Olahraga untuk anak merupakan kegiatan sangat direkomendasikan
Olahraga untuk anak memang penting, namun jangan berlebihan

Terkadang anak-anak seperti memiliki energi yang tak ada habisnya. Seusai mereka pulang dari sekolah, anak seperti masih punya tenaga untuk melakukan latihan olahraga dan masih ingin bermain di luar.

Untuk anak-anak yang melakukan beberapa jenis olahraga yang berbeda, penting bagi orangtua untuk memperhatikan tanda-tanda bahwa mereka terlalu lelah atau cedera saat berolahraga.

Jumlah dan jenis aktivitas fisik yang tepat untuk anak Anda tergantung pada usia, minat, dan seberapa cocoknya dia. Berikut adalah beberapa panduan olahraga untuk anak yang bisa Anda terapkan.

1. Targetkan Paling Sedikit 60 Menit Sehari

Anak-anak usia enam tahun ke atas harus mendapatkan setidaknya satu jam aktivitas fisik setiap hari. Aktivitas ini dapat dilakukan di dalam rumah atau luar ruangan. Jika ini dianggap terlalu banyak, perlu diingat bahwa mereka tidak harus melakukan semuanya sekaligus.

Sebaiknya arahkan anak-anak agar bergerak selama beberapa menit setiap jam. Mereka memiliki rentang perhatian yang lebih pendek dan cenderung aktif dalam waktu yang lebih pendek daripada orang dewasa.

2. Sertakan 3 Jenis Latihan

Sama seperti orang dewasa, anak-anak membutuhkan berbagai jenis olahraga untuk tetap sehat. Berikut tiga jenis latihan olahraga untuk anak yang direkomendasikan:

  • Aktivitas Aerobik, atau jenis olahraga yang membuat jantung dan paru-paru memompa. Cara yang baik untuk mendapatkannya adalah dengan berjalan ke sekolah, hiking, atau skateboard. Setidaknya tiga hari dalam seminggu, anak-anak harus melakukan aktivitas aerobik, yang membuat mereka bernapas lebih berat dari biasanya. Mereka bisa berlari, berenang, atau melakukan tarian berirama cepat.

  • Penguatan Otot. Setiap tiga hari dalam seminggu, anak-anak harus melatih otot mereka. Pada usia berapa pun, mereka dapat melakukan aktivitas yang menggunakan berat badan mereka sebagai tumpuannya, seperti senam, bermain tarik tambang, atau memanjat batu dan pohon. Dengan pembinaan dan pengawasan yang benar, anak-anak yang lebih tua dan remaja dapat melatih otot-otot mereka dengan angkat beban.

  • Latihan Atletik, seperti melompat-lompat dan berlari, setidaknya tiga hari dalam seminggu akan membantu mereka membangun tulang yang kuat.

3. Perhatikan Kondisi Anak

Sebagian besar anak-anak sangat pandai mengetahui tingkat energi mereka sendiri. Jika anak-anak diizinkan untuk bergerak ketika tubuh memberi tahu mereka, tidak mungkin mereka akan bergerak terlalu banyak.

Masalah menjadi lebih umum terjadi ketika anak-anak mulai mengikuti jadwal latihan suatu olahraga. Anak-anak berkembang pada tingkatan yang berbeda, dan beberapa dapat menjalani lebih banyak aktivitas daripada yang lain. Ketika faktor eksternal seperti pelatih terlibat, penting bagi orangtua untuk memastikan anak-anak mereka masih menikmati apa yang mereka lakukan.

Jika anak Anda tampak lelah, cedera, atau tidak dapat pulih sepenuhnya dari latihan, ia mungkin berlatih terlalu keras. Sinyal kelelahan lain adalah anak-anak mungkin juga kehilangan minat pada kegiatan yang biasa mereka nikmati.

Jagalah anak Anda untuk tetap sehat secara jasmani dengan mendorongnya untuk mencoba olahraga yang berbeda sepanjang tahun, dan untuk ikut mencoba aktivitas lain pada hari-hari di luar jadwal latihannya.

Untuk anak-anak yang serius terhadap olahraga yang dilakukan, penting juga untuk mendapatkan setidaknya satu hari istirahat per minggu.

WebMD. https://www.webmd.com/parenting/raising-fit-kids/move/features/how-much-exercise

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/exercise.html

Artikel Terkait

Banner Telemed