Ini Alasannya, Orang yang Kegemukan Lebih Sering Mendengkur

Kebiasaan mendengkur saat tidur, kerap dialami oleh individu yang kelebihan berat badan
Kondisi obesitas pada tubuh, dapat memicu masalah tidur berupa mendengkur

Seperti yang telah banyak diketahui, kondisi tubuh yang kegemukan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Namun tahukah Anda, kegemukan juga dapat meningkatkan risiko gangguan tidur, seperti mendengkur.

Perubahan fisik yang terjadi pada orang yang kegemukan tanpa disadari dapat memengaruhi kenyamanan dalam beristirahat. Lalu, bagaimana kelebihan berat badan dapat membuat mendengkur saat tidur ? Berikut ini penjelasannya.

Penyebab Orang Kegemukan Sering Mendengkur

Seseorang dikatakan kegemukan, apabila indeks massa tubuhnya berada pada rentang yang melebihi nilai normal. Berdasarkan pedoman yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, rentang batas indeks massa tubuh (IMT) yang normal adalah 18,5 - 25,0. Berikut ini cara menghitung IMT dan dampak kelebihan berat badan pada kebiasaan tidur.

1. Cara Menghitung IMT

Apabila berada di atas nilai tersebut, maka IMT masuk dalam kategori kegemukan. Untuk mengukur IMT, Anda dapat menggunakan kalkulator IMT online atau menghitungnya sendiri dengan rumus: berat badan (dalam kilogram) dibagi dengan tinggi badan dikali tinggi badan (dalam meter).

2. Kegemukan Picu Masalah Tidur

Orang yang kegemukan kerap memiliki gangguan pernapasan, yang kemudian dapat menyebabkan masalah tidur seperti mendengkur. Hal ini dikarenakan, kelebihan lemak yang terdapat di tubuh juga dapat bertumpuk di saluran pernapasan maupun di dasar lidah.

Penumpukan tersebut dapat membuat leher menjadi lebih besar. Akibatnya, kemampuan otot untuk menjaga alur pernapasan agar tetap terbuka menjadi terganggu, sehingga saluran pernapasan berubah menjadi lebih sempit.

Saluran pernapasan yang sempit membuat getaran yang terjadi pada area tersebut menjadi lebih kencang. Selain itu, penumpukan lemak pada saluran pernapasan juga dapat menimbulkan gangguan pada orofaring (bagian dari tenggorokan) saat tidur sehingga menyebabkan timbulnya suara dengkuran.

Ketika orang yang kegemukan berada pada posisi berbaring, jaringan lemak yang terdapat di leher akan ikut menekan saluran pernapasan. Hal ini membuat aliran udara pada saluran pernapasan menjadi terganggu.

Cara Menghentikan Dengkuran pada Orang yang Kegemukan

Agar orang yang kegemukan dapat berhenti mendengkur, solusi yang paling tepat adalah dengan menurunkan berat badan. Namun perlu diingat, penurunan berat badan harus dilakukan secara sehat dan perlahan.

Olahraga untuk Turunkan Berat Badan

Anda bisa memulainya dengan melakukan aktivitas fisik selama 20 hingga 30 menit pe rhari. Lalu, perlahan, Anda dapat mulai meningkatkannya menjadi 2 hingga 3 jam per hari jika memungkinkan.

Berolahraga selama 20 menit per hari dapat membantu memperbaiki kesehatan jantung. Untuk menurunkan berat badan, dibutuhkan waktu lebih lama. Namun, Anda perlu membuat tubuh Anda terbiasa dengan aktivitas fisik terlebih dahulu sebelum memulai olahraga yang lebih berat yang dapat membantu menurunkan berat badan.

Olahraga, secara umum meski tidak menurunkan berat badan juga dapat membantu untuk mengurangi dengkuran. Hal ini dikarenakan, olahraga dapat membantu membentuk otot di tubuh, termasuk otot di tenggorokan. Sehingga, aliran udara dapat lebih lancar dan dengkuran dapat berkurang.

Tidak hanya gangguan tidur, kegemukan juga dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan lainnya. Karena itu, jangan lupa untuk selalu menjalani gaya hidup sehat dengan berolahraga teratur dan makan makanan yang sehat dan bergizi.


Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/how-does-being-overweight-affect-your-sleep-3015072
Diakses pada 9 April 2019

British Snoring and Sleep Apnoea Association. https://britishsnoring.co.uk/snoring_causes/are_you_overweight.php
Diakses pada 9 April 2019

Sleep Foundation. https://www.sleepfoundation.org/articles/obesity-and-sleep
Diakses pada 9 April 2019

Help Guide. https://www.helpguide.org/articles/sleep/snoring-tips-to-help-you-and-your-partner-sleep-better.htm/
Diakses pada 9 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed