Olahraga Saat Puasa Ternyata Berdampak Baik untuk Tubuh

Olahraga saat puasa ada banyak jenisnya, mulai dari push up hingga joging.
Olahraga saat puasa? Siapa takut! Olahraga di bulan puasa banyak manfaatnya, lho.

Olahraga saat puasa memang terdengar "menyeramkan". Bagaimana tidak, di saat perut lapar kemudian tubuh dipaksa untuk berolahraga.

Nyatanya, olahraga saat puasa berdampak baik pada kesehatan. Malahan, olahraga saat puasa sangat dianjurkan. Namun, Anda harus tahu dulu waktu terbaik olahraga saat puasa, dan jenis olahraga yang diperbolehkan.

Olahraga saat puasa, kapan harus dilakukan?

Apakah olahraga saat puasa aman dilakukan? Ya, berpuasa sambil melanjutkan kebiasaan olahraga dianggap aman. Menurut seorang ahli kebugaran tubuh, berolahraga harus tetap menjadi bagian penting dalam hidup yang tidak boleh dilewatkan, termasuk saat puasa.

Menurutnya, berhenti olahraga selama sebulan penuh saat Ramadan, sama dengan tidak berolahraga selama 4 bulan. Bayangkan saja apa yang akan terjadi jika tubuh tidak berolahraga berbulan-bulan. Pastinya mengerikan, bukan?

Sebelum olahraga saat puasa, Anda harus tahu dulu waktu terbaik untuk berolahraga di bulan Ramadan.

  • Sebelum sahur

Sekitar setengah jam sebelum sahur, minumlah air yang banyak untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Setelah itu, berolahragalah. Sebab, sebelum sahur adalah waktu berolahraga yang disarankan selama bulan Ramadan.

  • Setelah buka puasa

Setelah buka puasa, tunggulah makanan dicerna dengan baik oleh tubuh. Kalau Anda memaksakan diri untuk olahraga di saat makanan belum selesai dicerna, maka kerugian yang Anda dapatkan.

Opsi lainny adalah tidak mengonsumsi makanan berat saat berbuka puasa, supaya sesi olahraga Anda efektif dan optimal. Setelah berolahraga, barulah Anda mengonsumsi makan berat.

  • Setelah isya

Kalau mau lebih amannya, setelah Isya adalah waktu yang disarankan untuk berolahraga. Sebab, pada jam 19.00 ke atas, makanan yang Anda lahap saat buka puasa sudah tercerna dengan baik. Sehingga sesi olahraga Anda pun jadi lebih berenergi.

Ingatlah, sesi olahraga pada bulan puasa tidak boleh melebihi 60 menit. Selain itu, batasilah olahraga kardio sebanyak 2 kali saja dalam seminggu.

Jenis olahraga saat puasa yang direkomendasikan

Sebelum mengetahui berbagai jenis olahraga saat puasa, perlu ditegaskan bahwa olahraga fisik ketahanan, plyometrics, kecepatan, dan kelincahan harus dihindari sepenuhnya. Dengan kata lain, pilihlah jenis olahraga yang ringan dan berintensitas rendah.

Jangan salah, olahraga ringan dan berintensitas rendah memiliki dampak baik untuk kesehatan tubuh Anda. Sebuah riset dari Universitas Georgia, Amerika Serikat bahkan menyatakan, olahraga ringan berintensitas rendah bisa mencegah rasa lesu.

Berikut ini adalah berbagai jenis olahraga saat puasa yang bisa dilakukan:

1. Jalan kaki

Jalan kaki dianggap sebagai olahraga ringan yang boleh dilakukan saat puasa. Bahkan jalan kaki di tempat sekalipun!

Sebab, jalan kaki memiliki banyak manfaat untuk tubuh, termasuk menjaga kebugaran jantung dan paru-paru, menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke, memperkuat tulang dan menstabilkan tubuh, meningkatkan kekuatan serta ketahanan otot, hingga mengurangi lemak tubuh.

2. Yoga

Yoga
Olahraga saat puasa

Jenis olahraga yang sudah dilakukan sejak zaman dulu kala ini adalah jenis olahraga saat puasa yang bisa dicoba, bahkan di dalam rumah sekalipun.

Nyalakan saja video pelatihan yoga di dunia maya, dan bersantailah di depan komputer atau televisi Anda sambil mengikuti sang instruktur.

Pilihlah yoga dengan tingkat intensitas rendah, seperti Sukhsana (menaruh kedua tangan di lutut sambil duduk bersila) , hingga Tadasana (berdiri tegak sambil menaruh kedua tangan di sisi badan).

3. Bersepeda

Bersepeda adalah jenis olahraga saat puasa yang mengasyikkan, yang bahkan bisa dilakukan sambil “ngabuburit”.

Bersepeda selama 30 menit saja memiliki banyak manfaat, seperti meningkatkan kesehatan jantung, meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas otot, meningkatkan mobilitas sendi, hingga meredakan stres.

4. Naik-turun tangga

Naik-turun tangga memang kerap dianggap sepele. Padahal, jenis olahraga saat puasa ini memiliki banyak manfaat dan berintensitas rendah.

Manfaat naik-turun tangga meliputi membakar kalori, meningkatkan kesehatan jantung, meningkatkan ketahanan tubuh dalam berolahraga, hingga menambah kekuatan tubuh.

5. Joging

Joging atau lari pelan adalah jenis olahraga saat puasa yang juga bisa jadi pilihan. Tidak perlu jauh ke luar rumah untuk melakukan joging. Di halaman depan rumah saja, Anda juga bisa melakukan joging. Bahkan sambil menunggu berbuka puasa sekalipun.

Joging memiliki banyak manfaat untuk tubuh, seperti meningkatkan kekuatan tulang, menguatkan otot, menjaga kesehatan jantung, dan menjaga berat badan tubuh.

6. Tai chi

Dari gerakannya saja, tai chi sudah terlihat seperti jenis olahraga yang tidak memakan energi banyak. Namun jangan salah, manfaat tai chi sangatlah beragam, mulai dari meningkatkan otot, kestabilan, dan fleksibilitas tubuh, sampai meningkatkan fungsi kognitif.

7. Sit up dan push up

Push up
Olahraga saat puasa

Sit up dan push up adalah olahraga saat puasa yang berintensitas rendah. Tentu saja, Anda harus menyesuaikan energi yang Anda punya dengan gerakan olahraga ini.

Sit up memiliki banyak manfaat, seperti menjaga postur tubuh, membentuk otot perut, mengurangi risiko nyeri pinggul, hingga meningkatkan fleksibilitas tubuh.

Sementara itu, push up bisa menjaga stabilitas tubuh, memperbesar massa otot, sampai menguatkan otot perut.

Puasa

Yuk kenali persiapan puasa di sini!

Apakah bumil boleh puasa? Mari kenali jawabannya ini.

Puasa banyak manfaatnya! Kenali berbagai manfaat puasa di sini.

Tips melakukan olahraga saat puasa

Olahraga saat puasa tidak boleh dilakukan sembarangan. Ada beberapa persiapan dan tips yang harus Anda lakukan sebagai berikut, supaya sesi olahraga saat puasa memberikan manfaat kesehatan:

  • Mengonsumsi 6-10 gram karbohidrat per kg berat badan (saat buka puasa dan sahur)
  • Mengonsumsi 1,2 gram protein per kg berat badan
  • Asupan lemak harus mencapai 20-30% dari total asupan energi
  • Memenuhi kebutuhan cairan agar tubuh tetap terhidrasi

Olahraga saat puasa sangat direkomendasikan untuk menjaga kebugaran tubuh. Namun perlu diingat juga, pilihlah olahraga dengan intensitas rendah, agar puasa tetap lancar. Selain itu, jangan lupa waktu-waktu terbaik berolahraga di bulan Ramadan.

Jika perlu, konsultasikan dulu dengan dokter mengenai olahraga saat puasa. Sebab, dokter bisa memeriksa ketahanan dan kesiapan tubuh Anda untuk berolahraga di bulan puasa.

Health 24. https://www.health24.com/Fitness/Exercise/Exercising-during-Ramadan-20130710
Diakses pada 17 April 2020

Khaleej Times. https://www.khaleejtimes.com/ramadan-2016/ramadan-health/best-times-to-exercise-during-ramadan
Diakses pada 17 April 2020

Livestrong. https://www.livestrong.com/article/536331-what-kinds-of-exercises-are-considered-low-intensity/
Diakses pada 17 April 2020

Better Health. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/walking-for-good-health
Diakses pada 17 April 2020

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/fitness-pictures/yoga-poses-for-beginners.aspx
Diakses pada 17 April 2020

Psych Central. https://psychcentral.com/lib/10-benefits-of-tai-chi-for-better-overall-health-well-being-and-living-longer/
Diakses pada 17 April 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/sit-ups-benefits
Diakses pada 17 April 2020

Food NDTV. https://food.ndtv.com/health/5-benefits-of-push-ups-tone-trim-get-back-in-shape-1265242
Diakses pada 17 April 2020

Artikel Terkait