Operasi Caesar, Ketahui Alasan Hingga Risiko yang Harus Diwaspadai


Operasi caesar diwajibkan bila Anda memiliki komplikasi kehamilan. Beberapa alasan yang membuat Anda harus mengikuti prosedur ini adalah adanya kondisi gawat janin hingga penyakit kronis pada ibu.

(0)
13 May 2019|Aby Rachman
Operasi Caesar wajib bila ibu mempunyai komplikasi keamilanOperasi Caesar diwajibkan bila ibu hamil memiliki komplikasi tertentu
Operasi Caesar diharuskan bila posisi bayi tidak normal atau dalam kondisi gawat janin.Tak jarang, beberapa orang justru malah memilih metode ini dengan alasan pribadi, seperti memilih tanggal untuk kelahiran buah hatinya atau tidak kuat melakukan proses persalinan normal.Apa pun alasannya, Anda perlu tahu bahwa prosedur ini dapat menimbulkan beragam risiko. Pelajari beberapa hal berikut sebelum memutuskan untuk melahirkan secara caesar.

Alasan ibu hamil harus Caesar

Bayi sungsang membuat ibu harus operasi caesar
Bayi sungsang membuat ibu harus operasi caesar
Apa yang menyebabkan ibu harus operasi caesar? Menurut riset terbitan National Center for Biotechnology Information, dokter akan menganjurkan Anda untuk bersaliln dengan prosedur ini bila Anda mengalami:
  • Bayi susah keluar, hal ini terjadi bila ibu tidak berhasil mengeluarkan bayinya selama 14 hingga 20 jam.
  • Posisi bayi tidak normal, seperti sungsang atau bahu yang lebih dahulu keluar (kelahiran transversal)
  • Gawat janin, janin tidak cukup oksigen di dalam rahim
  • Cacat lahir, janin yang memiliki kelebihan cairan di otak atau kelainan jantung bawaan direkomendasikan untuk dilahirkan secara caesar agar mengurangi komplikasi
  • Riwayat persalinan caesar, bila ibu sebelumnya sudah pernah caesar, ada kemungkinan ia akan menjalaninnya lagi untuk kelahiran selanjutnya.
  • Ibu dengan penyakit kronis, seperti hipertensi, penyakit jantung, atau diabetes gestasional.
  • Ibu memiliki penyakit akibat infeksi yang dapat menularkan janin, seperti HIV, herpes kelamin.
  • Prolaps tali pusat, tali pusar keluar melalui leher rahim sebelum janin keluar menuju jalan lahir.
  • Cephalopelvic disproportion (CPD), yaitu panggul ibu terlalu kecil atau kepala janin terlalu besar untuk keluar.
  • Masalah plasenta, seperti plasenta menutupi leher rahim (plasenta previa) atau plasenta lepas dari rahim (solusio plasenta)
  • Hamil kembar, persalinan menjadi lebih lama dan menyebabkan ibu kesusahan. Selain itu, salah satu posisi bayi bisa jadi tidak normal.

Proses melahirkan Caesar

Proses operasi Caesar memakan waktu 25 hingga 60 menit
Proses operasi Caesar memakan waktu 25 hingga 60 menit
Saat Anda akan melahirkan, persiapan operasi Caesar yang akan dilakukan dokter adalah bius atau anestesi. Selanjutnya, Anda dipersilakan untuk buang air kecil melalui kateter agar kandung kemih kosong.Ada kemungkinan, Anda akan diberikan salah satu dari kedua jenis anestesi berikut:
  • Anestesi epidural atau spinal, yaitu membuat tubuh mati rasa, tetapi Anda masih terbangun dan sadar.
  • Anestesi umum, Anda akan tidur dalam keadaan tidak sadar.
Lantas, berapa lama operasi Caesar berlangsung? Keseluruhan prosedur dilakukan selama 25 hingga 60 menit.Urutan proses melahirkan Caesar adalah sebagai berikut:
  • Pasien berbaring di kasur dengan posisi kepala yang lebih tinggi
  • Dokter menyayat secara horizontal di bagian garis pinggang bawah sepanjang 10 sampai 20 cm. Dokter juga bisa membuat sayatan membujur di bawah lubang pusar.
  • Tim dokter akan mengeluarkan janin dari sayatan yang telah dibuat. Biasanya, bayi proses pengeluaran bayi berlangsung selama 5 sampai 10 menit.
  • Plasenta pun segera dikeluarkan. Setelah itu, dokter akan menyuntikkan hormon oksitosin. Hal ini berguna agar Anda segera kontraksi. Jadi, pendarahan pun segera berakhir.
  • Sayatan yang telah dibuat akan dijahit. Waktu yang dibutuhkan untuk proses ini adalah 40 hingga 50 menit.

Risiko operasi Caesar

Operasi Caesar menimbulkan risiko sakit perut
Operasi Caesar menimbulkan risiko sakit perut
Secara sederhana, Caesar merupakan prosedur pembedahan untuk melahirkan bayi melalui perut ibu. Meskipun menawarkan kemudahan bagi sang ibu, risiko melahirkan Caesar tetap ada. Berikut beberapa risiko yang mungkin terjadi:
  • Rasa nyeri pada bagian perut terutama di sekitar area pembedahan selama proses pemulihan
  • Berpotensi mengalami infeksi dan pendarahan yang lebih parah dibandingkan persalinan normal
  • Berisiko mengalami komplikasi karena caesar termasuk prosedur bedah makro, terlebih jika bedah caesar telah dilakukan beberapa kali
  • Memerlukan waktu pemulihan yang lebih panjang dibanding persalinan normal
  • Kemungkinan plasenta sulit dikeluarkan
  • Membutuhkan transfusi darah ketika pendarahan terjadi
  • Tak jarang juga membutuhkan prosedur histerektomi.

Keuntungan operasi Caesar

Operasi Caesar membantu menyelamatkan ibu dan bayi
Operasi Caesar membantu menyelamatkan ibu dan bayi
Meski berisiko, operasi ini jelas memiliki keuntungan bagi ibu hamil. Beberapa keuntungan dari prosedur bedah caesar, antara lain:
  • Tak perlu merasakan sakitnya kontraksi selama proses persalinan
  • Proses persalinan berjalan lebih cepat dibanding persalinan normal
  • Organ reproduksi ibu akan terhindar dari kerusakan
  • Bebas memilih tanggal kelahiran bayi selama situasi dan kondisi memungkinkan dilakukannya prosedur ini
  • Solusi untuk menyelamatkan nyawa ibu dan bayi ketika persalinan normal berisiko membahayakan
Sebelum memutuskan untuk melahirkan secara caesar, sebaiknya konsultasikan dengan dokter dan keluarga terkait dengan mempertimbangkan risiko, keuntungan, dan kondisi tubuh Anda. 

Pemulihan setelah operasi Caesar

Warna luka Caesar yang sudah sembuh akan terlihat menyerupai warna kulit asli
Warna luka Caesar yang sudah sembuh akan terlihat menyerupai warna kulit asli
Prosedur bedah Caesar melibatkan sayatan melalui kulit, perut, otot, kemudian masuk ke rahim.Akibatnya, butuh waktu pemulihan yang cukup lama hingga tubuh benar-benar pulih sepenuhnya.Lantas, berapa lama masa pemulihan setelah operasi caesar?Anda akan opname di rumah sakit selama 3 hingga 4 hari setelah persalinan (atau lebih lama bila Anda memiliki komplikasi).Selanjutnya, masa pemulihan akan berlangsung selama 4 hingga 6 minggu.Kapan luka operasi Caesar sembuh total? Sesuai dengan masa pemulihan, luka akibat prosedur ini akan hilang dalam waktu 6 minggu.Apa saja tanda luka operasi caesar sudah kering?
  • Luka berubah warna menjadi lebih pucat
  • Bekas jahitan lebih lebar dan tebal
  • Kulit di area jahitan menebal
  • Kadang diikuti gatal
  • Warna luka akan terlihat sama dengan warna kulit asli.
Setelah prosedur selesai, efek dari anestesi lokal akan bertahan selama beberapa jam. Hal ini akan membuat Anda mati rasa dari pinggang ke bawah.Selain itu, ada kemungkinan Anda akan membutuhkan obat untuk meminimalisir rasa sakit akibat pembedahan. Obat tertentu juga diperlukan untuk meminimalisir risiko pembekuan darah.Pemulihan operasi caesar belum berakhir meski pihak rumah sakit telah memperbolehkan Anda pulang. Anda tetap harus melakukan perawatan setelah operasi Caesar.Berikut beberapa tips pemulihan Caesar untuk menjalankan cara merawat luka Caesar, antara lain:

1. Jangan mengangkat beban berat

Angkat beban berat sebaiknya dihindari setelah Caesar
Angkat beban berat sebaiknya dihindari setelah Caesar
Anda tidak diperbolehkan mengangkat barang yang berat selama beberapa minggu setelah operasi. Sebab, hal ini dapat mengakibatkan terbukanya jahitan pada perut.

2. Tidak boleh mengemudi

Anda juga tidak boleh berkendara selama dua minggu pertama, tidak boleh berolahraga selama 4-6 minggu, dan tidak boleh melakukan seks selama enam minggu pasca operasi. Kemungkinan, Anda akan merasa sangat lelah setelah bedah caesar.

3. Menunda berhubungan intim

Tunda hubungan seks selama 6 minggu setelah Caesar
Tunda hubungan seks selama 6 minggu setelah Caesar
Kapan boleh berhubungan setelah operasi caesar? Biasanya, Anda sudah bisa berhubungan seks setelah 6 minggu pascaoperasi.Pertimbangan setelah melahirkan caesar kapan boleh berhubungan adalah saat leher rahim sudah menutup dengan sempurna.

4. Menjaga luka jahitan sebaik mungkin

Cara merawat luka caesar adalah sebagai berikut:
  • Bersihkan luka dengan air hangat dan sabun lembut
  • Keringkan dengan handuk lembut dan tepuk pelan-pelan.
  • Bungkus luka dengan kain kasa, ganti setiap hari agar selalu bersih.
Di sisi lain, Anda juga harus merawat bayi sehingga beban pada tubuh menjadi sangat tinggi. Kondisi ini menuntut Anda untuk ekstra hati-hati dalam menjaga kesehatan hingga luka benar-benar pulih sempurna.

Catatan dari SehatQ

Anda harus mempertimbangkan berbagai aspek sebelum memutuskan untuk melahirkan lewat operasi caesar.Apabila Anda memiliki komplikasi kehamilan yang menyebabkan Anda harus menempuh prosedur ini, sebaiknya Anda konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan terdekat Anda.Memiliki pertanyaan terkait melahirkan Caesar, Anda bisa bertanya secara gratis dengan dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
risiko operasi caesar
operasi caesarmelahirkanpersalinanmelahirkan normalinfografispersiapan kelahirancaesartanda lahir anak
WebMD. https://www.webmd.com/baby/features/the-truth-about-c-sections
Diakses pada Oktober 2019
Plos Journal. https://journals.plos.org/plosmedicine/article?id=10.1371/journal.pmed.1002494
Diakses pada Oktober 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/sex-after-c-section
Diakses pada 8 April 2021
Parents. https://www.parents.com/pregnancy/giving-birth/cesarean/all-about-c-sections-before-during-and-after/
Diakses pada 8 April 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/c-section-reasons
Diakses pada 8 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait