logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Obat Saraf Terjepit Ini Bisa Redakan Rasa Nyeri yang Mengganggu

open-summary

Syaraf kejepit mengundang rasa sakit yang tak tertahankan. Jika tidak cepat ditangani dengan obat syaraf terjepit, rasa nyeri bisa terus muncul sehingga mengganggu hidup Anda. Kenalilah beragam obat syaraf kejepit supaya bebas dari nyeri.


close-summary

3.73

(96)

28 Feb 2020

| Fadli Adzani

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Selain obat syaraf kejepit, ada prosedur lain yang bisa dilakukan seperti operasi.

Obat syaraf kejepit sangat beragam, mulai dari suntikan steroid hingga obat antidepresan.

Table of Content

  • Beragam obat syaraf kejepit yang ampuh hilangkan nyeri
  • Penyebab syaraf kejepit yang harus diperhatikan
  • Pencegahan syaraf kejepit

Saraf kejepit adalah kondisi saat saraf menerima tekanan berlebih dari tulang, kartilago (tulang rawan), otot, hingga tendon. Tekanan inilah yang menyebabkan rasa nyeri, kesemutan, sampai mati rasa datang. Namun tenang, ada berbagai obat syaraf kejepit yang patut dicoba untuk meredakan gejalanya.

Advertisement

Beragam obat syaraf kejepit yang ampuh hilangkan nyeri

Kerusakan yang diakibatkan saraf kejepit bisa bersifat ringan atau parah. Selain itu, saraf kejepit dapat menyebabkan masalah temporer ataupun jangka panjang. Lebih cepat Anda mendapatkan diagnosis dan menjalani pengobatan syaraf kejepit, semakin besar juga kemungkinan kondisi ini bisa ditangani. Berikut ini jenis-jenis obat yang dapat menjadi pilihan.

  • Kortikosteroid oral

Obat syaraf kejepit kortikosteroid oral dikonsumsi untuk meredakan pembengkakan dan rasa nyeri. Golongan obat kortikosteroid yang mungkin diresepkan dokter meliputi kortison, hidrokortison, dan prednison.

Sebenarnya, kortikosteroid tersedia dalam bentuk krim, suntikan, inhaler ataupun intranasal. Namun, untuk mengobati saraf kejepit, biasanya dokter akan memberikan kortikosteroid oral seperti tablet, kapsul, atau sirup.

Kortikosteroid merupakan obat syaraf kejepit yang memerlukan resep dokter.

  • Nonsteroid antiinflamasi (NSAIDs)

Golongan obat nonsteroid antiinflamasi seperti ibuprofen, aspirin, atau naproxen dapat meredakan rasa nyeri atau pembengkakan akibat saraf kejepit.

Nonsteroid antiinflamasi adalah obat syaraf kejepit yang memerlukan resep dokter.

  • Narkotika

Biasanya, golongan obat narkotika akan diresepkan oleh dokter untuk meredakan rasa nyeri yang parah akibat saraf kejepit. Obat syaraf kejepit ini juga dilakukan dalam periode yang singkat saja.

Obat-obatan narkotika bekerja dengan reseptor rasa sakit di otak, untuk menghilangkan rasa nyeri yang menjadi gejala utama saraf kejepit.

Tentu saja, narkotika adalah golongan obat yang memerlukan resep dokter.

  • Suntikan steroid

Suntikan steroid juga bisa dijadikan sebagai obat syaraf kejepit. Suntikan steroid mampu meredakan pembengkakan dan menyembuhkan saraf-saraf yang teradang, akibat syaraf kejepit.

  • Antidepresan

Jangan kaget ketika dokter memberikan Anda obat antidepresan untuk mengobati syaraf kejepit. Selain bisa menyembuhkan beberapa kondisi psikis, antidepresan juga dikenal bisa meredakan nyeri akibat kerusakan saraf, lho.

Golongan obat antidepresan trisiklik adalah jenis antidepresan paling umum yang digunakan untuk meredakan nyeri. Beberapa di antaranya adalah amitriptyline, nortriptyline, doxepin, sampa desipramine.

Dibutuhkan resep dokter jika Anda ingin mencoba antidepresan sebagai obat syaraf kejepit.

  • Antikonvulsan

Obat-obatan antikejang atau antikonvulsan sering digunakan untuk mengontrol rasa nyeri akibat kerusakan saraf. Sebenarnya, obat antikonvulsan dibuat untuk penderita epilepsi.

Namun, efek penenang saraf dari obat antikonvulsan, membuatnya jadi salah satu obat syaraf kejepit yang bisa meredakan rasa nyeri akibat kerusakan saraf.

Beberapa golongan obat antikonvulsan seperti gabapentin atau pregabalin, dipercaya sebagai obat nyeri akibat kerusakan saraf.

Sama seperti obat syaraf kejepit lainnya, antikonvulsan membutuhkan resep dokter.

  • Operasi

Jika syaraf kejepit tidak kunjung membaik setelah Anda mengonsumsi beberapa obat-obatan di atas, dokter akan merekomendasikan operasi untuk menghilangkan tekanan pada saraf yang terjepit. Jenis operasinya juga berbeda-beda, tergantung dari lokasi saraf yang terdampak.

Prosedur pembedahan dilakukan untuk memberikan ruang bagi saraf supaya tidak mengalami tekanan berlebih. Misalnya, pembedahan mungkin mengharuskan dokter memutuskan ligamentum karpal untuk memberikan ruang bagi saraf di pergelangan tangan.

  • Terapi fisik

Terapi fisik atau fisioterapi juga mungkin dilakukan untuk mengobati syaraf kejepit. Dengan melakukan terapi fisik, penderita saraf kejepit bisa meregangkan dan memperkuat ototnya. Gejala nyeri akibat terjepitnya saraf pun bisa mereda.

  • Alat penyangga

Jika syaraf kejepit menyebabkan beberapa bagian tubuh, seperti tangan, tidak bisa bergerak, maka alat penyangga atau splint dapat direkomendasikan oleh dokter. Keberadaannya memungkinkan otot beristirahat, sehingga gejala nyeri akibat terjepitnya saraf bisa diredakan.

Untuk mengetahui obat syaraf kejepit yang paling cocok untuk Anda, berkonsultasilah dengan dokter. Apalagi, obat syaraf kejepit di atas memerlukan resep dokter.

Penyebab syaraf kejepit yang harus diperhatikan

Sakit leher
Kenali penyebab saraf kejepit

Untuk menghindari syaraf kejepit, Anda harus tahu penyebabnya. Supaya di kemudian hari, syaraf kejepit dapat dicegah.

Kenali beberapa penyebab syaraf kejepit ini:

  • Cedera
  • Radang sendi di pergelangan tangan
  • Pekerjaan berat yang dilakukan berulang dan terus-menerus
  • Hobi atau kegiatan olahraga
  • Kegemukan (obesitas)

Jika saraf terjepit hanya berlangsung dalam waktu singkat, biasanya tidak akan ada kerusakan permanen. Setelah tekanan pada saraf berkurang, maka fungsi saraf itu akan kembali normal.

Namun, jika tekanan pada saraf terus berlanjut dan tidak ditangani segera, nyeri kronis dan kerusakan permanen dapat terjadi.

Pencegahan syaraf kejepit

Sakit pinggang
Sakit leher dan pinggang

Langkah-langkah berikut ini bisa membantu Anda menghindari syaraf kejepit:

  • Mempertahankan posisi tubuh yang baik, misalnya tidak menyilangkan kaki atau berbaring di satu posisi untuk waktu lama
  • Melakukan latihan fleksibilitas dalam program olahraga rutin
  • Membatasi aktivitas berat yang dilakukan berulang-ulang. Jika terpaksa, beristirahatlah secara teratur
  • Mempertahanakan berat badan ideal dan sehat

Lebih baik mencegah daripada mengobati. Jadi, lakukanlah beberapa pencegahan syaraf kejepit di atas, supaya di masa yang akan datang, Anda tidak menjadi korban selanjutnya.

Baca Juga

  • Sakit Tenggorokan Sebelah Kiri Bisa Disebabkan 9 Penyakit Ini
  • Merasakan Euforia Tiba-tiba, Apa Sebabnya?
  • Tocilizumab, Obat Radang Sendi yang Dipercaya Sembuhkan Virus Corona

Jika sudah terlanjur mengalami saraf kejepit, jangan putus asa dan segera datang ke dokter. Dengan demikian, Anda bisa memperoleh pengobatan yang tepat sesegera mungkin.

Advertisement

penyakitmasalah sarafsaraf terjepitminum obatadv eka hospital

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved