6 Jenis Obat Sakit Mata yang Bisa Menjadi Pilihan Anda

Obat tetes mata merupakan salah satu pilihan obat sakit mata
Obat tetes mata merupakan salah satu obat sakit mata yang sering digunakan

Ketika membicarakan obat sakit mata, Anda mungkin akan mengasosiasikannya ke obat tetes mata yang beredar di pasaran. Padahal, masih banyak jenis obat lainnya yang dapat digunakan sesuai keluhan Anda.

Sakit mata dapat terjadi di permukaan (okular) maupun bagian mata yang lebih dalam (orbital). Sakit mata okular biasanya ditandai dengan rasa gatal atau sensasi terbakar, sedangkan sakit mata orbital dapat menyebabkan Anda merasa seperti ada pasir yang menyangkut di mata, rasa nyeri seperti tertusuk, bahkan mata berdenyut-denyut.

Mengenali jenis sakit mata yang Anda rasakan sangat penting karena beda jenisnya maka beda pula obat sakit mata yang bisa Anda gunakan. Jika Anda tidak yakin mengenai penyebab sakit mata Anda, periksakan diri ke dokter mata.

Penyebab sakit mata yang sering terjadi

Banyak hal dapat menyebabkan mata Anda sakit sehingga harus disembuhkan menggunakan obat sakit mata. Beberapa di antaranya adalah:

  • Blefaritis: peradangan atau infeksi di kelopak mata dan umumnya tidak terasa nyeri.
  • Konjungtivitis (mata merah atau pinkeye): peradangan pada bagian konjungtiva yang menyebabkan mata Anda yang seharusnya berwarna putih menjadi merah. Kondisi ini juga akan membuat mata terasa gatal, namun biasanya tidak menyebabkan nyeri.
  • Abrasi kornea: tergoresnya kornea mata akibat garukan dan biasanya terasa nyeri.
  • Glaukoma: menumpuknya cairan pada mata yang menekan saraf optik. Keluhan dapat berupa nyeri hebat, penyakit ini termasuk gawat darurat. Bila tidak segera ke dokter, Anda dapat mengalami kebutaan.
  • Iritis atau uveitis: peradangan di dalam mata karena benturan, infeksi, atau masalah sistem imun.
  • Neuritis optik: peradangan di saraf mata yang kemudian menjalar ke otak.

Obat sakit mata

Hal pertama yang biasanya direkomendasikan dokter mata ketika Anda menderita masalah kesehatan yang satu ini adalah mengistirahatkan mata. Jika pekerjaan Anda menuntut mata untuk bekerja lebih ekstra, misalnya menatap komputer sepanjang hari, dokter mungkin akan meminta Anda untuk tidak masuk selama beberapa hari.

Selain itu, Anda juga akan diminta untuk menggunakan obat sakit mata sebagai berikut:

  • Kompres hangat: ini ampuh untuk mengatasi sakit mata berupa blefaritis karena kompres hangat dapat membuka sumbatan minyak di kelopak mata yang membuat mata Anda bengkak.
  • Cairan irigasi: dilakukan saat Anda mengalami kelilipan. Cairan berupa air biasa atau saline yang dialirkan ke mata untuk mengeluarkan benda asing dari mata Anda.
  • Antibiotik: biasanya berbentuk obat tetes yang dapat digunakan untuk infeksi, contohnya konjungtivitis akibat bakteri maupun abrasi kornea.
  • Antihistamin: obat sakit mata ini biasanya diminum untuk menghilangkan reaksi alergi pada mata dan bisa dikombinasikan dengan pemakaian obat tetes mata.
  • Obat tetes mata penurun tekanan intraokular: merupakan obat sakit mata yang biasa diresepkan pada penderita glaukoma untuk mengurangi tekanan pada permukaan mata.
  • Kortikosteroid: obat sakit mata yang satu ini diperuntukkan bagi penderita masalah mata yang lebih serius, seperti neuritis optik dan anterior uveitis (iritis).

Ketika sakit mata sampai membuat Anda tidak bisa beraktivitas, dokter juga akan meresepkan obat pereda nyeri di luar obat sakit mata tersebut. Dalam kasus yang lebih parah, Anda mungkin harus menjalani operasi, seperti pada penderita glaukoma yang bisa melakukan perawatan laser untuk mengurangi cairan pada matanya.

Hal yang harus Anda perhatikan saat sakit mata

Ketika mata Anda sakit, Anda biasanya tidak harus dirawat inap dan hanya akan menjalani perawatan di rumah dengan obat sakit mata yang diresepkan oleh dokter. Oleh karena itu, terdapat beberapa hal yang harus Anda perhatikan agar penyakit mata Anda cepat sembuh dan tidak bertambah parah.

Jangan pernah menggaruk atau mengucek mata, sekalipun Anda merasakan gatal atau ada yang mengganjal di sekitar mata. Menggaruk atau mengucek dapat merusak permukaan mata sekaligus menggeser benda asing yang menyebabkan Anda sakit mata tersebut menjadi lebih dalam.

Untuk sakit mata ringan, Anda dapat lebih banyak memejamkan mata untuk mengistirahatkannya dan menghindarkan mata dari sinar yang terlalu terang. Bila perlu, minum obat pereda nyeri, seperti ibuprofen atau acetaminophen, di luar obat sakit mata yang telah direkomendasikan oleh dokter.

Jika Anda biasa menggunakan lensa kontak, dokter mungkin akan meminta untuk sementara tidak mengenakannnya dan disarankan menggunakan kacamata selama beberapa waktu. Jika sakit mata Anda tidak sembuh setelah Anda mengonsumsi obat sakit mata, atau gejala yang Anda rasakan semakin parah, Anda dapat kembali menemui dokter mata.

Healthline. https://www.healthline.com/health/eye-pain
Diakses pada 10 Desember 2019

E Medicine Health. https://www.emedicinehealth.com/eye_pain/article_em.htm
Diakses pada 10 Desember 2019

Drugs. https://www.drugs.com/cg/eye-pain.html
Diakses pada 10 Desember 2019

WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/eye-pain-causes-symptoms-diagnosis-treatment
Diakses pada 10 Desember 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed