Obat Penguat Kandungan Ini Dianggap Efektif Mencegah Keguguran

Obat penguat kandungan biasanya diresepkan dokter untuk mencegah keguguran berulang
Obat penguat kandungan biasanya dikonsumsi untuk mencegah keguguran berulang

Keguguran merupakan salah satu pengalaman paling buruk yang dapat dialami oleh ibu hamil, apalagi saat keguguran terjadi berulang. Untuk mencegah hal ini, dokter biasanya meresepkan obat penguat kandungan untuk dikonsumsi ibu hamil di trimester pertama kehamilannya.

Obat penguat kandungan sebetulnya adalah hormon progesteron yang diolah menjadi obat sintetis yang dapat diminum (oral), dimasukkan melalui vagina, ataupun disuntikkan melalui pembuluh darah. Seperti namanya, obat ini diberikan untuk menguatkan kandungan dan mencegah wanita hamil mengalami keguguran spontan.

Semakin banyak hormon progesteron di dalam tubuh, maka semakin lengket sel telur yang telah terbuahi menempel pada dinding rahim. Dengan kata lain, janin tidak akan mudah terlepas dari rahim alias gugur.

Obat penguat kandungan yang sering direkomendasikan oleh dokter

Sebuah penelitian menyatakan lebih dari 80 persen ibu hamil yang keguguran mengalami keguguran ketika usia kandungan belum genap 12 minggu. Inilah sebabnya dokter merekomendasikan konsumsi obat penguat kandungan pada trimester pertama kehamilan.

Meski demikian, tidak sembarang ibu hamil dapat mengonsumsi obat penguat kandungan. Biasanya, dokter hanya memberikan obat ini pada wanita hamil yang memiliki riwayat keguguran berulang, yakni keguguran yang terjadi lebih dari 3 kali beruntun.

Terdapat banyak merek obat ini di pasaran. Namun obat penguat kandungan yang bagus dan biasa diresepkan oleh dokter memiliki kandungan sebagai berikut:

  • Dydrogesterone

Obat penguat kandungan yang berjenis dydrogesterone memang memiliki indikasi untuk mencegah abortus spontan pada wanita hamil dengan riwayat keguguran berulang.

Salah satu bentuk dydrogesterone yang paling terkenal merupakan obat minum yang bekerja dengan memproduksi sekresi endometrium langsung pada rahim.

Untuk mencegah keguguran, dydrogesterone biasanya diberikan langsung 40 mg pada kesempatan pertama, kemudian 10 mg setiap 8 jam. Atau, Anda dapat mengikuti anjuran dokter.

  • Progesteron

Progesteron memiliki fungsi penting bagi kehamilan, yakni untuk menguatkan penempelan sel telur yang telah dibuahi pada dinding rahim. Namun, obat yang mengandung progesteron hadir dengan dua bentuk, yakni obat minum (oral) 100 mg dan kapsul yang dimasukkan lewat vagina 200 mg.

Dosis obat progesteron oral biasanya 200 mg dan diminum sebelum tidur dalam kondisi perut kosong (tidak boleh dengan makanan). Sementara progesteron vaginal diberikan 200 mg sebanyak 3 kali sehari, dengan lama pemberian obat hingga minimal usia kandungan 7 minggu dan maksimal 12 minggu.

Di Indonesia, bungkus obat penguat kandungan ini berlabel ‘K lingkaran merah’ yang artinya harus digunakan hanya dengan resep dokter karena merupakan golongan obat keras.

  • Allylestrenol

Allylestrenol merupakan progestogen alias progesteron yang memang diberikan untuk mencegah keguguran berulang. Selain itu, obat yang mengandung allylestrenol juga dipercaya dapat mencegah bayi lahir prematur.

Pada ibu hamil yang sudah menunjukkan gejala keguguran, obat dapat diberikan dengan dosis 5 mg sebanyak 3 kali sehari. Ibu hamil dapat mengonsumsi obat oral ini selama 5-7 hari pemakaian atau sesuai petunjuk dokter.

Apakah obat penguat kandungan memiliki efek samping?

Obat penguat kandungan pada dasarnya aman digunakan oleh ibu hamil, asalkan sesuai dengan anjuran dokter. Meski demikian, setiap jenis obat penguat kandungan memiliki efek sampingnya sendiri-sendiri.

Obat penguat kandungan oral, misalnya, dapat menimbulkan mual, pusing, dan sering mengantuk. Sedangkan obat penguat kandungan melalui vagina tidak banyak diserap oleh darah, sementara obat suntik dapat mengakibatkan abses pada kulit (meski tidak membahayakan).

Hasil penelitian terbaru tentang obat penguat kandungan 

Hingga saat ini, tidak jarang dokter kandungan yang masih memberikan obat penguat kandungan kepada ibu hamil, terutama yang memilki riwayat keguguran sebelumnya. Padahal berdasarkan penelitian terbaru yang dipublikasikan di berbagai situs kesehatan, termasuk Harvard Health, mengonsumsi obat penguat kandungan tidak berdampak apa pun terhadap pencegahan keguguran. 

Berdasarkan studi tersebut, lebih dari dua pertiga responden yang merupakan ibu hamil tetap mengalami kehamilan sehat dengan atau tanpa menggunakan obat penguat kandungan. Kabar ini tentu menggembirakan bagi ibu yang tengah hamil dan sedang khawatir bisa mengalami keguguran karena tidak mengonsumsi obat penguat kandungan. 

Sebaliknya, bagi ibu hamil yang mengalami keguguran berulang, kabar ini mungkin sedikit mengecewakan. Namun, pada studi yang sama disebutkan, bahwa seorang wanita mungkin harus mengalami keguguran berulang terlebih dahulu sebelum memiliki kehamilan sehat.

Yang terpenting adalah jangan mudah menyerah!

Harvard Health. https://www.health.harvard.edu/blog/9829-201606229829
Diakses pada 4 Oktober 2019

Pub Med. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3987350/
Diakses pada 4 Oktober 2019

Drug Bank. https://www.drugbank.ca/drugs/DB00378
Diakses pada 5 Oktober 2019

SehatQ. https://www.sehatq.com/obat/duphaston-tablet-10-mg
Diakses pada 5 Oktober 2019

Drug Bank. https://www.drugbank.ca/drugs/DB01431
Diakses pada 5 Oktober 2019

Medicines UK. https://www.medicines.org.uk/emc/product/3244/smpc
Diakses pada 5 Oktober 2019

Medicines UK. https://www.medicines.org.uk/emc/product/352/smpc
Diakses pada 5 Oktober 2019

Drugs. https://www.drugs.com/pregnancy/progesterone.html
Diakses pada 5 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed