Operasi dalam Rahim, Alternatif Lain untuk Operasi Spina Bifida

Operasi spina bifida adalah salah satu cara untuk meminimalisir dampak penyakit ini
Operasi spina bifida memiliki altenatif lain

Penderita spina bifida memiliki saraf tulang belakang yang terpapar dan bisa dilihat dengan kasat mata. Kondisi ini diakibatkan oleh kegagalan penutupan neural tube. Spina bifida menyebabkan penderitanya rentan terhadap risiko infeksi yang tinggi dan kerusakan saraf. Umumnya, penderita spina bifida akan meninggal dalam 6-12 bulan sejak dilahirkan. Bagi yang mampu bertahan hidup, mereka akan mengalami disabilitas berat sepanjang hidupnya. Meskipun spina bifida tidak dapat disembuhkan, tetapi dampaknya bisa diminimalisir melalui operasi.

Spina bifida bisa dideteksi melalui pemeriksaan USG ketika bayi masih di dalam rahim. Operasi penutupan spina bifida biasanya dilakukan setelah bayi lahir sehingga selama bayi masih di dalam kandungan, tidak ada tindakan yang bisa dilakukan untuk menangani kondisi ini. Padahal, kerusakan saraf terus terjadi dan memperbesar risiko disabilitas berat di kemudian hari. Namun kini muncul sebuah solusi lain dalam penanganan spina bifida, yaitu operasi fetal dalam rahim.

Operasi spina bifida dalam rahim

Pada tahun 2018, dua bayi asal Inggris dengan spina bifida menjalani operasi ketika masih di dalam rahim. Operasi ini merupakan operasi super kompleks yang hanya dapat dilakukan oleh tim ahli yang kompeten. Operasi dilakukan dengan membuka rahim ibu, tanpa melahirkan bayi, menutup kelainan pada tulang belakang bayi, kemudian menjahit kembali rahim ibu, agar kehamilan tetap dapat berlanjut hingga cukup bulan.

Operasi ini tidak menyembuhkan spina bifida, tetapi dengan mempercepat penutupan spina bifida. Kerusakan saraf yang terjadi diharapkan jauh lebih ringan jika dibandingkan menunggu beberapa bulan hingga bayi lahir. Bayi pun diharapkan memiliki kesempatan untuk menikmati hidup yang lebih berkualitas berkat operasi ini.

Studi menunjukkan bahwa operasi fetal dalam rahim membuahkan hasil yang lebih baik daripada operasi setelah bayi lahir (postnatal). Pada operasi postnatal, seringkali anak dengan spina bifida membutuhkan pemasangan shunt, yaitu saluran untuk mengalirkan cairan dari otak. Pemasangan shunt berkaitan dengan disabilitas yang lebih berat.

Melalui operasi dalam rahim, kebutuhan untuk pemasangan shunt jauh lebih kecil. Selain itu, operasi ini dapat memperbaiki mobilitas dan membuka peluang bagi anak untuk berjalan sendiri tanpa bantuan.

Studi MOMS membandingkan 77 bayi dengan spina bifida yang dioperasi ketika masih di dalam rahim dengan 80 bayi yang dioperasi setelah lahir. Hasil studi ini menunjukkan bahwa mereka yang dioperasi di dalam kandungan memiliki keuntungan sebagai berikut:

  • Lebih sedikit mengalami herniasi otak belakang (malformasi Chiari II)
  • Lebih kecil kemungkinannya membutuhkan shunt di usia 1 tahun
  • Fungsi tungkai bawah lebih baik di usia 30 bulan
  • Fungsi kontrol saluran kemih lebih baik, walaupun masih dibutuhkan studi evaluasi pasca operasi

[[artikel-terkait]]

Kriteria dan risiko operasi spina bifida dalam rahim

Tidak semua kasus spina bifida dapat dioperasi. Beberapa kriteria untuk operasi spina bifida di dalam kandungan, yaitu:

  • Letak kelainan, yaitu di mana mielomeningokel terjadi dimulai dari saraf tulang belakang T1-S1
  • Ditemukan herniasi otak belakang (malformasi Chiari II) pada pemeriksaan MRI
  • Tidak ada kelainan genetik (yang dibuktikan melalui pemeriksaan amniosentesis)
  • Usia kehamilan antara 19-26 minggu

Operasi spina bifida di dalam rahim tidak lepas dari risiko-risiko tertentu. Risiko dari operasi ini, yaitu meningkatnya risiko kelahiran prematur, ketuban pecah dini, dan berkurangnya volume cairan ketuban. Kelahiran prematur sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian bayi sehingga harus dipertimbangkan apakah operasi dalam rahim memang jalan yang paling baik.

Dengan berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan, penderita spina bifida yang sebelumnya tidak memiliki banyak harapan, kini punya harapan yang lebih baik untuk bertahan hidup lama dan lebih berkualitas.

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/2040493-overview
Diakses pada Mei 2019

Children’s Hospital of Philadelphia. https://www.chop.edu/treatments/fetal-surgery-spina-bifida/about

Diakses pada Mei 2019

NHS. https://www.gosh.nhs.uk/news/first-uk-surgery-womb-baby-spina-bifida

Diakses pada Mei 2019

UCSF Benioff Children’s Hospital. https://fetus.ucsf.edu/spina-bifida

Diakses pada Mei 2019

NHS. https://www.uclh.nhs.uk/PandV/PIL/Patient%20information%20leaflets/Fetal%20spina%20bifida%20and%20surgical%20closure%20during%20pregnancy.pdf

Diakses pada Mei 2019

Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/ncbddd/spinabifida/facts.html

Diakses pada Juni 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed