Obat sipilis yang paling umum dipakai adalah antibiotik penisilin. Penderita yang berada pada tahapan sipilis primer, sekunder, dan laten awal masih dapat diobati dengan satu kali suntikan penisilin. Namun, jika ada riwayat alergi penisilin, dokter bisa memberikan obat sipilis lain seperti doxycycline, tetracycline, ceftriaxone, dan azithromycin.
Ditinjau secara medis oleh dr. Reni Utari
23 Feb 2023
Obat sipilis yang diberikan adalah antibiotik karena sipilis merupakan infeksi bakteri
Table of Content
Sipilis adalah salah satu jenis penyakit menular seksual yang sering terjadi. Jika dibiarkan, sipilis atau yang dikenal juga dengan istilah "raja singa" bisa menimbulkan komplikasi yang serius. Karena itu, Anda perlu mengetahui berbagai jenis obat sipilis yang bisa digunakan.
Advertisement
Sipilis adalah salah satu penyakit menular secara seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit ini hanya bisa disembuhkan dengan pemberian antibiotik. Berikut beberapa jenis obat sipilis yang biasa digunakan:
Karena penyakit ini disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum, maka obat sipilis yang dianggap paling efektif adalah antibiotik penisilin. Namun, tidak semua penderita penyakit yang sering disebut sebagai raja singa ini akan mendapatkan obat dalam dosis yang sama. Dokter akan meresepkan obat sipilis sesuai dengan tingkat keparahan penyakitnya.
Obat sipilis biasanya diberikan melalui suntikan. Pada kondisi sipilis yang baru diderita kurang dari dua tahun, penisilin akan disuntikkan ke area bokong sebanyak satu kali.
Pada orang yang alergi penisilin, pengobatan akan diganti dengan jenis antibiotik lain dalam bentuk tablet. Obat tersebut umumnya perlu dikonsumsi selama 10-14 hari.
Pada sipilis yang sudah diderita selama lebih dari dua tahun, suntikan penisilin diberikan sebanyak tiga kali dengan jarak pemberian masing-masing satu minggu. Bagi orang yang alergi penisilin, obat sipilis yang diberikan dapat diganti dengan jenis antibiotik lain, yang perlu dikonsumsi selama 28 hari.
Pada kasus yang lebih serius, seperti pada sipilis yang sudah menyebar hingga ke otak, suntikan penisilin diberikan setiap hari di bokong, atau setiap dua minggu sekali melalui suntikan ke pembuluh darah. Pengobatan ini dapat diganti dengan pemberian antibiotik jenis lain yang perlu diminum selama 28 hari, apabila alergi penisilin.
Jika Anda punya riwata alergi penisilin, maka dokter baru akan meresepkan antibiotik lain yang juga dianggap efektif untuk mengobati sipilis.
BACA JUGA: Mengenal Gejala Sifilis dan Cara Mengobatinya
Bagi penderita sipilis yang alergi terhadap penisilin, dokter biasanya akan menggantinya dengan meresepkan doxycycline 100 mg yang diminum dua kali sehari selama 14 hari untuk sipilis stadium awal, dan 28 hari untuk sifilis stadium lanjut.
Jika dibandingkan dengan tetrasiklin, umumnya pasien memiliki kepatuhan yang lebih baik untuk minum doxycyline karena frekuensi minumnya yang lebih jarang dan efek samping pencernaan yang lebih sedikit. Namun, studi terhadap doxycycline untuk pengobatan sipilis masih jarang, dengan hasil yang sebagian juga bertentangan.
Tetracycline adalah antibiotik yang sering digunakan dalam mengobati penyakit menular seksual seperti sipilis, gonore, atau klamidia. Dalam beberapa kasus, tetrasiklin digunakan ketika penisilin atau antibiotik lain tidak dapat digunakan untuk mengobati infeksi serius.
Untuk mengobati sipilis, dosis tetracycline yang diresepkan biasanya 500 mg yang diminum 4 kali per hari selama 14 hari dalam kondisi perut kosong, yakni 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan.
Ibu hamil dan menyusui serta anak berusia di bawah 8 tahun juga tidak dianjurkan menggunakan obat ini. Salah satu efek samping tetracycline pada anak-anak adalah perubahan warna gigi.
Berdasarkan studi klinis terbatas, ceftriaxone adalah obat antibiotik yang efektif untuk mengobati sipilis stadium awal atau sipilis yang sudah lama. Obat ini tersedia dalam injeksi.
Untuk mengobati sipilis, ceftriaxone diberikan 1 gram setiap hari selama 10 hari secara intravena atau intramuskular. Namun, dosis optimal dan durasi terapi ceftriaxone belum ditentukan.
Obat sipilis lain yang dapat diberikan jika alergi penisilin adalah azithromycin. Obat ini termasuk ke dalam kelas obat antibiotik makrolida yang bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri.
Dosis yang diberikan dapat tergantung pada kondisi medis, usia dan formulasi azithromycin yang digunakan serta faktor lainnya. Dosis khas untuk orang dewasa adalah 500 miligram (mg) sehari pada hari pertama, dilanjutkan dengan 250 mg sehari pada hari kedua hingga kelima.
Penggunaan azithromycin dapat menyebabkan kulit menjadi lebih mudah terbakar matahari. Karena itu, selama masih dalam perawatan obat ini, sebaiknya gunakan pelindung dan tabir surya saat berada di luar ruangan.
Baca Juga: Gejala Sipilis pada Wanita dari Fase Awal hingga Akhir
Pada ibu hamil, pengobatan sipilis sama dengan mengobati sipilis pada umumnya, yaitu dengan penisilin. Akan tetapi, penisilin dianggap sebagai satu-satunya obat antibiotik yang aman untuk mengobati sipilis pada ibu hamil.
Pada ibu yang sedang dalam trimester ketiga kehamilannya dan terdiagnosis dengan ciri-ciri sipilis pada tahapan awal, cara mengobatinya adalah dengan menggunakan antibiotik penisilin yang disuntikkan setiap minggu dalam jangka waktu dua minggu.
Jika penderita memiliki alergi penisilin, maka penderita akan diberikan desensitisasi (prosedur pengurangan alergi) terlebih dahulu sebelum diberikan injeksi penisilin.
Bayi yang lahir dari penderita sipilis yang telah menyelesaikan pengobatannya lebih dari empat minggu sebelum persalinan tetap perlu mendapat pemeriksaan.
Namun, jika penderita menyelesaikan pengobatannya kurang dari empat minggu, tidak menggunakan pengobatan penisilin, memiliki riwayat penanganan tidak jelas, atau setelah lahir pemeriksaan terhadap bayi tidak dapat dipastikan, maka bayi akan diberikan suntikan penisilin.
Baca Juga: Gejala Sipilis pada Pria yang Perlu Diwaspadai
Setelah menjalani proses pengobatan dengan minum obat sipilis, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, antara lain:
Sementara dalam masa pengobatan, penderita mungkin akan mengalami reaksi Jarisch-Herxheimer yang biasanya berlangsung kurang lebih satu hari.
Saat mengalami reaksi ini, penderita akan mengalami mual, demam, menggigil, sakit kepala, dan sakit pegal.
Sementara melakukan pengobatan, penderita yang mengalami penyakit ini tidak boleh melakukan hubungan seksual sampai dokter menyatakan bahwa penderita sudah boleh melakukan hubungan intim.
Setelah menyelesaikan pengobatan yang diberikan, dokter akan meminta penderita untuk melakukan uji darah secara berkala untuk melihat apakah tubuh penderita merespons pengobatan penisilin yang diberikan atau tidak.
Selain uji darah, penderita juga akan diminta untuk melakukan uji HIV. Penderita yang mengalami penyakit sipilis juga dianjurkan untuk tidak melakukan hubungan seksual sampai hasil uji darah memperlihatkan bahwa penderita sudah tidak terinfeksi sipilis.
Setelah mengonsumsi obat sipilis seperti penisilin atau jenis antibiotik lainnya, Anda mungkin akan mengalami beberapa gejala seperti:
Namun, umumnya efek samping ini biasanya hanya terjadi dalam waktu 24 jam. Setelahnya gejala-gejala tersebut biasanya akan hilang dengan sendirinya.
Setelah menerima pengobatan sipilis, bukan berarti kamu dapat kembali melakukan aktivitas seksual yang berisiko menimbulkan penyakit menular seksual. Masih ada beberapa tahap maupun imbauan yang akan diberikan dokter, yang perlu ditaati, seperti:
Bagi kamu yang sudah didiagnosis menderita sipilis, jangan tunda pengobatannya. Sebaiknya juga jangan terlalu mengandalkan pengobatan allternatif, karena belum ada penelitian yang memastikan khasiatnya.
Baca Juga
Jika Anda masih memiliki pertanyaan seputar pengobatan sipilis, konsultasikan langsung dengan dokter lewat fitur Chat Dokter yang ada di aplikasi kesehatan SehatQ. Unduh gratis di App Store dan Google Play.
Advertisement
Ditulis oleh Nenti Resna
Referensi
Artikel Terkait
Vaginosis bakteri adalah infeksi bakteri pada vagina yang disebabkan bakteri gardnerella vaginalis. Lebih dari 50% wanita tidak menyadari memiliki penyakit ini karena gejala infeksinya mirip dengan penyakit lain.
7 Jun 2019
Meski dapat meningkatkan gairah, seks oral nyatanya bisa memiliki risiko penyakit menular seksual. Oleh karena itu, Anda tidak boleh meremehkan risiko penyakit menular seksual akibat seks oral begitu saja.
3 Mei 2023
Herpes genital pada pria mempunyai beberapa gejala awal, seperti rasa gatal dan panas, yang diikuti luka pada alat kelamin. Apa penyebab dan cara mengatasi herpes kelamin pria?
15 Jul 2021
Diskusi Terkait di Forum
Dijawab oleh dr. Liliani Tjikoe
Dijawab oleh dr. Liliani Tjikoe
Dijawab oleh dr. Liliani Tjikoe
Advertisement
Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.
© SehatQ, 2023. All Rights Reserved