Obesitas pada Anak Bisa Sebabkan Kaki Melengkung Akibat Blount Disease

Obesitas pada anak dapat menyebabkan blout disease di mana kaki menjadi melengkung
Obesitas pada anak dapat menimbulkan masalah kesehatan lainnya

Obesitas adalah kondisi medis yang ditandai dengan berlebihnya berat badan. Anak-anak menjadi salah satu korban yang sering mengalaminya. Hal ini dapat disebabkan oleh banyaknya makanan yang masuk selama masa pertumbuhan.

Hati-hati, orangtua harus waspada dengan obesitas. Sebab, tidak hanya berat badan berlebih saja yang bisa menyerang anak Anda, tapi juga ada blount disease.

Benarkah obesitas menyebabkan blount disease?

Blount disease adalah gangguan yang terjadi pada tulang, selama masa pertumbuhan. Blount disease disebabkan oleh adanya beban mekanik pada tulang. Akibatnya, beban itu akan membuat kaki anak berbentuk O.

Seiring berjalannya waktu, blount disease akan semakin parah dan menyebabkan deviasi atau penyimpangan gaya berjalan, serta kerusakan dini pada lutut.

Selain menyebabkan kaki O, blount disease juga bisa memicu pengapuran dini pada sendi lutut.

Dr. Anggitadewi, Sp.OT dari Rumah Sakit Orthopedi & Traumatologi Surabaya (RSOT) menegaskan, obesitas bisa menjadi pemicu utama blount disease.

Sebab, saat anak mengalami obesitas, muncul tekanan pada kaki sebagai penyangga, yang dalam taraf dan waktu tertentu akan membuat kaki melengkung (kaki O).

Selain obesitas, ada faktor lain yang bisa menyebabkan blount disease, yakni faktor genetik.

“Biasanya orangtua baru sadar ketika anaknya sudah bisa berjalan. Dan dilihat, kok makin melengkung, seperti kaki O”, tutur dr. Anggi.

Untuk itu penting sekali untuk menjaga berat badan ideal anak. Jadi anggapan bahwa makin gemuk anak, maka semakin menggemaskan dan dianggap memiliki cukup gizi. Pandangan semacam ini perlu dikoreksi juga. Artinya, berat badan anak harus ideal.

Sebagai orangtua, Anda diharapkan bisa melihat perubahan yang terjadi pada tubuh anak-anak. Sebab, di usia yang masih sangat dini, mereka tentu belum paham tentang perubahan pada tubuhnya.

Blount disease akan lebih mudah ditangani, jika sudah terdiagnosis sejak dini. Itu artinya, gejala blount disease seperti kaki O sudah bisa terlihat sejak usia balita.

“Jika datang lebih awal, misalnya saat balita dan belum sekolah, kita bisa melakukan tindakan koreksi menggunakan gips dan terapi-terapi lainnya yang dilakukan bersama dengan dokter rehabilitasi medis,” kata dr. Anggi.

Dengan demikian, pembengkokan tulang diharapkan dapat diatasi tanpa operasi. Jadi penanganannya akan sangat tergantung dari tingkat derajat lengkung tulangnya dan waktu dimulainya penanganan.

Perawatan dengan gips akan kurang efektif ketika anak sudah memasuki usia sekolah, dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Jalan yang cepat adalah operasi, melalui osteotomi atau pemotongan tulang penyebab anatomi tulang pada anak menjadi melengkung.

Penuturan dari dr. Anggi ini menjadi peringatan bagi orangtua, bahwa obesitas bukanlah kondisi medis yang dapat diremehkan. Sebab, ada blount disease yang siap "menyergap" secara tiba-tiba, jika obesitas tidak segera ditangani.

Meningkatkan kewaspadaan tentang obesitas dan blount disease

Terdapat berbagai cara untuk bisa meningkatkan kewaspadaan terhadap obesitas dan blount disease, di antaranya:

  • Melakukan cek secara rutin terhadap berat badan anak. Mencapai berat badan ideal dengan menggunakan indeks berat badan ideal yang bisa dikonsultasikan dengan dokter.
  • Menghapus pandangan bahwa anak yang gemuk itu lucu. Karena dari kegemukan itulah penyakit obesitas dan blount disease akan datang.
  • Mengenal perubahan fisik yang terjadi pada tubuh anak. Jika ada yang mengkhawatirkan, langsung ke dokter.
  • Berkonsultasi dengan dokter, jika ada perubahan fisik pada anak.

Memiliki kaki yang melengkung atau kaki O akan memengaruhi tumbuh kembang serta masa depan anak Anda. Sebagai orangtua, marilah kita lebih peduli lagi terhadap obesitas dan komplikasi yang disebabkannya.

Narasumber:
dr. Luh Gede Djatu Anggitadewi, Sp.OT
Dokter Spesialis Orthopedi
RS Orthopedi & Traumatologi Surabaya

RS Orthopedi & Traumatologi Surabaya

Artikel Terkait