Terbuat Dari Bahan Alami, Ini Obat Tradisional Campak yang Bisa Anda Coba

Obat tradisional campak yang bisa Anda coba antara lain adalah cengkih.
Cengkih bisa dimanfaatkan sebagai obat tradisional campak.

Tanaman-tanaman herbal seperti kunyit, cengkih dan daun jarak memiliki sejumlah kandungan yang dipercaya dapat menjadi obat tradisional campak. Kemampuan tanaman herbal untuk menyembuhkan penyakit campak, berasal dari sifat antiperadangan yang dimilikinya. Tanaman herbal itu juga dipercaya mampu menyembuhkan ruam dan menurunkan demam.

Obat tradisional campak dari bahan-bahan alami

Sebenarnya, hingga saat ini belum ada cara alami yang terbukti ilmiah bisa mengatasi campak. Perawatan alami yang ada, hanya dilakukan untuk meredakan gejala yang timbul akibat infeksi virus ini dan bukan untuk membunuh virus yang ada di tubuh. Untuk mengatasi campak, Anda tetap harus memeriksakan diri ke dokter agar mendapatkan perawatan yang tepat. Dengan begitu, infeksi ini bisa disembuhkan. Berikut ini, cara alami yang dipercaya dapat membantu meredakan gejala campak:

1. Kunyit

Kunyit bisa diolah menjadi obat tradisional campak.

Selain kerap dimanfaatkan sebagai bumbu masakan, kunyit juga dikenal sebagai salah satu obat tradisional campak.

Mengonsumsi kunyit bisa mengurangi ruam berupa bintik-bintik di area kulit luar dan dalam tubuh. Manfaat ini diperoleh dari kandungan zat aktif kurkumin di dalam kunyit. Antioksidan yang memiiki efek antiradang poten ini dapat bekerja dengan menghalangi protein bernama sitokin dan enzim yang menyebabkan peradangan dalam tubuh.

Selain itu, jenis kunyit putih mengandung senyawa curcuminoids, yang mengandung zat antialergi untuk mencegah pelepasan histamin. Zat kimia bernama histamin ini, memicu reaksi alergi seperti gatal pada kulit.

Kunyit juga memiliki sifat analgesik yang lebih kuat ketimbang aspirin untuk meredakan nyeri akibat sakit kepala, demam dan nyeri sendi saat campak.

Selanjutnya, kandungan antioksidan dan antiradang dalam kunyit yang begitu tinggi juga membuat tanaman herbal ini berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh yang sangat diperlukan penderita penyakit campak.

Cara mengolah kunyit:

Untuk dapat dikonsumsi sebagai obat tradisional campak, kunyit dapat diolah dengan diambil sarinya. Berikut ini caranya:

  • Cuci bersih beberapa buah kunyit.
  • Parut kunyit, beri sedikit air, lalu peras.
  • Rebus air perasan kunyit hingga matang.
  • Tuangkan ke dalam gelas, beri tambahan madu dan aduk secara merata.
  • Segelas ramuan kunyit siap diminum.

2. Cengkih

Obat tradisional campak selanjutnya adalah cengkih. Kandungan zat antiperadangan dalam cengkih juga bermanfaat untuk melindungi organ dalam tubuh yang berisiko terkena radang saat penyakit campak menjalar.

Cara mengolah cengkih:

Di beberapa wilayah Indonesia, ramuan bunga cengkih digunakan sebagai obat tradisional campak. Anda bisa mengolahnya menjadi ramuan dengan langkah-langkah berikut ini:

  • Rendam bunga cengkih menggunakan air matang selama 1 hari.
  • Tambahkan gula batu dan aduk hingga rata.
  • Segelas ramuan cengkih siap diminum.

3. Daun jarak

Di sejumlah daerah di Sumatra, daun jarak digunakan sebagai obat tradisional campak. Air rebusannya dimanfaatkan untuk menurunkan panas, mata merah dan berair akibat peradangan yang disebabkan penyakit campak. Selain itu, air rebusan daun jarak juga berfungsi melawan bakteri dermatopik dan patogenik penyebab diare dan penurunan nafsu makan. Sementara itu, daunnya yang mengandung antioksidan juga dapat digunakan untuk mengurangi peradangan.

4. Seledri

Selain ketiga tanaman herbal di atas, ada tanaman lain yang mengandung zat antiperadangan dan bisa dimanfaaatkan sebagai solusi alternatif obat tradisional campak, yaitu seledri.

Seledri mengandung sekitar 25 senyawa antiperadangan seperti apiin dan apiuman yang dapat menekan proses peradangan akibat penyakit campak.

Setelah mengetahui obat tradisional campak, yuk kenali gejala penyakit ini!

Tahukah Anda, batuk kering dan bersin ternyata
bisa menjadi salah satu gejala campak.

Measles atau penyakit campak adalah gangguan kesehatan yang disebabkan infeksi paramyxovirusvirus Morbili. Virus yang menginfeksi saluran pernapasan dan menyebar ke seluruh tubuh tersebut menular melalui kontak langsung dengan penderita atau lewat udara.

Dahulu, sebelum imunisasi campak digalakkan, campak merupakkan salah satu penyakit endemik yang menyebabkan kematian terbanyak setiap tahunnya.

Gejala spesifiknya muncul sekitar 7-14 hari, antara lain ruam berupa bintik kemerahan, ruam di organ dalam seperti tenggorokan disertai demam tinggi, mata merah dan berair, batuk kering dan bersin, sensitivitas pada cahaya, mudah lelah dan nafsu makan menurun. Kondisi ini bisa berlangsung selama satu minggu.

Jika tidak ditangani dengan baik, virus ini dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah dan meningkatkan risiko kematian.

Cara mengatasi penyakit campak, selain menggunakan obat tradisional campak

Penyakit campak dapat menular dengan sangat cepat. Oleh karena itu, supaya penyakit ini tidak menyebar, Anda harus merawat anak maupun keluarga yang terjangkit campak dengan cara berikut ini:

  • Mengingatkan untuk lebih banyak istirahat
  • Membatasi interaksi dengan lingkungan sekitar
  • Memberikan makanan kaya vitamin dan nutrisi
  • Mengingatkan untuk sering mandi agar gatal akibat ruam bisa berkurang
  • Minum banyak air putih

Selain mengonsumsi obat tradisional campak, individu yang terjangkit campak juga dapat mengonsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen dan paracetamol, serta mengonsumsi suplemen vitamin A.

Bagaimana cara mencegah penyakit campak?

Cara paling ampuh untuk mencegah penyakit campak adalah dengan mendapatkan vaksin mumps–measles-rubella (MMR) alias imunisasi campak, gondongan, dan rubella (campak Jerman).

Jika telah berusia dewasa, tapi belum pernah menerima imunisasi campak atau belum pernah terjangkit penyakit ini, maka penting bagi Anda untuk segera mendapatkan imunisasi tersebut.

Wanita yang merencanakan kehamilan tapi belum pernah menerima imunisasi campak, berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter. Sebab, vaksin ini tidak dapat diberikan selama masa kehamilan. Perlu diketahui, campak pada ibu hamil juga dapat membahayakan janin.

Imunisasi MMR dapat diberikan pada semua anak dengan rentang usia 9 bulan sampai dengan usia kurang dari 15 tahun lewat penyuntikan dengan dosis 0,5 mL. Anda bisa mendapatkan imunisasi MMR tersebut di sejumlah sekolah, Puskesmas, Posyandu maupun fasilitas kesehatan lainnya.

Science Direct.
https://www.sciencedirect.com/topics/agricultural-and-biological-sciences/ricinus-communis
Diakses pada 10 Februari 2020

Healthline.
https://www.healthline.com/health/food-nutrition/health-benefits-of-celery#1
Diakses pada 10 Februari 2020

Mayo Clinic.
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/measles/symptoms-causes/syc-20374857
Diakses pada 10 Februari 2020

Healthline.
https://www.healthline.com/nutrition/benefits-of-cloves#section1
Diakses pada 10 Februari 2020

Healthline.
https://www.healthline.com/health/turmeric-for-skin#may-help-other-skin-conditions
Diakses pada 10 Februari 2020

Guthealth Project.
https://www.guthealthproject.com/ways-turmeric-benefits-digestion/
Diakses pada 10 Februari 2020

Artikel Terkait