Operant Conditioning adalah Metode Belajar Efektif, Ini Konsepnya


Operant Conditioning adalah metode pembelajaran yang menghubungkan perilaku dan konsekuensi, menggunakan reward serta punishment. Mendidik anak bisa dilakukan dengan metode ini.

(0)
31 Oct 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Operant conditioning sering juga disebut sebagai teori SkinnerOperant conditioning adalah metode pembelajaran melalui sistem reward dan punishment
Operant conditioining adalah suatu metode pembelajaran menggunakan reward (hadiah) dan punishment (hukuman) sebagai konsekuensi perilaku. Teori ini dikembangkan oleh B.F Skinner dan sering juga disebut teori Skinner maupun instrumental conditioning.Operant conditioning bisa dipraktikkan dalam banyak aspek di kehidupan sehari-hari, terutama saat kegiatan belajar di kelas. Dengan cara ini, banyak anak yang sudah belajar perilaku baik ataupun positif hingga terbiasa melakukannya.

Pengertian operant conditioning

Operant conditioning adalah pola pengajaran dengan reward dan punishment
Konsep reward dan punishment digunakan dalam operant conditioning
Operant conditioning adalah suatu metode pembelajaran yang menggunakan hadiah dan hukuman sebagai konsekuensi dari sebuah perilaku. Dengan metode ini, orang yang mempelajarinya akan mengerti hubungan yang dibuat antara perilaku dan konsekuensi.Dalam dunia penelitian, konsep ini bisa terlihat pada tikus-tikus dalam percobaan. Tikus tersebut ditempatkan di dalam sebuah kandang, dengan 2 buah lampu, masing-masing berwarna hijau dan merah. Lalu, di samping lampu tersebut ada sebuah tuas. Jika menggerakkan tuas di saat lampu hijau menyala, maka tikus akan mendapatkan makanan. Namun jika memindahkan tuas saat lampu merah yang menyala, maka tikus akan menerima setruman ringan.Lama-kelamaan, tikus tersebut belajar bahwa tuas hanya boleh ditarik saat lampu hijau yang menyala dan mengabaikan tuas saat lampu merah menyala. Hal ini menandakan bahwa tikus tersebut sudah berhasil menghubungkan antara perilaku dan konsekuensi melalui hadiah dan hukuman yang diterimanya.

Jenis-jenis perilaku menurut Skinner

Gerak refleks adalah contoh perilaku responden menurut teori skinner
Gerak refleks adalah contoh perilaku responden menurut Skinner
Skinner membedakan perilaku manusia ke dalam 2 kelompok besar, yaitu perilaku responden dan perilaku operant. Masing-masingnya berhubungan dengan teori operant conditioning yang dibuatnya.

• Perilaku responden

Perilaku responden atau respondent behaviour adalah perilaku yang muncul secara otomatis dan refleks, seperti menjauhkan tangan saat tidak sengaja menyentuh benda panas atau menggerakkan kaki saat dokter mengetuk lutut.Perilaku ini tidak perlu dipelajari dan akan dikuasai oleh manusia dengan sendirinya secara otomatis.

• Perilaku operant

Sementara itu, perilaku operant atau operant behaviour adalah perilaku yang kita pelajari dan akan keluar, baik secara sengaja maupun tidak sengaja saat ada suatu kejadian yang berhubungan.Perilaku operant inilah yang bisa dibentuk melalui operant conditioning. Kita bisa melatih diri maupun orang lain untuk melakukan hal-hal yang dianggap baik dan setelah terbiasa, perilaku tersebut akan menjadi bagian dari perilaku sehari-hari.Baca Juga: Seperti Apa Perilaku Normal dan Tidak Normal Anak Remaja?

Komponen pada operant conditioning

Pada konsep operant conditioning, terdapat komponen kunci yang perlu dipahami, yaitu reinforcement (dukungan atau hadiah) dan punishment (hukuman).

• Reinforcement

Pujian adalah contoh reinforcement positif dalam operant conditioning
Contoh reinforcement positif dalam operant conditioning
Reinforcement adalah segala hal yang terjadi yang dapat menguatkan suatu perilaku. Reinforcement bisa bersifat positif maupun negatif.
  • Reinforcement positif

Reinforcement positif adalah hal yang menghasilkan atau menguatkan suatu perilaku positif. Misalnya, setelah Anda bekerja dengan baik di kantor, perusahaan memberikan pujian dan bonus gaji. Bonus gaji tersebut adalah reinforcement positif yang dapat meningkatkan performa Anda selanjutnya di kantor.
Sebab, Anda akan belajar bahwa dengan menjalani pekerjaan dengan baik, akan ada konsekuensi positif yang akan didapatkan.
  • Reinforcement negatif

Reinforcement negatif adalah suatu hal yang dilakukan untuk menghentikan perilaku negatif yang dihadapi. Misalnya, anak berteriak di tengah keramaian dan teriakan tersebut berhenti setelah Anda memberinya snack.Hal ini akan membuat Anda berpikir bahwa dengan memberikan snack, maka akan ada sebuah konsekuensi yaitu anak menjadi tenang. Namun, perilaku ini bukanlah perilaku yang positif dan Anda akan terbiasa mengandalkan snack ketika Si Kecil rewel.Baca Juga: Cara Memarahi Anak Tanpa Membentak dan Berteriak

• Punishment

Memarahi anak dan mengambil gadgetnya adalah contoh punishment dalam teori skinner
Contoh punishment dalam operant conditioning
Kebalikan dari reinforcement, punishment adalah segala hal yang dapat mengurangi terjadinya suatu perilaku. Punishment juga dibagi menjadi dua, yaitu punishment positif dan punishment negatif.
  • Punishment positif
Punishment positif atau punishment by application adalah suatu usaha yang dilakukan untuk mengurangi terjadinya perilaku dengan melemahkan respons.Contohnya adalah menghukum anak dengan memukul ringan tubuhnya karena ia berperilaku tidak baik di depan umum.
  • Punishment negatif
Punishment negatif juga dikenal sebagai punishment by removal. Artinya, tindakan ini dilakukan dengan menyingkirkan benda atau apapun yang bisa memicu perilaku negatif.Contoh dari langkah ini adalah dengan melarang anak bermain gadget dan menyimpan gadgetnya apabila ia berperilaku buruk di depan umum.

Contoh aplikasi operant conditioning pada kehidupan sehari-hari

Contoh operant conditioning dalam kehidupan sehari-hari
Memuji anak yang aktif adalah contoh operant conditioning dalam kelas
Operant conditioning bisa dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk diri sendiri, anak, maupun orang lain. Berikut ini contohnya.
  • Memuji murid yang tenang di kelas di depan anak-anak lainnya, sehingga yang lain ingin mendapatkan apresiasi yang sama. Cara ini biasanya efektif dipraktikkan di kelas pendidikan anak usia dini (PAUD)
  • Saat ada murid yang aktif di kelas dan guru mengatakan bahwa murid tersebut tidak perlu mengerjakan PR karena ia sudah berpartisipasi aktif, maka murid akan belajar konsekuensi positif dari menjadi murid yang aktif di kelas.
  • Melatih hewan peliharaan dengan memberikannya makanan setiap ia menuruti perintah yang diberikan
  • Menghukum anak dengan mengambil gadgetnya karena ia tidak juga membersihkan kamarnya yang kotor dan berantakan.
Apabila hukuman tersebut tidak berhasil membuat anak menjadi lebih tertib, maka Anda bisa menggantinya dengan pendekatan yang lebih positif. Misalnya, janjikan hadiah atau reward dengan menambah waktu main gadgetnya sesuai dengan keberhasilannya dalam membersihkan kamar. Jadi jika ia bisa membersihkan kamarnya selama 10 menit, maka Anda juga akan menambah waktu main gadgetnya selama 10 menit juga.Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang operant conditioning maupun pola perilaku lainnya, tanyakan langsung pada psikolog di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tips mendidik anakcara mendidik anak
Positive Psychology. https://positivepsychology.com/operant-conditioning-theory/
Diakses pada 19 Oktober 2020
Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/operant-conditioning-a2-2794863
Diakses pada 19 Oktober 2020
Simply Psychology. https://www.simplypsychology.org/operant-conditioning.html
Diakses pada 19 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait