Menelisik Keamanan Obat Penggemuk Badan dan Efek Sampingnya

Obat penggemuk badan biasanya berbentuk pil atau tablet yang terbuat dari bahan herbal atau kimia.
Beberapa jenis obat penggemuk badan memiliki efek samping yang berbahaya

Banyak orang mencoba berbagai cara untuk menurunkan berat badan. Tetapi, tidak sedikit juga orang yang justru berusaha keras untuk menaikkan bobotnya hingga sampai harus meminum obat penggemuk badan. Apakah Anda salah satunya?

Obat penggemuk badan biasanya berbentuk pil atau tablet yang terbuat dari bahan herbal atau kimia. Obat-obat ini sangat mudah dijumpai di apotek maupun toko obat, tapi Anda sebaiknya tidak asal memilih karena dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi kesehatan.

Perlu digarisbawahi juga bahwa cara menggemukkan badan yang tepat bukanlah dengan menaikkan bobot tubuh semata, tapi juga menaikkan indeks massa tubuh (IMT). Artinya, Anda sebaiknya fokus meningkatkan massa otot, bukan menimbun lemak sebagai upaya menaikkan berat badan.

Obat penggemuk badan yang aman dikonsumsi

Obat penggemuk badan mengklaim bisa meningkatkan nafsu makan, memperlambat metabolisme, hingga menambah massa otot di area tubuh yang Anda inginkan. Sama seperti pil diet untuk menurunkan berat badan, sebetulnya tidak ada obat yang bisa menggemukkan badan secara instan.

Berikut daftar kandungan obat penggemuk badan yang banyak beredar di pasaran dan aman untuk dikonsumsi:

  • Protein

Protein merupakan komponen utama dalam penyusunan massa otot yang kemudian dapat meningkatkan berat badan Anda. Kebutuhan protein setiap orang memang berbeda-beda, tapi rata-rata kebutuhan protein per hari ialah 10-35 persen dari total asupan yang Anda konsumsi. Bagi orang dewasa, jumlah protein yang dibutuhkan untuk meningkatkan berat badan adalah 1,4-2 gram/kg berat badan per hari.

Meski demikian, jangan lupa cara menambah berat badan pada umumnya adalah mengatur kalori keluar dan masuk. Anda bisa saja mengalami penurunan berat badan meski mengonsumsi protein yang cukup jika tidak diimbangi dengan asupan kalori lainnya.

  • Kreatin

Mayoritas obat penggemuk badan mengandung kreatin yang disebut sebagai salah satu zat paling aman bagi tubuh, terutama jenis kreatin monohydrate. Zat ini terbukti dapat meningkatkan massa otot dan produksi energi di dalam tubuh seiring dengan pemakaiannya yang rutin.

Jika Anda belum pernah mengonsumsi kreatin, mulailah dengan dosis maksimal 20 gram per hari yang dibagi dalam 4 porsi, serta diminum selama 5-7 hari berturut-turut. Setelah itu, Anda dapat melanjutkan ‘pengobatan’ dengan cukup meminum suplemen yang mengandung 3-5 gram kreatin per hari.

Anda juga dapat mengonsumsi suplemen yang diminum untuk meningkatkan kemampuan otot saat berolahraga, misalnya obat penggemuk badan yang mengandung kafein, citrulline, beta-alanine, dan beta-hydroxy beta-methylbutyrate (HMB). Meski demikian, sebaiknya berkonsultasi dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen ini.

Efek samping obat penggemuk badan

Dokter atau ahli gizi juga bisa merekomendasikan obat penggemuk badan yang mengandung methyltestosterone, oxandrolone, atau oxymetholone.

Obat-obatan ini mengandung steroid anabolik yang sebetulnya biasa diperuntukkan bagi pasien yang kehilangan berat badan akibat penyakit tertentu, misalnya infeksi kronis atau diabetes.

Obat yang mengandung steroid anabolik mengandung efek samping, misalnya:

  • Perubahan mood
  • Cepat marah
  • Delusi
  • Masalah ginjal
  • Penyakit hati
  • Pembengkakan jantung
  • Mengecilnya ukuran testis, pembesaran payudara, hingga kanker prostat (khusus pada pria)
  • Tumbuhnya rambut wajah, berhenti menstruasi, pembesaran klitoris (khusus pada wanita)
  • Henti tumbuh kembang (pada remaja).

Cara menambah berat badan yang lebih aman

Sebetulnya untuk menaikkan berat badan, Anda tidak perlu mengonsumsi suplemen atau obat penggemuk badan. Syaratnya, asupan kalori yang masuk ke tubuh Anda harus lebih tinggi dari jumlah kalori yang Anda keluarkan. Beberapa cara menambah berat badan yang direkomendasikan oleh ahli nutris adalah:

  • Makan lebih sering: Anda bisa makan besar atau camilan sebanyak 5-6 kali per hari.

  • Pilih makanan yang kaya nutrisi: hindari junk food, sebaliknya pilih roti yang terbuat dari gandum utuh, pasta dan sereal, buah dan sayuran, daging, serta kacang-kacangan.

  • Minum susu: tidak harus susu khusus penggemuk badan, namun Anda juga bisa mengonsumsi susu sapi pada umumnya, termasuk produk olahannya seperti smoothies atau milkshake.

  • Jangan minum air putih sebelum makan karena bisa membuat perut kenyang sebelum Anda selesai makan.

  • Pilih camilan yang bernutrisi: misalnya kacang-kacangan, selai, keju, buah kering, atau alpukat. Sebelum tidur, Anda juga bisa makan terlebih dahulu, sekalipun itu hanya roti atau telur.

  • Jangan ragu menambahkan bahan makanan, seperti telur dadar, keju, saus, kecap, dan lain-lain.

Mengetahui cara menggemukkan badan saja tidak cukup, karena Anda harus mengombinasikannya dengan berolahraga. Hal ini dilakukan untuk menghindarkan Anda dari terserang risiko penyakit yang berhubungan dengan kegemukan atau obesitas, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/best-weight-gain-supplements
Diakses pada 31 Oktober 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/expert-answers/underweight/faq-20058429
Diakses pada 31 Oktober 2019

Livestrong. https://www.livestrong.com/article/441786-what-are-the-negative-effects-of-weight-gainer/
Diakses pada 31 Oktober 2019

Very Well Fit. https://www.verywellfit.com/are-weight-gain-pills-safe-to-use-4160741
Diakses pada 31 Oktober 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed