Jenis Obat Penunda Haid dan Cara Aman Mengonsumsinya


Obat penunda haid yang dapat digunakan adalah pil KB dan norethisterone. Keduanya dapat menghammbat datangnya menstruasi namun penggunaannya harus dengan petunjuk yang jelas.

(0)
10 Apr 2021|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Obat penunda haid yang dapat digunakan adalah pil KB dan norethisteroneObat penunda haid dapat digunakan untuk menunda haid pada berbagai kondisi
Obat penunda haid biasanya diperlukan saat ada acara tertentu yang lebih baik dilewati tanpa datangnya menstruasi, seperti umroh, naik haji, dinas pekerjaan, atau bahkan liburan. Jenis obat penunda haid yang kerap digunakan adalah norethisterone dan pil KB.Meski praktik mengonsumsi obat-obatan tersebut umum dilakukan, tapi Anda tetap perlu memperhatikan hal penting seperti kegunaan utamanya hingga risiko efek samping yang mungkin muncul.

Kapan obat penunda haid boleh digunakan?

Obat penunda haid dapat digunakan saat akan umroh atau naik haji
Obat penunda haid dapat digunakan untuk berbagai alasan
Obat penunda haid dapat digunakan untuk beberapa kondisi, seperti:
  • Akan berangkat ibadah umroh atau naik haji
  • Memiliki riwayat mengidap penyakit yang akan semakin parah saat haid datang, seperti endometriosis atau anemia
  • Mengalami gejala yang berat saat haid, seperti nyeri yang parah, dan waktu menstruasi yang sangat panjang
  • Memiliki disabilitas fisik atau mental yang membuat seseorang tidak mampu mengurus diri saat menstruasi
  • Akan melewati acara penting yang akan membuat Anda terganggu jika dilalui sambil menstruasi, seperti pernikahan, bulan madu, liburan, dinas, atau bahkan ujian
Untuk mendapatkan obat penunda haid, Anda perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Sebab, dokter akan memeriksa riwayat kesehatan secara menyeluruh sehingga dapat meresepkan obat yang paling cocok untuk kondisi Anda.

Jenis obat penunda haid

Ada dua jenis obat penunda haid yang biasa digunakan, yaitu pil KB dan norethisterone.

• Pil KB

Pil KB dapat dijadikan obat penunda haid
Pil KB dapat dijadikan obat penunda haid
Pil KB yang dapat digunakan untuk menunda menstruasi adalah pil kombinasi.Normalnya, saat seseorang mengonsumsi pil KB kombinasi untuk mencegah kehamilan, ia akan menerima dua jenis pil, yaitu pil aktif dan pil kosong. Kedua jenis obat tersebut harus dikonsumsi secara bergantian.Namun apabila Anda mengonsumsi pil KB sebagai obat penunda haid, maka konsumsi pil kosong alias placebo-nya perlu dihentikan. Untuk membedakan keduanya, Anda bisa bertanya pada dokter atau apoteker.Saat pil aktif dikonsumsi secara terus-menerus dan teratur, haid akan berhenti. Haid kembali muncul saat Anda berhenti mengonsumsi pil aktif tersebut.Sebelum menggunakan pil KB kombinasi untuk mencegah menstruasi, konsultasikan terlebih dahulu kondisi Anda ke dokter.

• Norethisterone

Obat penunda haid adalah Norethisterone alias primolut N
Obat penunda haid norethisterone
Selain pil KB, Anda juga bisa mengonsumsi obat penunda haid yang berisi bahan aktif norethisterone. Di Indonesia, obat ini dijual dalam beberapa merek dagang.Menurut informasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), berikut ini beberapa merek obat yang mengandung norethisterone:
  • Primolut N
  • Prinore
  • Abmen
  • Anore
  • Norelut
  • Norestil
  • Nosthyra
  • Regumen
  • Retrogest
Konsumsi norethisterone harus sesuai dengan rekomendasi dokter. Sebab, setiap dokter mungkin saja meresepkan obat dan cara konsumsi yang berbeda pada setiap wanita, sesuai kondisi masing-masing.Dokter biasanya akan meresepkan tiga tablet obat dalam sehari, dimulai dari tiga sampai empat hari sebelum haid tiba. Lalu, dua hingga tiga hari setelah Anda berhenti mengonsumsinya, menstruasi biasanya akan datang.Perlu diingat bahwa oba penunda haid ini bukanlah pil konstrasepsi. Oleh karena itu, saat mengonsumsinya, Anda tetap punya kemungkinan untuk hamil.

Amankah mengonsumsi obat penunda haid?

Secara umum, mengonsumsi obat penunda haid aman dilakukan. Namun beberapa wanita mungkin akan mengalami efek samping ringan.Pada konsumsi norethisterone, misalnya, beberapa efek samping di bawah ini mungkin muncul:
  • Mual
  • Sakit kepala
  • Nyeri payudara
  • Gangguan suasana hati
  • Berkurangnya gairah seksual
Sementara itu, apabila Anda mengonsumsi pil KB sebagai obat penunda haid, maka efek samping yang mungkin muncul antara lain:
  • Mual
  • Tidak enak badan
  • Diare
  • Munculnya darah menstruasi di waktu yang tidak diduga
Mengonsumsi obat penunda haid tidak disarankan untuk dilakukan terlalu sering. Maka dari itu, Anda sebaiknya memiliki persetujuan dokter sebelum berusaha menunda datang menstruasi untuk acara-acara tertentu.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar obat penunda menstruasi ataupun soal siklus menstruasi lainnya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
siklus haidhaidmenstruasi
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/birth-control/in-depth/womens-health/art-20044044
Diakses pada 31 Maret 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/birth-control/skip-period-birth-control
Diakses pada 31 Maret 2021
NHS. https://www.nhs.uk/common-health-questions/travel-health/how-can-i-delay-my-period/
Diakses pada 31 Maret 2021
Pusat Informasi Obat Nasional. http://pionas.pom.go.id/monografi/noretisteron
Diakses pada 31 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait