Operasi Bibir Sumbing pada Anak, Bisakah Kembalikan Penampilannya?

Operasi bibir sumbing bisa kembalikan fungsi dan penampilan bibir anak seperti semula
Operasi bibir sumbing sebaiknya dilakukan sejak dini

Operasi bibir sumbing perlu dilakukan sebagai satu-satunya prosedur yang bisa benar-benar mengembalikan fungsi mulut pada penderitanya. Tidak hanya soal estetika, penderita bibir sumbing juga berisko lebih tinggi mengalami gangguan pendengaran hingga kerusakan gigi di kemudian hari. Sehingga, prosedur ini perlu dijalankan sedini mungkin.

Semakin cepat operasi bibir sumbing dijalani, maka anak pun akan bisa tumbuh layaknya teman sepantarannya. Operasi ini bukanlah prosedur sekali jalan. Diperlukan kelanjutan perawatan bahkan hingga anak beranjak dewasa, untuk menyesuaikan kondisinya dengan perkembangan fisik yang dialaminya.

Fase awal perawatan sebelum operasi bibir sumbing

Orangtua juga perlu mendapatkan pendampingan dalam merawat anak dengan bibir sumbing
Pendampingan untuk orangtua adalah salah satu fase awal perawatan bibir sumbing

Seperti yang telah disebutkan di atas, operasi bibir sumbing bukanlah prosedur sekali jalan. Sebab sebelum dan sesudah prosedur dilaksanakan, ada langkah pendampingan yang perlu dilakukan, termasuk untuk orangtua dari anak yang mengalami bibir sumbing.

Perawatan yang diterima penderita kondisi ini pun bisa sedikit berbeda satu sama lain, tergantung dari kebutuhan dan kondisi keparahannya. Pada fase awal perawatan sebelum operasi dilakukan, orangtua akan mendapatkan pendampingan mengenai pemberian asupan makanan.

Selain itu, orangtua juga akan mendapatkan dukungan yang dibutuhkan untuk mempersiapkan diri dalam mendampingi anak dengan bibir sumbing.

Lalu untuk anak sendiri, pemeriksaan pendengaran dan kesehatan secara keseluruhan juga dilakukan sejak bayi baru lahir hingga usia 6 minggu. Operasi bibir sumbing tidak bisa dilakukan langsung setelah bayi lahir. Operasi ini, umumnya baru berlangsung saat bayi memasuki usia 3-6 bulan.

Di fase awal perawatan ini, dokter juga akan menjelaskan kepada orangtua mengenai langkah perawatan yang perlu dijalani anak setelah operasi selesai dilakukan.

Prosedur operasi bibir sumbing

Operasi bibir sumbing
Operasi bibir sumbing dilakukan oleh tim dokter

Operasi bibir sumbing biasanya dilakukan oleh tim dokter yang terdiri dari beberapa spesialisasi, seperti dokter gigi spesialis bedah mulut, dokter gigi spesialis anak, dokter spesialis bedah plastik, hingga dokter spesialis anestesi atau bius. Namun, tidak semua operasi dilakukan oleh tim dokter yang sama. Semuanya tergantung kondisi anak.

Setelah usia anak dinilai cukup serta kondisinya terpantau baik, dokter dapat memulai operasi bibir sumbing. Selama operasi, anak akan mendapatkan bius umum agar tidak merasakan sakit atau tidak berada dalam keadaan sadar selama prosedur berlangsung.

Operasi bibir sumbing dilakukan dengan menggunakan berbagai teknik dan prosedur. Sebab, meski secara umum kondisi ini disebut bibir sumbing, celah bisa saja terbentuk di area selain bibir. Di langit-langit mulut, misalnya. Orang yang mengalami bibir sumbing juga bisa memiliki celah di kedua bagian, baik di bibir maupun di langit-langit mulut.

Secara umum, prosedur yang dilakukan pada operasi bibir sumbing adalah

1. Perbaikan celah bibir

Untuk menutup celah pada bibir yang sumbing, dokter akan membuat sayatan di kedua jaringan bibir yang terpisah. Potongan jaringan tersebut kemudian dijahit menjadi satu bersama otot bibir. Teknik ini memungkinkan hasil estetika yang baik, sekaligus mengembalikan struktur dan fungsi bibir dengan baik.

Beberapa orang dengan bibir sumbing juga bisa mengalami kelainan struktur hidung. Bagi orang dengan kondisi tersebut, operasi untuk perbaikan hidung juga dilakukan pada saat bersamaan.

2. Perbaikan celah di langit-langit mulut

Operasi bibir sumbing juga akan dilakukan apabila celah terbentuk di langit-langit mulut. Prosedur yang digunakan untuk menutup celah dan memperbaiki bentuk langit-langit mulut bisa bervariasi, tergantung dari kondisi pasien.

Namun secara umum, sama seperti langkah untuk menutup celah di bibir, dokter akan melakukan pengirisan jaringan pada kedua sisi celah langit-langit mulut. Setelah itu, kedua jaringan tersebut akan dikaitkan atau dijahit menjadi satu. Dengan demikian, celah di langit-langit mulut bisa kembali menutup.

3. Operasi pendukung lainnya

Selain operasi bibir sumbing, operasi pendukung seperti peletakan tabung telinga (ear tubes) juga perlu dilakukan pada anak dengan celah di langit-langit mulut. Ear tubes berfungsi untuk mencegah penumpukan cairan di telinga, yang dapat menyebabkan infeksi telinga berulang, dan pada akhirnya mengakibatkan kehilangan fungsi pendengaran.

Operasi tambahan untuk merekonstruksi penampilan dan memperbaiki bentuk mulut, bibir, dan hidung juga mungkin dilakukan pada anak dengan bibir sumbing, untuk memberikan tampilan yang lebih baik.

Setelah operasi bibir sumbing

Terapi wicara perlu dilakukan setelah operasi bibir sumbing
Anak yang sudah di operasi bibir sumbing mungkin butuh terapi wicara

Setelah operasi bibir sumbing berhasil dilakukan, perawatan untuk anak pun masih berlanjut. Berikut ini perawatan tambahan yang dianjurkan untuk anak dengan bibir sumbing.

• Terapi wicara

Salah satu perawatan tambahan yang diperlukan untuk anak yang menjalani operasi bibir sumbing adalah pemberian makan menggunakan botol khusus untuk penderita bibir sumbing, serta terapi untuk memperbaiki kemampuan bicara (speech therapy).

Pemeriksaan kemampuan bicara dilakukan saat anak berusia 18 bulan hingga 5 tahun.

• Perawatan gigi dan mulut

Setelah operasi, pengawasan oleh dokter gigi spesialis anak juga dibutuhkan untuk memantau pertumbuhan gigi dan kesehatan rongga mulut. Perawatan kawat gigi juga perlu dilakukan untuk menyesuaikan posisi gigi dan memperbaiki struktur rahang. Perawatan ini biasanya dilakukan saat ana berusia 12-15 tahun.

• Perawatan telinga

Beberapa anak dengan bibir sumbing juga butuh perawatan telinga. Pengawasan dan perawatan infeksi telinga serta pemberian alat bantu dengar untuk anak yang kehilangan fungsi pendengaran, dapat dilakukan oleh dokter spesialis THT.

Anak yang telah menjalani operasi bibir sumbing juga disarankan untuk rutin memeriksakan kondisinya ke dokter. Dengan begitu, kondisinya bisa dikontrol secara ketat. Apabila terjadi masalah atau komplikasi, dokter juga dapat segera menanganinya.

Idealnya, kontrol dan perawatan penyesuaian terus dilakukan hingga anak berusia 21 tahun. Sebab di usia tersebut, pertumbuhan fisik sudah berhenti terjadi, dan tidak ada lagi penyesuaian yang perlu dilakukan.

Sebagian besar anak yang telah melakukan perawatan bibir sumbing dapat tumbuh layaknya anak seusianya. Kebanyakan dari mereka juga tidak mengalami masalah kesehatan yang serius.

Operasi ini dapat meninggalkan bekas berupa luka kecil di atas bibir. Namun hal ini tak perlu dikhawatirkan, karena luka tersebut umumnya akan tersamarkan seiring berjalannya waktu.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/cleft-lip-and-palate/
Diakses pada 24 Februari 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cleft-palate/diagnosis-treatment/drc-20370990
Diakses pada 24 Februari 2020

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/cleft-palate-cleft-lip.html
Diakses pada 24 Februari 2020

Artikel Terkait