Obat Tocilizumab: Dosis, Manfaat, dan Efek Sampingnya


Tocilizumab adalah jenis obat yang dihasilkan dari agen antibodi yang memiliki manfaat mengobati rheumatoid arthritis. Penggunaan obat ini masih diteliti untuk mengatasi penyakit COVID-19.

0,0
15 Sep 2021|Ade Irawan
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Tocilizumab adalah jenis obat yang dihasilkan dari agen antibodi yang memiliki manfaat mengobati rheumatoid arthritisPenggunaan tocilizumab pada pasien COVID-19 masih membutuhkan penelitian lebih lanjut
Selain vaksinasi, upaya penanganan COVID-19 juga terus dilakukan. Salah satu yang sedang dipelajari adalah penggunaan tocilizumab untuk mengobati penderita COVID-19 yang sudah sangat parah. Obat ini awalnya digunakan untuk mengatasi rheumatoid arthritis pada anak di atas dua tahun hingga orang dewasa.Tocilizumab terbuat dari antibodi monoklonal yang mampu bekerja untuk menurunkan risiko badai sitokin. Penelitian obat ini pun dilakukan pada pasien COVID-19 yang membutuhkan oksigen tambahan, ventilator, serta alat untuk menambah oksigen darah. Namun, penggunaan obat ini masih dalam taraf penelitian dan belum dipublikasikan secara luas.

Manfaat tocilizumab

Sebelum ramai disebut-sebut sebagai obat untuk COVID-19, penggunaan tocilizumab pada orang dewasa memiliki manfaat untuk mengatasi penyakit:
  • Rheumatoid arthritis sedang hingga berat, bila pengobatan lain tidak berhasil mengatasi gejala
  • Artritis sel raksasa (giant cell arthritis), yaitu peradangan pada lapisan pembuluh darah yang membawa darah dari jantung ke bagian lain tubuh
  • memperlambat penurunan fungsi paru-paru yang disebabkan oleh skleroderma dengan penyakit paru interstisial
Sementara pada anak-anak usia 2 tahun ke atas hingga orang dewasa, tocilizumab bermanfaat untuk mengatasi:
  • Juvenile Idiopathic Arthritis (JIA), yaitu penyakit rematik kronis yang sering terjadi pada anak di bawah 16 tahun. Obat tocilizumab dapat mengatasi JIA poliartikular (menyerang lima atau lebih sendi pada kedua sisi tubuh, seperti lutut, pergelangan tangan, dan sebagainya) maupun JIA sistemik (menyerang sendi di seluruh tubuh).
  • Sindrom pelepasan sitokin (Cytokine Release Syndrome) yang parah, yaitu respons imun yang terlalu aktif terhadap perawatan sel darah tertentu untuk kanker

Dosis pemberian tocilizumab untuk pasien COVID-19

Sebuah penelitian melihat efek tocilizumab yang digunakan oleh pasien COVID-19 dengan berbagai gejala. Penggunaan obat ini diklaim mampu menurunkan risiko badai sitokin. Namun, perlu diberikan dosis berulang.Pemberian tocilizumab perlu disesuaikan dengan pasien COVID-19. Untuk pasien dengan berat di atas 30 kg, dosis obat ini yaitu 8 mg/kg. Sedangkan, pasien dengan bobot kurang dari 30 kg dosis obat ini 12 mg/kg. Pemberian dosis maksimal adalah 800 mg/dosis.Dosis kedua obat ini bisa diberikan dalam rentang 8 jam setelah dosis pertama. Dengan catatan, pasien tidak mengalami perbaikan dari sisi medisnya. Selain itu, hindari penggunaan baricitinib saat penggunaan obat ini.Pemberian dosis obat ini hanya digunakan untuk pasien COVID-19 yang perlu penanganan medis khusus. Penggunaannya hanya diperbolehkan pada pasien rawat inap dengan kebutuhan oksigen atau tanpa peningkatan peradangan sistemik.Penelitian lain juga menyebutkan bahwa pemberian untuk ibu hamil masih perlu data lebih lanjut. Pasalnya, efeknya bisa berpengaruh pada ASI. Namun, dari laporan penelitian yang disebutkan, sejauh ini tidak ada efek samping yang ditimbulkan.

Efek samping penggunaan tocilizumab

Obat ini memiliki efek samping saat digunakan. Berikut beberapa efek samping penggunaan tocilizumab:
  • Sakit kepala
  • Bersin
  • Hidung berair
  • Kemerahan, gatal, dan nyeri pada bagian suntikan
Adapun efek samping yang lebih serius dan perlu mendapatkan penanganan medis:
  • Ruam
  • Gatal
  • Pembengkakan pada bagian mata, bibir, lidah, tenggorokan, tangan, dan kaki
  • Kesulitan bernapas
  • Kesulitan menelan
  • Sakit pada bagian dada
  • Demam
  • Gangguan buang air besar
  • Pingsan
  • Mata dan kulit menjadi kekuningan
  • Pendarahan
  • Kehilangan selera makan
  • Urine berwarna kuning atau cokelat
  • Feses berwarna pucat

Penggunaan tocilizumab

Tocilizumab disuntikkan di bawah kulit atau dalam pembuluh darah. Pemberiannya harus dilakukan secara perlahan selama kurang lebih 1 jam. Ganti tempat penyuntikan untuk dosis kedua. Ganti juga jarum suntik setelah digunakan.Sebelum digunakan, simpan obat ini dalam kemasan. Jauhkan dari cahaya dan jangkauan anak-anak. Simpan di lemari pendingin yang suhunya diatur agar tidak beku. Jika kondisi obat sudah keruh, sebaiknya tidak digunakan. Perhatikan juga cara membuang obat yang tidak bisa digunakan atau yang sudah digunakan.

Catatan dari SehatQ

Tocilizumab bisa menjadi obat untuk meredakan badai sitokin pada penderita COVID-19. Namun, penggunaannya tetap masih dalam pengawasan dan harus dengan resep dokter Perlu diketahui bahwa obat ini juga menimbulkan efek samping yang mungkin berbahaya untuk kesehatan.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar obat yang bisa digunakan untuk penyembuhan COVID-19, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
artritis rheumatoidcoronavirus
Drugs https://www.drugs.com/mtm/tocilizumab.html
Diakses pada 30 Agustus 2021
Uptodate https://www.uptodate.com/contents/tocilizumab-drug-information
Diakses pada 30 Agustus 2021
Medline Plus https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a611004.html
Diakses pada 30 Agustus 2021
Clinical Trial https://clinicaltrials.gov/ct2/show/NCT03644667
Diakses pada 30 Agustus 2021
Clinical Trial https://clinicaltrials.gov/ct2/show/NCT04423042
Diakses pada 30 Agustus 2021
NCBI https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK500589/
Diakses pada 30 Agustus 2021
NCBI https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7262125/
Diakses pada 30 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait