Rekomendasi Obat Tipes yang Bisa Didapatkan Secara Alami Maupun Resep Dokter

Ada berbagai obat tipes yang bisa dikonsumsi, mulai dari alami dan resep dokter
Anda bisa menambahkan cengkeh sebagai obat tipes alami untuk mendukun pengobatan dari dokter

Demam tifoid atau sering juga dikenal dengan penyakit tipes atau tifus disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella Typhi. Bakteri ini umumnya menyebar melalui makanan atau air yang terkontaminasi bakteri.

Jika Anda atau orang di sekitar Anda mulai menunjukkan gejala tipes, mengonsumsi obat tifus perlu segera dilakukan. Selain itu, untuk mendukung pengobatan dari dokter, Anda juga dapat menambahkan beberapa obat tipes alami agar tubuh semakin cepat pulih.

Sederet bahan-bahan alami yang bisa digunakan sebagai obat tipes

Saat didiagnosis penyakit tipes, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik untuk tipes guna membunuh bakteri penyebab tipes. Obat tipes dari dokter tersebut harus diminum secara rutin untuk benar-benar menghilangkan bakteri agar dapat mencegah bakteri menjadi kebal di kemudian hari.

Selain dengan obat tipes dari dokter, Anda dapat menambahkan bahan-bahan alami yang ada di rumah guna mempercepat penyembuhan tipes.

Namun perlu diingat, selalu konsultasikan dengan dokter Anda jika ingin menambahkan obat tipes alami tertentu dalam pengobatan tipes. Sebab, yang dikhawatirkan bahan alami tertentu belum terbukti menyembuhkan serta berisiko dapat bereaksi dengan obat tipes dari dokter yang sedang Anda konsumsi.

Berikut adalah bahan-bahan alami di rumah yang biasa digunakan sebagai obat tipes:

1. Bawang putih

Obat tipes alami salah satunya adalah bawang putih
Bawang putih memiliki sifat antimikroba untuk membunuh bakteri penyebab tipes

Salah satu obat tipes alami yang mudah didapatkan di rumah adalah bawang putih. Bawang putih memiliki sifat antimikroba yang bertujuan untuk membunuh bakteri berbahaya dalam tubuh sehingga sistem kekebalan tubuh dapat meningkat.

Anda bisa mengonsumsi 2 siung bawang putih saat perut kosong. Selain itu, Anda juga bisa mencampurkan 1/2 sendok teh bawang putih yang sudah dihancurkan, segelas susu, dan empat gelas air. Rebus larutan tersebut hingga tersisa seperempatnya dan minum sebanyak 3 kali sehari.

Perlu diketahui bahwa konsumsi bawang putih untuk obat tipes alami tidak dianjurkan bagi ibu hamil dan bayi.

2. Pisang

Salah satu obat tipes alami adalah pisang
Konsumsi pisang secara rutin dapat mempercepat proses pemulihan tipes

Mengonsumsi pisang setiap hari berkhasiat untuk mempercepat proses pemulihan penyakit tifus.

Pisang mengandung pektin atau serat larut yang dapat menyerap cairan di usus sehingga mengurangi diare. Selain itu, kandungan kalium pada pisang berfungsi untuk menggantikan elektrolit yang hilang akibat demam dan diare. Ditambah lagi, pisang mengandung kalori yang cukup tinggi untuk membantu tubuh melawan bakteri.

Untuk mempercepat pemulihan tipes, Anda disarankan untuk mengonsumsi 2-3 buah pisang setiap harinya. Anda juga bisa mencampurkan dua buah pisang yang sudah dipotong-potong dengan setengah gelas yogurt dan 1 sendok teh madu. Konsumsi campuran tersebut dalam 2-3 kali setiap hari hingga masa penyembuhan selesai.

3. Cuka apel

Cuka apel adalah pilihan obat tipes alami lainnya
Cuka apel dapat menggantikan mineral tubuh yang hilang akibat diare

Cuka apel juga menjadi pilihan obat tipes alami yang bisa dikonsumsi. Kandungan asam dari bahan alami ini dapat membantu mengeluarkan panas tubuh sehingga mengurangi suhu tubuh secara perlahan. Tak hanya itu, kandungan mineral di dalamnya pun turut menggantikan mineral tubuh yang hilang akibat diare.

Terdapat dua cara yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan demam tifoid menggunakan cuka apel. Pertama, campurkan ½ sendok teh cuka sari apel dan sedikit madu dalam segelas air. Selanjutnya, minum larutan tersebut sebelum makan selama 5-7 hari berturut-turut.

Kedua, campurkan cuka apel dan air hangat dengan perbandingan 1:2, dalam suatu wadah atau baskom. Rendam handuk atau kain lap bersih dalam cairan tersebut, peras, dan letakkan di dahi dan perut. Kemudian, basahi kembali handuk atau kain lap yang sudah agak dingin dan ulangi hingga demam Anda turun.

4. Oralit

Anda tentu sudah sangat mengenal larutan oralit sejak dahulu. Tak hanya sebagai resusitasi atau pengganti cairan tubuh yang sangat penting untuk mencegah dehidrasi saat sedang diare, oralit ternyata dapat membantu mengurangi gejala tipes dan mempercepat pemulihan.

Anda dapat membuat oralit menggunakan tiga bahan dasar utama yang sudah pasti ada di rumah, yaitu gula, garam, dan air.

Campurkan ½ sendok teh garam dan 6 sendok teh gula ke dalam beberapa gelas air. Minumlah larutan oralit selama beberapa kali dalam sehari sampai tubuh benar-benar pulih.

5. Daun basil atau daun selasih

Daun basil diklaim efektif sebagai obat tipes alami
Daun basil dapat membantu menurunkan demam

Daun basil atau dikenal pula dengan daun selasih adalah salah satu obat tipes alami yang diklaim efektif dapat mengobati tifus. Daun basil memiliki kandungan antibiotik dan antibakteri yang dapat menghambat bakteri penyebab tipes dalam tubuh.

Bahan alami dengan nama latin Ocimum basilicum ini juga membantu menurunkan demam, menghangatkan perut, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Cara mengolah daun basil sebagai obat tipes alami pun cukup mudah, yaitu:

  • Siapkan 20 helai daun selasih, 1 sendok teh jahe yang dihancurkan, dan 1 gelas air
  • Rebus semua bahan hingga larutan berkurang setengahnya
  • Tambahkan sedikit madu untuk menambah rasa manis

Anda dapat minum larutan tersebut sebanyak 2-3 kali sehari hingga Anda mulai merasa pulih.

6. Cengkeh

Obat tipes alami lainnya adalah cengkeh. Kandungan minyak esensial pada cengkeh ternyata memiliki sifat antibakteri. Tak heran apabila cengkeh masuk dalam deretan bahan alami yang bisa digunakan sebagai obat tipes. Cengkeh diyakini dapat membantu mengurangi tingkat keparahan diare dan muntah yang disebabkan oleh tipes.

Cara membuatnya pun mudah, yaitu cukup masukkan 5-7 buah cengkeh ke dalam air mendidih. Lalu, rebus hingga tersisa setengah airnya saja. Minumlah larutan cengkeh yang sudah dingin secara rutin di siang hari selama minimal 1 minggu.

Meski bahan-bahan alami di atas diklaim dapat digunakan sebagai obat tipes, masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut guna memastikan keefektifannya. Maka dari itu, Anda perlu berhati-hati dalam mengonsumsinya. Pastikan untuk selalu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan obat tipes alami di atas.

Obat tipes yang diresepkan dokter

Penyakit tipes dapat ditangani dengan obat tipes berupa antibiotik yang biasanya direkomendasikan oleh dokter. Antibiotik untuk tipes adalah obat tipes yang berfungsi untuk menghancurkan atau memperlambat pertumbuhan bakteri.

Beberapa jenis obat tipes yang diresepkan dokter antara lain:

1. Ciprofloxacin

Ciprofloxacin termasuk dalam antibiotik golongan fluoroquinolone. Ciprofloxacin tersedia dalam bentuk tablet hingga suntik. Jenis obat tipes ini tidak boleh diberikan pada anak-anak berusia di bawah 18 tahun, kecuali mereka memiliki infeksi yang tidak dapat diobati dengan antibiotik lainnya.

Ciprofloxacin adalah obat tipes yang hanya didapatkan dari resep dokter dengan dosis yang akan disesuaikan oleh hasil diagnosis dan pemeriksaan Anda.

Ciprofloxacin dapat berinteraksi dengan beberapa obat lainnya, seperti antasida atau obat yang mengandung zat besi atau zinc. Jadi, perlu jeda waktu di antara konsumsi ciprofloxacin dan obat-obatan tersebut.

Jika Anda tidak mengonsumsi obat-obatan lain atau tidak memiliki kondisi medis lain yang serius, efek samping ciprofloxacin biasanya, termasuk diare, mual, muntah, dan ruam.

Meski jarang terjadi, ciprofloxacin juga bisa menyebabkan efek samping yang serius. Contohnya, gangguan pada tendon, gangguan saraf, perubahan suasana hati atau perilaku yang serius, atau kondisi gula darah rendah. Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami hal-hal ini.

2. Azithromycin

Obat tipes yang diresepkan oleh dokter berikutnya adalah azithromycin. Jenis obat ini mungkin diberikan oleh dokter apabila infeksi bakteri tidak dapat diobati dengan ciprofloxacin.

Anda tidak boleh menggunakan azithromycin apabila memiliki alergi terhadap obat ini, pernah mengalami penyakit kuning, atau mengalami gangguan hati akibat penggunaan azithromycin.

Jika Anda juga menggunakan obat antasida yang mengandung alumunium atau magnesium, sebaiknya tunggu minimal 2 jam sebelum atau sesudahnya untuk mengonsumsi azithromycin.

Beberapa efek samping azithromycin adalah diare, mual, muntah, sakit perut, sakit kepala, dan merasa lemas. Segera konsultasikan dengan dokter apabila Anda mengalami gejala berupa gatal-gatal, sulit bernapas, mual dan muntah parah, bengkak pada wajah dan tenggorokan, serta ruam.

3. Ceftriaxone

Ceftriaxone juga dapat diberikan sebagai pilihan obat tipes apabila seseorang tidak dapat diobati menggunakan ciprofloxacin, terutama bayi. Namun, beri tahu dokter jika Anda memiliki kadar gula darah tinggi. Sebab, beberapa produk ceftriaxone mengandung gula.

Sejumlah efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan ceftriaxone adalah feses yang kering dan hitam, nyeri dada, menggigil, batuk, demam, buang air kecil terasa sakit, sesak napas, dan sakit tenggorokan.

Catatan dari SehatQ

Jika Anda atau orang di sekitar Anda mulai menunjukkan gejala tipes, mengonsumsi obat tifus perlu segera dilakukan. Penyakit tipes dapat ditangani dengan obat tipes berupa antibiotik yang biasanya direkomendasikan oleh dokter.

Untuk mendukung pengobatan dari dokter, Anda bisa juga menambahkan beberapa obat tipes alami agar tubuh semakin cepat pulih. Namun, pastikan untuk selalu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan obat tipes alami guna menghindari reaksi alergi atau efek samping yang mungkin ditimbulkan.

World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/typhoid

Diakses pada 8 April 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/typhoid-fever/diagnosis-treatment/drc-20378665

Diakses pada 8 April 2020

Drugs. https://www.drugs.com/tips/ciprofloxacin-patient-tips

Diakses pada 8 April 2020

Drugs. https://www.drugs.com/tips/azithromycin-patient-tips

Diakses pada 8 April 2020

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/ceftriaxone.html

Diakses pada 8 April 2020

Authority Remedies. https://authorityremedies.com/home-remedies-for-typhoid-fever/

Diakses pada 8 April 2020

Artikel Terkait