4 Jenis Operasi Batu Ginjal yang Bisa Anda Jalani, Apa Saja Kelebihan dan Kekurangannya?


Operasi batu ginjal harus segera dilakukan sebelum batunya makin besar atau sampai mengganggu kesehatan tubuh Anda. Dokter biasanya menyarankan operasi batu ginjal dengan laser.

(0)
08 May 2019|Giovanni Jessica
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Operasi batu ginjal yang efektif menghancurkan batu ginjalAda empat pilihan operasi batu ginjal yang bisa Anda jalani di rumah sakit, dari laser ESWL sampai bedah terbuka
Batu ginjal terbentuk dari deposit mineral berukuran kecil yang semakin lama akan membesar. Operasi batu ginjal seringkali diperlukan pada penyakit batu ginjal berukuran besar, atau batu yang tidak dapat keluar dengan obat-obatan.Penyakit batu ginjal yang menyebabkan nyeri hebat, menghambat aliran urine, dan infeksi saluran kemih merupakan kondisi yang juga memerlukan operasi. Mari kenali beberapa jenis pilihan operasi batu ginjal ini.

Pilihan operasi batu ginjal

Terdapat beberapa jenis prosedur operasi batu ginjal yang biasanya dilakukan. Masing-masing operasi memiliki keunggulan yang berbeda. Jadi, konsultasikan dahulu kepada dokter untuk menentukan operasi yang tepat untuk mengatasi penyakit batu ginjal Anda.

1. Shock Wave Lithotripsy (SWL)

Prosedur ini merupakan salah satu jenis operasi yang paling sering dilakukan. Operasi SWL efektif menghancurkan batu berukuran kecil dan sedang.Dokter menggunakan gambaran rontgen atau ultrasonografi untuk menemukan lokasi batu, kemudian akan ditembakkan suatu gelombang berenergi tinggi dari luar. Energi gelombang ini mampu menembus kulit dan memecah batu menjadi potongan kecil.Setelah itu, pemasangan stent (tabung kawat) terkadang dilakukan pada ureter, yaitu saluran yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih. Pemasangan stent membantu mengalirkan potongan batu keluar.Kelebihan dari operasi SWL adalah tidak ada sayatan yang dilakukan pada kulit dan nyeri pascaoperasi yang dialami cenderung minimal. Terkadang prosedur operasi ini tidak berhasil pada sebagian orang dan perlu dilakukan operasi ulang.Risiko Efek samping yang dapat terjadi akibat operasi batu ginjal ini antara lain perdarahan, infeksi, kerusakan ginjal, dan hambatan pada urine akibat batu.

2. Extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL)

Extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL) adalah tindakan untuk menangani penyakit batu ginjal.Prosedurnya dilakukan dengan memecah batu yang ditembakkan dari luar tubuh menggunakan gelombang kejut, sehingga dapat memecah batu menjadi pecahan yang halus. Dengan ini, pecahan tersebut dapat keluar bersama dengan air seni.Melalui prosedur ESWL, batu ginjal atau kumpulan senyawa mineral dan garam yang menumpuk di dalam ginjal bisa dibuang tanpa pembedahan (noninvasif). Tindakan ESWL menggunakan alat yang dapat memancarkan gelombang kejut. Gelombang kejut ini akan dikonsentrasikan di sekitar ginjal. Tujuannya untuk menghancurkan batu ginjal menjadi pecahan-pecahan yang lebih kecil.Ukuran batu ginjal yang bisa dihancurkan dengan ESWL biasanya adalah yang berdiameter kurang dari 2 sentimeter. Pembuangan endapan kristal-kristal yang berdiameter lebih dari 2 sentrimeter akan disarankan melalui prosedur penanganan batu ginjal lainnya.

3. Ureteroskopi (URS)

Uretroskopi (URS) merupakan prosedur pengangkatan batu ginjal di ginjal dan ureter.Operasi batu ginjal dengan URS dilakukan dengan memasukkan sebuah alat berbentuk selang elastis dengan kamera di ujungnya untuk mencari dan mengambil batu. Anda akan dibius total sehingga tidak merasakan sakit dalam operasi ini.Seperti pada SWL, prosedur uretroskopi juga tidak memerlukan sayatan pada kulit. Pada batu berukuran besar, dokter akan menggunakan laser untuk memecahkan batu. Setelahnya akan dilakukan pemasangan stent untuk membantu aliran urine. Stent akan dilepas oleh dokter setelah 4 sampai 10 hari.Penyembuhan dari prosedur uretroskopi dapat berlangsung cepat. Anda tidak perlu menginap di rumah sakit.Efek samping ureteroskopi, yakni dapat menyebabkan perdarahan dan infeksi. Selain itu, dapat terjadi penyempitan pada ureter.

3. Percutaneous Nephrolithotomy atau Nephrolithotripsy (PCNL)

Pada batu berukuran besar, pilihan operasi yang dapat dilakukan adalah PCNL.PCL adalah prosedur operasi batu ginjal dengan laser bergelombang tinggi yang ditembakkan oleh tabung kecil untuk memecahnya hingga hancur. Operasi ini dilakukan dengan membuat sayatan kecil pada pinggang sisi samping.Prosedur PCNL dapat dilakukan dengan dua cara. Cara pertama adalah mengambil batu secara utuh atau nephrolithotomy. Sementara itu, cara kedua menggunakan laser atau gelombang suara untuk memecahkan batu terlebih dahulu dan kemudian divakum menggunakan mesin. Cara kedua ini dinamakan nephrolithotripsy.Setelah operasi, Anda perlu melakukan pemulihan di rumah sakit selama 1 sampai 2 hari. Operasi ini dapat menyebabkan infeksi, perdarahan, dan kerusakan pada organ sekitar (kandung kemih, usus, ureter, ginjal, dan hati).

4. Bedah terbuka

Saat ini, bedah terbuka sudah jarang digunakan sebagai pilihan untuk penyakit batu ginjal. Tindakan ini dilakukan apabila batu berukuran sangat besar atau operasi lain tidak berhasil untuk mengeluarkan batu.Operasi ini juga dapat dilakukan apabila terdapat batu yang tersumbat di ureter, batu menghambat aliran urine, terjadi perdarahan atau infeksi, dan nyeri yang dialami sangat hebat.Dibandingkan dengan prosedur lainnya, operasi terbuka membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama. Umumnya diperlukan 4-6 minggu untuk mengalami pemulihan total setelah operasi.

Hal-hal yang perlu Anda perhatikan pascaoperasi batu ginjal

Kebanyakan orang dapat kembali ke aktivitas rutin sehari-hari dalam 1-2 hari setelah prosedur ini. Namun, pascaoperasi batu ginjal Anda perlu memperhatikan beberapa hal untuk mempercepat penyembuhan. Hal ini penting untuk mencegah batu ginjal Anda kembali terbentuk.Dirangkum dari laman University of Utah Health dan beberapa sumber lain, berikut beberapa di antaranya:

1. Perbanyak minum selama perawatan

Minumlah air tidak kurang dari delapan gelas sehari untuk membantu melewati potongan-potongan batu yang masih tersisa.Penyedia layanan kesehatan Anda mungkin akan memberi Anda obat yang disebut alpha blocker untuk memudahkan potongan batu lewat.

2. Rutinkan obat yang diberikan oleh dokter pasca operasi

Minumlah obat pereda nyeri yang diberikan oleh dokter dan minum banyak air jika Anda mengalami nyeri. Dokter mungkin meresepkan obat antibiotik dan antiradang untuk Anda konsumsi selama beberapa hari.

3. Menyaring urin

Anda mungkin akan diminta untuk menyaring urin di rumah untuk mencari batu. Umumnya dokter akan memberi tahu Anda cara melakukannya dan batu apa pun yang Anda temukan harus dikirim ke laboratorium medis untuk diperiksa.Berbagai pilihan operasi batu ginjal tersedia, masing-masing memiliki kelebihan dan risiko yang berbeda-beda. Carilah informasi selengkap mungkin dan didiskusikan dengan dokter yang merawat Anda, untuk mendapatkan pilihan operasi penyakit batu ginjal terbaik yang sesuai dengan kondisi batu ginjal yang dialami.
operasibatu ginjalhidup sehat
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. https://www.niddk.nih.gov/health-information/urologic-diseases/kidney-stones/treatment
Diakses pada Mei 2019
WebMD. https://www.webmd.com/kidney-stones/surgery-for-kidney-stone
DIakses pada Mei 2019
Medlineplus. https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000136.htm
Diakses pada 14 Oktober 2020
Reviewed by dr. Karlina
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait