Bosan dengan Olahraga Itu-Itu Saja? Yuk Coba Jalan Mundur!


Gerakan mundur seperti semut singa ini mungkin belum lazim dilakukan. Padahal, ada banyak manfaat dari melakukannya. Ini adalah cara sederhana untuk menantang otot-otot tubuh yang mungkin selama ini kurang aktif. Tak hanya itu, pikiran juga dilatih untuk fokus dan beroperasi dengan cara berkebalikan dengan kebiasaan selama ini.

0,0
24 Sep 2021|Azelia Trifiana
Olahraga jalan mundurOlahraga jalan mundur
Masih merasa jalan mundur sebagai hal yang konyol? Nanti dulu. Sebab, gerakan jalan ke belakang rupanya bisa jadi alternatif olahraga selain jogging atau brisk walking. Tak perlu terlalu lama, 10-20 menit saja sudah cukup untuk memberikan variasi olahraga. Manfaatnya bukan hanya untuk fisik, namun juga pikiran.

Manfaat jalan mundur

Gerakan mundur seperti semut singa ini mungkin belum lazim dilakukan. Padahal, ada banyak manfaat dari melakukannya. Ini adalah cara sederhana untuk menantang otot-otot tubuh yang mungkin selama ini kurang aktif.Tak hanya itu, pikiran juga dilatih untuk fokus dan beroperasi dengan cara berkebalikan dengan kebiasaan selama ini.Untuk tubuh, manfaat jalan mundur di antaranya:
  • Memperkuat otot kaki yang jarang digunakan
  • Memulihkan cedera di lutut
  • Meningkatkan teknik dan postur saat berjalan
  • Melatih keseimbangan
  • Membakar kalori
  • Menjaga berat badan ideal
  • Memperkuat tulang dan otot
  • Menambah energi
  • Meningkatkan metabolisme tubuh
Sementara untuk mental, beberapa manfaatnya antara lain:
  • Melatih koordinasi tubuh saat bergerak
  • Menjadi variasi olahraga agar tidak jenuh
  • Memperbaiki mood
  • Membuat siklus tidur kian teratur
  • Semakin sadar akan tubuh
  • Motivasi mencoba hal di luar zona nyaman
  • Memberi teka-teki bagi pikiran
  • Meningkatkan kendali kognitif
  • Mempertajam pola pikir
  • Menajamkan indra dan penglihatan

Memberi tantangan bagi tubuh

Menariknya lagi, jalan ke belakang juga dapat memperkuat daya tahan kaki dan juga kapasitas aerobik tubuh. Sebab, tubuh mendapat tantangan yang tidak biasa. Ada permintaan yang tidak familiar untuk berjalan mundur, ini akan membuat fisik kian berkembang.Tentu jauh berbeda dengan berjalan kaki ke depan seperti aktivitas selama ini. Saking terbiasanya, bahkan sudah dilakukan tanpa harus dipikirkan sedemikian rupa.Jika itu belum cukup, ada sebuah studi dari Cardiff University Inggris yang menemukan bahwa jalan atau lari mundur dapat mengurangi risiko nyeri lutut depan. Terlebih, apabila dibandingkan dengan berlari.Memperkuat hal ini, penelitian dari University of Stellenbosch di Afrika Selatan juga menemukan manfaat lain. Kombinasi lari dan jalan mundur dapat memperkuat jantung dan pernapasan. Selain itu, juga bisa mengubah komposisi tubuh menjadi lebih ideal.Mengingat tubuh tidak terlalu akrab dengan gerakan jalan ke belakang, maka manfaat membakar kalori dan mengoptimalkan jantung bisa terwujud dalam waktu singkat. Olahraga pun jadi lebih efisien dan intens.

Teknik berjalan mundur

Terlepas dari banyaknya manfaat jalan ke belakang, Anda tetap harus menguasai tekniknya dulu sebelum mencoba. Sebab, risiko mengalami cedera tentu lebih besar karena tidak bisa melihat bagaimana medan yang akan dilalui.Sebaiknya, gunakan treadmill untuk mencoba olahraga jalan mundur. Sebab, ada pegangan dan tempatnya pun stabil untuk bisa berjalan ke belakang.Namun, pastikan memulainya dengan kecepatan rendah terlebih dahulu yaitu 1 mph. Kemudian, perlahan tingkatkan menjadi jalan cepat sekitar 3 mph.Saat merasa keseimbangan goyah atau kehilangan kendali, kurangi kecepatan. Fokus pada setiap langkah, bukan mengejar target durasi atau jumlah langkah.Keamanan tetaplah hal yang utama. Mulailah dari pencapaian kecil dan ketika sudah terasa nyaman, bisa ditingkatkan secara bertahap. Jika sudah terlatih pun, banyak yang menguasai berlari mundur di atas treadmill.Lari dengan versi semacam ini sebenarnya justru memberikan lebih sedikit tekanan pada lutut ketimbang lari tradisional. Jadi, sangat ideal bagi yang mengalami masalah cedera pada lutut. Sebagai alternatif dari treadmill, Anda juga bisa memanfaatkan track lari khusus.

Catatan dari SehatQ

Jika sudah menemukan polanya, tambahkan jalan mundur sebagai variasi olahraga setiap harinya. Cukup beberapa menit saja, sudah akan memberikan manfaat untuk jiwa dan raga.Bonusnya, otot-otot yang selama ini kurang aktif bisa kian terlatih dengan rutin melakukan jalan ke belakang. Ini akan berpengaruh terhadap postur dan kekuatan tubuh secara umum.Untuk berdiskusi lebih jauh seputar keamanan jalan mundur bagi yang punya cedera, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
olahragatips olahragaolahraga anak
Healthline. https://www.healthline.com/health/fitness-exercise/walking-backwards
Diakses pada 11 September 2021
International Journal of Sports Medicine. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/15776337/
Diakses pada 11 September 2021
Journal of Biomechanics. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22503882/
Diakses pada 11 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait