Berdasarkan penelitian ditemukan bahwa obesitas dapat menyebabkan disfungsi ereksi
Obesitas dan disfungsi ereksi memiliki kaitan satu sama lain

Kelebihan berat badan atau obesitas diketahui dapat memberikan berbagai dampak merugikan bagi tubuh Anda. Salah satu dampak obesitas yang belum banyak diketahui adalah obesitas dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

Disfungsi ereksi atau yang biasa disebut dengan impotensi pada penderita obesitas disebabkan karena adanya perubahan pada tubuh akibat pertambahan berat badan di antaranya ketidakseimbangan hormon dan gangguan pada pembuluh darah. Lalu, bagaimana sebenarnya obesitas dan disfungsi ereksi dapat berkaitan satu sama lain? berikut penjelasannya.

Kaitan Antara Obesitas dan Disfungsi Ereksi

Sebuah studi beberapa tahun lalu menunjukkan obesitas memiliki dampak signifikan pada kesehatan seksual seseorang. Penelitian ini diterbitkan oleh The Journal of Sexual Medicine, melibatkan 2.435 pasien pria Italia yang mencari pengobatan rawat jalan untuk disfungsi seksual pada tahun 2001- 2007. Sebanyak 41,5% responden memiliki berat badan normal, 42,4% memiliki kelebihan berat badan, 12,1% mengalami obesitas, dan 4% mengalami obesitas berat dengan usia rata-rata 52 tahun.

Pasien menjalani tes darah dan USG Doppler penis untuk mengukur aliran darah di penis mereka. Pasien juga menjalani wawancara tentang kondisi disfungsi ereksi meerka dan menyelesaikan kuesioner mengenai kesehatan mental.

Giovanni Corona, MD, dari Universitas Florence dan rekannya menemukan bahwa tingkat obesitas memiliki korelasi dengan penurunan testosteron tubuh. Hasilnya, semakin parah obesitas maka akan semakin rendah tingkat testosteronnya.

Studi ini juga menyimpulkan bahwa kondisi yang berkaitan dengan obesitas termasuk hipertensi (tekanan darah tinggi) menjadi penyebab paling signifikan terhadap kesehatan mental yang berhubungan dengan obesitas. Aliran darah penis yang abnormal juga berkaitan dengan adanya tekanan darah tinggi.

Bagi pria, dampak obesitas pada fungsi seksual tampaknya menjadi masalah fisik, bukan harga diri atau emosional. Mario Maggi, MD, dan rekannya sebagai penulis studi ini menyatakan bahwa hubungan antara obesitas dan disfungsi ereksi mungkin bisa menjadi motivasi yang berguna bagi pria untuk meningkatkan pilihan gaya hidup.

Obesitas Menyebabkan Disfungsi Ereksi

Ada beberapa faktor obesitas yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi, di antaranya:

1. Faktor Psikologis

Banyak penderita obesitas merasa tidak nyaman dengan kondisi tubuhnya, sehingga mereka merasa rendah diri. Orang yang obesitas juga akan menghadapi diskriminasi serta pandangan yang kurang bagus di mata masyarakat. Hal ini akan menciptakan hambatan sosial serta psikologis bagi penderita. Masalah inilah yang akan membuat kinerja seksual menurun.

2. Adanya Gangguan Sistem Vaskular

Pada pria dengan obesitas akan mengalami hambatan aliran darah menuju penis, walaupun mereka sedang terangsang hebat. Kegemukan memengaruhi aliran darah yang mengalir ke penis. Pembuluh darah dapat menyempit karena timbunan lemak, sehingga sulit mengalirkan darah secara lancar.

3. Kerusakan Lapisan Endothelium pada Penis

Endothelium adalah sebuah lapisan sel yang melindungi pembuluh darah dari jantung hingga jaringan terkecil dalam tubuh. Jika ada faktor yang menyebabkan terjadinya gangguan pada bagian ini, maka kinerja sistem vaskular dan fungsi ereksi akan berkurang. Obesitas pun menjadi penyebab utama penyakit vaskular dan disfungsi ereksi.

4. Ateroklerosis

Ateroklerosis merupakan pengerasan pembuluh arteri akibat adanya lemak yang mengendap bersama kolesterol. Ketika hal in terjadi pada arteri penis maka aliran darah akan tertutup yang mengurangi kemampuan ereksi seorang pria.

5. Hipogonadisme

Hipogonadisme merupakan kondisi pria yang testisnya tidak bekerja normal untuk memproduksi testosteron. Sebuah studi melaporkan bahwa lingkar pinggang dan jumlah lemak berbanding terbalik dengan kadar testosteron dalam darah.

Padahal, testoseron merupakan hormon utama pda pria. Hormon inilah yang memberikan ciri fisik yang khas pada seorang pria mulai dari suara yang dalam, tumbuhnya jenggot dan kumis, dan tak ketinggalan produksi sperma serta libido. 

Disfungsi Ereksi pada Pria Obesitas dapat Diatasi

Berita baik bagi Anda, disfungsi ereksi pada pria yang obesitas dapat diatasi apabila Anda mulai menjalani gaya hidup sehat. Mengonsumsi makanan sehat, olahraga teratur, dan berhenti merokok dapat membantu meredakan disfungsi ereksi.

Pria yang berhasil menurunkan berat badannya menuju ke berat ideal akan dapat memperbaiki kondisi disfungsi ereksi yang dialaminya. Mengubah pola hidup menjadi lebih aktif dan rutin berolahraga juga dapat mengurangi risiko serta mencegah Anda terkena disfungsi ereksi.

Sebuah penelitian menyebutkan, hanya dengan berhasil menurunkan berat badan sebanyak 10% dari berat badan awal dalam dua bulan telah dapat membantu Anda untuk memperbaiki fungsi ereksi. Menurunkan berat badan memang bukanlah hal yang mudah, namun percayalah efek jangka panjang yang bisa didapatkan untuk kesehatan Anda akan sepadan. 

WebMD. https://www.webmd.com/erectile-dysfunction/news/20081031/obesity-linked-to-erectile-dysfunction 
Diakses pada November 2018

Obesity Action Community. https://www.obesityaction.org/community/article-library/men-is-obesity-affecting-your-sex-life/
Diakses pada 19 Maret 2019

Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/mens-health/obesity-unhealthy-and-unmanly
Diakses pada 19 Maret 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed