 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/hydrocelectomy#complications
Diakses pada April 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed